Jakarta, Mediaistana.Com– Kunjungan Ketua Umum Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) Andi Mulyati Pananrangi, SE ke kawasan pertambangan emas milik PT Aneka Tambang Tbk Unit Bisnis Pertambangan Emas (UBPE) Pongkor Selasa (12/5/2026) disambut hangat oleh perwakilan Manajemen Antam Pongkor Bapak Arif Selaku Manager CSR ini menjadi momentum penting lahirnya semangat baru tentang peran media dalam mengawal isu pertambangan, keselamatan kerja, dan pelestarian lingkungan.
Dalam agenda yang berlangsung di kawasan Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, rombongan Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) tidak hanya melihat aktivitas operasional tambang, tetapi juga melakukan dialog langsung mengenai tantangan industri pertambangan di tengah tuntutan keberlanjutan dan kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Andi Mulyati Pananrangi, SE Selaku Ketua Umum AJB menegaskan bahwa media memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan informasi yang berimbang dan edukatif terkait dunia pertambangan, Menurutnya sektor tambang bukan hanya soal eksploitasi sumber daya alam, tetapi juga berkaitan dengan masa depan lingkungan, ekonomi warga, dan keamanan kawasan.
“Pers harus hadir sebagai jembatan informasi yang objektif, Masyarakat perlu mengetahui bagaimana proses pertambangan dijalankan, termasuk upaya menjaga keselamatan kerja dan kelestarian alam,”Kami melihat sendiri bagaimana sistem rekruitmen disini sangat berpihak pada putra bangsa,dimana 30% tenaga kerjanya merupakan warga asli yang berada di wilayah lingkar tambang Pongkor,”ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi simbol kedekatan antara insan pers dengan dunia industri dalam membangun komunikasi yang sehat dan transparan,AJB menilai keterbukaan informasi menjadi faktor penting untuk menghindari munculnya spekulasi maupun informasi liar yang dapat merugikan masyarakat.
Di sisi lain, kawasan Pongkor sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah tambang emas bersejarah di Jawa Barat yang memiliki kontribusi besar terhadap sektor pertambangan nasional.
Aktivitas di wilayah ini selama bertahun-tahun telah menjadi perhatian publik, terutama terkait isu lingkungan dan penambangan ilegal.
Rombongan Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) turut meninjau sejumlah area operasional dan mendapatkan pemaparan mengenai sistem pengamanan wilayah, pengawasan aktivitas tambang, hingga langkah-langkah pemulihan lingkungan pascatambang.
Suasana kunjungan berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif,AJB berharap sinergi antara perusahaan, masyarakat, dan media dapat terus diperkuat agar industri pertambangan Indonesia mampu berkembang secara modern tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan alam.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa dunia jurnalistik tidak hanya bekerja di balik meja redaksi, tetapi juga hadir langsung di lapangan untuk melihat realitas yang sesungguhnya.