Bukan Sekadar Copet! “Operasi Pesta Copet” Bongkar Sisi Gelap di Balik Gemerlap Festival Musik

JAKARTA, Mediaistana.com — Gemerlap festival musik ternyata menyimpan cerita lain di balik hiruk-pikuk ribuan penonton,Film “Operasi Pesta Copet” mengangkat sisi tersebut ke layar lebar dengan memadukan kriminalitas, komedi, persahabatan, musik, dan realitas sosial.

Hal itu mengemuka dalam press conference film “Operasi Pesta Copet” yang digelar di XXI Plaza Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026), Konferensi pers tersebut turut menghadirkan jajaran pemain dan kreator yang membedah proses kreatif hingga pengalaman mereka terlibat dalam film tersebut.

Film produksi Imajinari yang berkolaborasi dengan Boss Creator dan Angin Segar ini menjadi debut penyutradaraan layar lebar Edy Khemod, drummer grup musik Seringai,Film tersebut dijadwalkan menyapa penonton bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Ketika Tekanan Ekonomi Mengubah Arah Hidup

“Operasi Pesta Copet” mengikuti kisah Ijal (Iqbaal Ramadhan) yang berada dalam tekanan ekonomi setelah kehilangan pekerjaan dan menghadapi persoalan finansial, Bersama Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba), Ijal merancang aksi pencopetan di tengah festival musik besar.

Namun film ini tidak berhenti pada aksi kriminal,Cerita justru berusaha melihat alasan dan tekanan sosial yang berada di balik keputusan para tokohnya,Riset film bahkan mencakup kriminalitas, kriminologi, hingga observasi kehidupan masyarakat di kawasan pinggir rel, Pendekatan tersebut digunakan untuk membangun karakter dan memperlihatkan bahwa fenomena pencopetan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan persoalan sosial yang lebih luas.

Pemain Dituntut Belajar Teknik Copet
Salah satu hal menarik dalam produksi film ini adalah keputusan kreator untuk membuat para pemain mempelajari teknik pencopetan secara langsung.

Iqbaal Ramadhan sebelumnya mengungkap bahwa para pemain mendapat pelatihan dari seorang “Coach Copet”, termasuk mempelajari gerakan tangan, pengalihan perhatian, distraksi, hingga aspek psikologis dalam melakukan aksi pencopetan.

Pendekatan tersebut membuat adegan pencopetan tidak sekadar mengandalkan trik kamera atau proses penyuntingan, tetapi dibangun melalui gerakan yang dipelajari para pemerannya.

Deretan Pemain dan Kreator
“Operasi Pesta Copet” dibintangi Iqbaal Ramadhan sebagai Ijal, Kristo Immanuel sebagai Adut, Zulfa Maharani sebagai Tia, Kawai Labiba sebagai Melodi, serta Fauzan Lubis alias Ojan Sisitipsi sebagai Silet, Film ini juga menghadirkan Dewa Dayana dan penampilan spesial Vincent Rompies.

Dari jajaran produksi, film ini disutradarai Edy Khemod, dengan produser Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan, Sementara produser eksekutifnya adalah Ernest Prakasa, Dipa Andika, dan Rizki Aulia alias Kiki Ucup.

Kehadiran Fauzan Lubis juga menjadi sorotan,Vokalis Sisitipsi tersebut menjalani debut layar lebarnya sebagai Silet setelah melalui proses casting yang dilakukan secara daring melalui Zoom.

Festival Musik Jadi Panggung Cerita
Salah satu kekuatan “Operasi Pesta Copet” berada pada latar festival musik yang dibuat sedekat mungkin dengan realitas, Proses produksi bahkan dilakukan di tengah kerumunan festival musik dengan jumlah penonton sekitar 30 ribu orang, selain melibatkan ratusan figuran untuk membangun suasana festival.

Film ini sekaligus membawa warna skena musik Indonesia ke dalam cerita, Detail merchandise sejumlah band independen turut dimanfaatkan sebagai bagian dari dunia visual film, sehingga atmosfer festival tidak sekadar menjadi latar, tetapi ikut membentuk identitas cerita.

Dengan menggabungkan komedi kriminal dan drama sosial, “Operasi Pesta Copet” menawarkan sudut pandang berbeda: bukan untuk membenarkan pencopetan, melainkan mengajak penonton melihat manusia dan persoalan yang berada di balik tindakan tersebut.

Mulai 27 Agustus 2026, bioskop Indonesia akan menjadi tempat penonton menyaksikan bagaimana sebuah festival musik yang seharusnya menjadi ruang hiburan justru berubah menjadi medan operasi bagi empat anak muda yang sedang berusaha bertahan hidup.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!