DIDUGA TIDAK JELAS PEMBAYARAN 9 MEDIA, GURU ISLAM TAMBORA ,M.M. BLOKIR WHATSAPP WARTAWAN,MINTA KEJELASAN

MEDIAISTANA.COM — TAMBORA, JAKARTA — 1 November 2026 — Persoalan dugaan pembayaran publikasi terhadap sembilan media yang telah menayangkan pemberitaan kegiatan lomba membaca Al-Qur’an di wilayah Tambora kini menjadi sorotan. Guru honorer Islam Tambora berinisial M.A. diminta memberikan pertanggungjawaban dan penjelasan secara terbuka terkait persoalan tersebut.

Berdasarkan keterangan awak media, sembilan media sebelumnya telah menerima pemberitahuan atau undangan terkait kegiatan lomba membaca Al-Qur’an. Sejumlah media kemudian telah melaksanakan tugas jurnalistik dengan menayangkan pemberitaan mengenai kegiatan tersebut.
Namun, setelah pemberitaan dipublikasikan, muncul persoalan terkait kejelasan pembayaran kepada sembilan media yang telah menayangkan berita tersebut.

Awak media mengaku telah berupaya melakukan konfirmasi kepada M.A. melalui sambungan WhatsApp untuk meminta penjelasan mengenai tanggung jawab pembayaran publikasi. Akan tetapi, ketika hendak dikonfirmasi lebih lanjut, nomor WhatsApp yang bersangkutan disebut telah memblokir kontak wartawan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan serius. Mengapa ketika media meminta kejelasan mengenai persoalan pembayaran, justru komunikasi tidak dapat dilanjutkan

Insan pers mempertanyakan komitmen pihak yang sebelumnya melakukan komunikasi atau koordinasi dengan media. Apabila memang terdapat kesepakatan mengenai biaya publikasi, siapa pihak yang bertanggung jawab memenuhi kesepakatan tersebut?

Jangan sampai media hanya dibutuhkan untuk membantu menyebarluaskan informasi kegiatan, sementara setelah berita ditayangkan, tanggung jawab yang sebelumnya dibicarakan justru tidak mendapatkan kejelasan.
Wartawan juga memiliki biaya operasional, waktu, tenaga, dan tanggung jawab profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Karena itu, setiap kesepakatan kerja sama publikasi yang benar-benar telah dibuat harus dihormati dan diselesaikan secara profesional.

Sikap pemblokiran nomor WhatsApp yang dialami wartawan ketika berupaya meminta konfirmasi patut disayangkan apabila benar terjadi sebagaimana disampaikan awak media.
Media tidak sedang mencari persoalan pribadi. Wartawan hanya meminta penjelasan mengenai dugaan kewajiban pembayaran publikasi yang berkaitan dengan sembilan media.

Jika memang terdapat kesalahpahaman, sampaikan klarifikasi. Jika pembayaran belum dapat diselesaikan, berikan penjelasan mengenai alasan dan kepastian penyelesaiannya.
Jangan membiarkan persoalan ini menggantung tanpa kejelasan, terlebih ketika sejumlah media disebut telah menjalankan pekerjaan publikasi.

Kami meminta M.A. untuk segera membuka komunikasi dan memberikan penjelasan kepada sembilan media terkait status pembayaran publikasi tersebut.
Kami juga meminta panitia atau pihak penyelenggara lomba membaca Al-Qur’an di Tambora memberikan klarifikasi mengenai siapa yang bertanggung jawab atas koordinasi media dan pembayaran publikasi.

Apabila terdapat kesepakatan pembayaran, bukti komunikasi, atau komitmen tertentu, seluruhnya perlu diperiksa agar duduk persoalan menjadi jelas dan tidak merugikan pihak mana pun.
Perlu ditegaskan, kegiatan keagamaan seharusnya menjunjung tinggi nilai amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Nilai tersebut semestinya tercermin bukan hanya dalam kegiatan seremonial, tetapi juga dalam hubungan profesional dengan pihak lain.

Redaksi memberikan ruang seluas-luasnya kepada M.A. dan panitia penyelenggara untuk menyampaikan hak jawab, klarifikasi, maupun bukti penyelesaian persoalan pembayaran publikasi.
Pemberitaan ini disusun sebagai bentuk kontrol sosial dan upaya meminta transparansi, bukan untuk menghakimi pihak tertentu sebelum seluruh fakta dan keterangan para pihak diperoleh.

Red David E,S.E.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!