BerandaInfoDelina Wamese: Perempuan Penjaga Danau Rana

Delina Wamese: Perempuan Penjaga Danau Rana

Ritual Sunat yang Membekas di Ingatan

Delina Wamese menceritakan kisah itu dengan sorot mata yang jauh, seolah menarik kembali kenangan yang telah lama ia kubur dalam diam. Subuh itu, langit masih gelap. Jam menunjukkan pukul tiga dini hari, ketika ia bersama kakak perempuannya dan puluhan gadis seusianya digiring ke tepi sungai oleh para perempuan tua adat.

Mereka disuruh berendam dalam air sungai yang mengalir langsung dari Danau Rana—airnya dingin menggigit, menusuk tulang. Sunyi. Hanya suara gemerisik dedaunan dan desir air yang terdengar samar-samar. Di bawah cahaya bulan yang remang, Delina melihat wajah kakaknya memucat, bibirnya menggigil, dan mata yang berkaca menahan rasa sakit yang belum datang.

“Itu bagian dari ritual,” ucapnya pelan. “Sunat perempuan. Kami tidak tahu kenapa harus begitu. Hanya diajarkan bahwa itu adalah cara menjadi ‘perempuan seutuhnya’.”

Ia sendiri tak ingat jelas bagian mana yang dipotong. Yang ia ingat hanya sembilu—bilah bambu tajam yang digunakan oleh para perempuan adat. Rasa sakitnya tajam, menusuk, membekas hingga hari ini. Bukan hanya pada tubuh, tapi juga pada ingatan.

“Kami tidak bisa melawan,” lanjut Delina. “Kami patuh, karena itulah yang diwariskan. Karena di kampung, tidak ada ruang untuk bertanya. Hanya untuk tunduk.”

Delina yang mendengar kisah itu hanya diam. Tapi di matanya menyala perlawanan yang sunyi. Ia tahu, adat adalah pusaka—tapi tidak semua pusaka perlu diwariskan tanpa tanya. Ia tidak ingin generasi setelahnya harus menahan sakit yang sama dalam diam, atas nama kesucian, atas nama warisan yang tak pernah diminta.

Dan di balik sunyi danau itu, Delina Wamese, si perempuan penjaga, mulai menanam benih pertanyaan:

Perlukah adat yang menyakiti terus dijaga?

Atau haruskah ia menjaga danau ini dengan cerita baru—cerita tanpa sembilu dan tangis di balik cahaya bulan?

Namlea, 26 Juli 2026

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!