Surabaya, Mediaistana.com
BBPMP Provinsi Jawa Timur bersama Program INOVASI memperkuat advokasi kebijakan pembelajaran kelas rangkap tingkat nasional. Tujuannya memperluas praktik baik yang sudah diterapkan di Kabupaten Probolinggo ke berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan yang digelar 22–23 Mei 2026 di Kantor BBPMP Jatim ini menjadi forum strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah-sekolah kecil wilayah terpencil yang kekurangan guru dan murid. Pembelajaran kelas rangkap atau multigrade memungkinkan beberapa tingkatan kelas belajar bersama dalam satu ruang dengan metode adaptif dan kolaboratif.
Kabupaten Probolinggo dinilai berhasil menerapkan model ini sejak 2018 dengan dukungan Program INOVASI-Kemitraan Indonesia dan Australia. Komitmen Pemkab Probolinggo diperkuat lewat Peraturan Bupati Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Pembelajaran Kelas Rangkap Jenjang SD.
Hingga 2026, sebanyak 168 SD di Kabupaten Probolinggo sudah menerapkan kelas rangkap. Upaya ini menghadirkan layanan pendidikan yang efektif, adaptif, dan berkualitas bagi siswa di wilayah dengan akses terbatas. Praktik tersebut juga sejalan dengan Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023 tentang Standar Pengelolaan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai BBPMP dan Dinas Pendidikan di Indonesia. Mereka mendapat pemaparan kebijakan nasional, strategi implementasi daerah, serta berbagi pengalaman dari Pemkab Probolinggo.
Kepala BBPMP Jatim Praptono menyebut kelas rangkap menjadi solusi strategis mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil. Saya melihat siswa sangat nyaman belajar. Kelas menjadi lebih hidup karena ada interaksi tutor sebaya antara kakak dan adik kelas, katanya.
Ia juga mengapresiasi sekolah di Kecamatan Sukapura yang menerapkan konsep deep learning dengan memanfaatkan kebun dan ladang sebagai media belajar. Pembelajaran mendalam sudah berjalan di sana sejak dulu, ujarnya.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menambahkan, program kelas rangkap multilayanan dikembangkan sejak 2018 dan kini menjangkau ratusan SD. Program ini mengintegrasikan layanan pendidikan, kesehatan, penguatan karakter, hingga dukungan lintas sektor.
Kelas rangkap lahir dari kebutuhan riil masyarakat di daerah terpencil. Kami ingin memastikan seluruh anak tetap mendapat layanan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan, jelasnya.
Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen Kemendikdasmen Gogot Suharwoto menegaskan kelas rangkap bisa jadi solusi jika diterapkan dengan pemetaan kebutuhan yang tepat. Ia juga mengapresiasi dukungan INOVASI dan menyebut Kecamatan Sukapura sebagai contoh terbaik implementasi kelas rangkap di Indonesia.
Kolaborasi BBPMP Jatim dan INOVASI diharapkan memperkuat jejaring advokasi pendidikan nasional sekaligus mempercepat penyebaran kelas rangkap sebagai solusi pendidikan inklusif di berbagai daerah.