PURWOREJO || Mediaistana.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo terus menggenjot pendidikan politik hingga ke tingkat kecamatan.
Kegiatan – Koordinasi Peningkatan dan Pengawasan Kinerja Perangkat Daerah Bidang Pemberdayaan Pendidikan Politik digelar di Pendopo Kecamatan Kutoarjo, Senin (2/11/2026).
Acara yang diikuti 50 pengurus partai politik dari wilayah Banyuurip, Bayan, Purwodadi dan Kutoarjo ini dibuka langsung oleh Sekban Kesbangpol Purworejo, Kusnaeni, M.Pd.
Turut memberikan sambutan, Camat Kutoarjo Ahmadi Sunawar, S.Sos., MM dan Kabid Politik Dalam Negeri (Poldagri) Kesbangpol, Agus Lepot.

Sebagai narasumber utama, Kesbangpol menghadirkan Ketua Suara Independent Jurnalis Indonesia (SIJI) Kabupaten Purworejo, Gus Takim, dengan materi menohok berjudul “Cerdas Berpolitik di Era Media Sosial”.
Dalam paparannya, Gus Takim menegaskan pendidikan politik bukan soal mengajak orang memilih partai tertentu.
“Pendidikan politik itu mendidik warga agar paham hak dan kewajibannya, berani bersuara dengan cara yang benar, dan yang paling penting, tidak mudah diadu domba oleh isu politik,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan politik hari ini wajib lewat media karena pertarungan politik sudah pindah ke HP.
“Hoaks, fitnah, politik identitas menyebar lebih cepat lewat WhatsApp, TikTok, Facebook. Kalau tidak kita lawan dengan edukasi lewat media, yang menang adalah kebencian,” ujar Gus Takim.
la pun membeberkan 4 ciri pemilih cerdas yang harus ditanamkan kepada masyarakat:

1.CEK FAKTA: Saring sebelum sharing. Jangan sebar berita yang belum jelas sumbernya. 2 TOLAK POLITIK UANG: Suara kita bukan untuk dijual. Sekali dibeli, 5 tahun kita rugi. 3. HORMATI PERBEDAAN: Beda pilihan itu biasa.
Jangan sampai putus saudara karena beda calon.
4. DATANG KE TPS: Golput bukan solusi. Masa depan desa ditentukan oleh yang datang, bukan yang diam.
Gus Takim juga menekankan peran media bukan hanya sebagai pelapor, tapi sebagai pendidik yang harus memberikan informasi jujur, berimbang, menjadi penyejuk suasana, dan melawan hoaks dengan fakta.

Kegiatan ini ditutup dengan pesan kunci dari Kesbangpol yang menjadi penegasan:
Demokrasi yang sehat bukan soal siapa yang menang, tapi bagaimana kita tetap rukun setelah pemilihan selesai. Politik boleh berbeda, Purworejo harus tetap Guyub Rukun.”
Para peserta dari 4 kecamatan tampak antusias mengikuti sesi tanya jawab, terutama terkait maraknya hoaks di grup WhatsApp warga menjelang Pilkades Serentak 2027.