Probolinggo, Mediaistana.com
Pemerintah Kota Probolinggo menggelar agenda Ngopi Bareng bersama wartawan dan seluruh OPD, Senin (27/10/2026) malam. Agenda santai tersebut dimanfaatkan Wali Kota Probolinggo dr. H. Aminuddin, Sp.OG (K)., M.Kes. untuk memaparkan capaian dan rencana besar Pemkot hingga akhir tahun.
Kegiatan dihadiri Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari, S.AP., MM., Sekda, para Asisten, seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah dan puluhan wartawan. Suasana akrab dan dialogis menjadi kunci penguatan sinergi antara pemerintah dan media.
Poin pertama yang disampaikan adalah soal pengelolaan sampah. Pemkot baru saja menandatangani kontrak kerjasama dengan pihak ketiga untuk mengolah sampah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel) atau energi terbarukan yang akan menjadi bahan bakar pabrik semen. Teknologi ini merupakan hasil kerjasama dengan pihak dari Tokyo.
Nanti tidak ada lagi penimbunan sampah di TPA. Semua sampah dari TPS 3R di kelurahan akan diolah jadi RDF. Mesinnya minggu depan sudah bisa kita lihat di TPA, ujar Wali Kota. Untuk mendukungnya, akhir November nanti Pemkot akan membagikan 200 unit motor Tossa sampah untuk seluruh kelurahan.
Wali Kota juga menyoroti capaian bank sampah yang melonjak drastis. Dari awal 2025 yang hanya 5 RW aktif, kini sudah 80 RW aktif dari total 200 RW. Ditargetkan akhir November 100 persen RW sudah memiliki bank sampah aktif. Lahan TPA seluas 12-14 hektar yang selama ini jadi gunungan sampah nantinya akan disulap menjadi ruang alternatif untuk event kota.
Selanjutnya, Wali Kota menceritakan pengalamannya baru pulang dari Armenia, Eropa Timur, setelah mewakili Indonesia dalam forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang perubahan iklim. Di forum tersebut ia memaparkan keberhasilan Kota Probolinggo meningkatkan tutupan hijau di sepanjang garis pantai di 5 lokasi, mulai Kademangan hingga Mangunharjo.
Pada 3 November mendatang, Kota Probolinggo juga dipercaya menjadi tuan rumah Festival Mangrove Jawa Timur. Dipilihnya Probolinggo karena 48 persen tutupan mangrove di Indonesia berada di Jawa Timur, dan Kota Probolinggo menjadi salah satu penyumbang tertinggi.
Fokus utama dalam Ngopi Bareng tersebut adalah event Mango Carnival of Indonesia yang akan digelar 29 Oktober mendatang. Wali Kota menegaskan event ini bukan hanya pertama di Kota Probolinggo, tapi pertama di Indonesia.
Mango Carnival of Indonesia ini baru pertama di Indonesia. Kita sebagai Kota Mangga menjadi tempat pertama yang diinisiasi Kementerian Pertanian atas apresiasi kita melaksanakan Festival Mangga tahun 2025 lalu. Insya Allah akan menjadi kalender tetap nasional, jelasnya.
Jika tahun lalu hanya diikuti 2 daerah dengan 4 gunungan, tahun ini sudah 12 daerah se-Indonesia konfirmasi hadir dengan 50 gunungan mangga. Akan ada pawai Tossa hias, fashion show motif mangga, dan mobil hias.
Lebih dari sekadar pawai, pada hari kedua akan ada forum diskusi dan seminar tentang pengembangan mangga ke depan, termasuk peluang ekspor ke Taiwan dan Timur Tengah. Sayang kalau Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan tidak hadir. Mangga kita brix-nya hampir 90 persen, mendekati gula yang 100 persen. Ini sudah terkenal di mana-mana, ujarnya.
Untuk memperkuat identitas Kota Mangga, Wali Kota meminta forum mangga yang sudah lama vakum dibangkitkan lagi. Pemkot juga akan membagikan bibit mangga gratis ke rumah warga yang belum memiliki pohon mangga. Kalau tidak ada lahan, kita kasih planter bag dari pengrajin sulaman plastik lokal kita, katanya.
Ke depan, Pemkot akan menjalankan prinsip inklusivitas dengan konsep penta helix yang akan dikembangkan menjadi hexa helix, agar tidak ada satu pun komponen masyarakat yang tidak terlibat dalam pembangunan.
Untuk infrastruktur, Pemkot melanjutkan penambahan free WiFi di 30 titik super koridor sehingga sejak akhir 2025 tidak ada lagi blank spot internet. Penataan Jalan Cokro tahun ini dilanjutkan 200 meter dan 2027 sepanjang 1,3 KM dengan lebar 6 meter yang akan dijadikan kawasan car free night seperti Malioboro untuk menggerakkan UMKM.
Di bidang keagamaan, Pemkot akan menggelar Tabligh Akbar bersama KH. Ahmad Zain dari Situbondo pada 1 November dalam rangka Hari Santri, dilanjutkan Jelajah Santri se-Jawa Timur pada 13-15 November yang akan diikuti 5.000 santri di Stadion.
Menghadapi musim hujan, Dinas PU dan BPBD telah melakukan pencegahan banjir. Semua proyek fisik ditargetkan selesai minggu kedua Desember 2026. Sementara pembangunan Sekolah Rakyat tipe terbesar seluas 7-8 hektar yang dilengkapi stadion dan kolam renang ditargetkan mulai Februari.
Menutup sambutannya, Wali Kota menegaskan kunci kemajuan Kota Probolinggo adalah kemandirian dan karakter warga yang Bersolek. Tidak ada orang lain yang akan membuat cantik Kota Probolinggo selain kita sendiri. Kalau pengetahuan sudah menjadi karakter warga, Insya Allah Probolinggo Bersolek bisa betul-betul terwujud, pungkasnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab dan foto bersama.