25.5 C
Jakarta
BerandaPEMERINTAHANDisdukcapil Jabar Dorong Pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional Secara Berkala

Disdukcapil Jabar Dorong Pemutakhiran Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional Secara Berkala

Garut, Mediaistana.com – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk meningkatkan akurasi dan keterpaduan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pemutakhiran berkala. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat MPP Kabupaten Garut, Kecamatan Tarogong Kidul. Selasa 11 November 2025.

Kepala Disdukcapil Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti menegaskan, fokus utama kegiatan yaitu untuk meningkatkan akurasi dan keterpaduan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui pemutakhiran secara berkala.

“Pemerintah Pusat sudah menginstruksikan kepada pemerintah p4rovinsi dan Kabupaten/kota se-Indonesia untuk menggunakan DTSEN sebagai dasar perencanaan, penargetan program, sekaligus evaluasi kebijakan,” jelas Berli Hamdani Gelung Sakti.

Ditempat yang sama Plt. Kadisdukcapil Kabupaten Garut, Galih Yudha Praja, mengungkapkan peran krusial kolaborasi lintas entitas seperti Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Pemutakhiran DTSEN ini tentu tak lepas dari peran serta semua entitas. Semua berkolaborasi bersinergi agar bisa menghasilkan satu data yang memang mempunyai validitas yang tinggi.
‎
“Kabupaten Garut sebelumnya juga telah mendapatkan instruksi untuk segera melakukan validasi data DTSEN, terutama pada Desil 1 sampai Desil 4, melalui pemadanan. Akurasi data ini akan menjadi dasar utama untuk pemberian bantuan sosial, baik PKH, BPNT, BLT, serta penanganan PBI-JK,” ujar Galih Yudha Praja.

‎Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Provinsi Jawa Barat, Buldansah mengatakan, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Karawang sebagai daerah dengan data anomali (belum diverifikasi) yang besar, sehingga validasi secara ground check sangat diperlukan.

“Sinkronisasi dan kolaborasi antara Disdukcapil Provinsi dan Kabupaten/Kota sangat penting mengingat data DTSEN bersumber dari kumpulan P3KE (Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem) dan Regsosek (Registrasi Sosial Ekonomi) yang pembaruannya memerlukan data kependudukan dari Disdukcapil,” pungkas Buldansah Kabid pengelolaan Disdukcapil Jabar.

Pada kesempatan tersebut, acara dibuka secara langsung oleh Kepala Disdukcapil Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti, dan dihadiri oleh Sekretaris Disdukcapil Provinsi Jawa Barat Indrastuti Chandra Dewi.

Plt. Kadisdukcapil Kabupaten Garut Galih Yudha Praja, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut Dang Sani Imansyah, serta perwakilan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten dan stakeholder terkait lainnya.

Sumber : (Humas Diskominfo Garut)
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par.)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!