26.9 C
Jakarta
BerandaInfoDari Kampung untuk Maluku: Pesan Khotbah Idul Adha H. Abdullah Vanath di...

Dari Kampung untuk Maluku: Pesan Khotbah Idul Adha H. Abdullah Vanath di Desa Waimangit

 

Edotorial Redaksi

Hari Raya Idul Adha sering dimaknai sebagai perayaan kurban semata. Padahal, di balik gema takbir dan penyembelihan hewan kurban, terdapat pesan besar tentang kepatuhan, keikhlasan, dan keberpihakan kepada sesama. Pesan itulah yang disampaikan Wakil Gubernur Abdullah Vanath saat menyampaikan khotbah Idul Adha 1447 Hijriah di Masjid Al-Muhajirin, Desa Waimangit, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Rabu (27/5/2026).

Pilihan Vanath untuk berkhotbah di desa, bukan di pusat kota, bukanlah keputusan tanpa makna. Di tengah kebiasaan banyak pejabat tampil di ruang-ruang besar dan seremonial perkotaan, kehadiran seorang wakil gubernur di desa menunjukkan pesan moral yang kuat: bahwa kampung tidak boleh dipandang sebagai wilayah pinggiran, melainkan bagian penting dari denyut kehidupan Maluku.

Dalam khotbahnya, Vanath menegaskan bahwa esensi ibadah kurban tidak boleh hanya dipahami sebagai ritual penyembelihan hewan semata. Kurban, menurutnya, adalah simbol kepatuhan dan kebersihan hati seorang hamba kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS telah memberikan teladan tentang pengorbanan tanpa syarat, tentang keikhlasan yang lahir dari iman yang kuat.

Pesan itu terasa lebih menyentuh ketika disampaikan di sebuah desa sederhana di Pulau Buru. Sebab Vanath sendiri lahir dari kehidupan kampung dan dibesarkan dalam suasana desa. Ia memahami bahwa ketulusan, gotong royong, dan nilai persaudaraan justru tumbuh kuat di tengah masyarakat kampung. Karena itu, kehadirannya di Waimangit seolah menjadi penegasan bahwa pembangunan Maluku tidak boleh hanya berpusat di kota, tetapi harus menyentuh desa-desa tempat rakyat hidup dan berharap.

Ada makna simbolik yang kuat ketika seorang pemimpin memilih berdiri di mimbar desa. Itu adalah bentuk perhatian dan kepedulian. Bahwa masyarakat di pelosok pun berhak merasakan kedekatan dengan pemimpinnya. Bahwa suara desa penting untuk didengar. Dan bahwa kemajuan Maluku hanya bisa tercapai jika kota dan kampung berjalan bersama.

Ajakan Vanath kepada masyarakat Kabupaten Buru untuk menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, keikhlasan berbagi, serta menjaga persatuan dan kesatuan Maluku juga menjadi pesan yang relevan di tengah berbagai tantangan sosial saat ini.

Idul Adha mengajarkan bahwa manusia terbaik bukanlah mereka yang paling banyak memiliki, melainkan mereka yang paling ikhlas memberi.

Khotbah di Desa Waimangit itu akhirnya bukan hanya tentang ibadah kurban. Ia menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin yang tidak melupakan kampung asalnya akan lebih memahami denyut kehidupan rakyatnya. Dari desa, Vanath mengirim pesan bahwa Maluku dibangun bukan hanya dari gedung-gedung kota, tetapi juga dari doa-doa sederhana masyarakat kampung yang tetap menjaga harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!