Probolinggo, Mediaistana.com
Penguatan pembelajaran kelas rangkap (multigrade) di Kabupaten Probolinggo terus dilakukan melalui pengembangan modul kepemimpinan bagi kepala sekolah. Modul tersebut disiapkan untuk membantu kepala sekolah mengawal pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap agar lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan guru.
Upaya tersebut dilakukan melalui uji keterbacaan modul kepemimpinan kelas rangkap yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura bersama Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia.
Kegiatan berlangsung di Kantor Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura. Uji keterbacaan melibatkan pengawas dan kepala sekolah dari sejumlah wilayah di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan tersebut dihadiri Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi dan District Officer INOVASI Kabupaten Probolinggo Anwar Sutranggono, Kamis (10/9/2026).
Uji keterbacaan dilakukan untuk mendapatkan masukan dan umpan balik dari praktisi pendidikan terhadap substansi modul. Selain isi materi, peserta juga memberikan masukan terkait penggunaan bahasa, tingkat keterbacaan dan relevansi modul dengan kondisi pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap di sekolah.
Pengembangan modul tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung implementasi pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo. Praktik baik yang dikembangkan juga diharapkan dapat menjadi bahan yang berpotensi diadaptasi dan diimbaskan ke wilayah lain di Indonesia yang memiliki kondisi dan potensi penyelenggaraan sekolah kelas rangkap.
Dalam kegiatan tersebut, terdapat empat bagian utama yang direview. Keempat bagian itu meliputi penyamaan visi, peran kepala sekolah, supervisi berbasis coaching dan penyusunan rencana tindak lanjut.

Keempat materi tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat peran kepala sekolah. Kepala sekolah diharapkan memiliki panduan yang lebih jelas dalam mengawal pembelajaran kelas rangkap, termasuk dalam melakukan supervisi dan menyusun tindak lanjut sesuai kebutuhan sekolah dan guru.
Provincial Manager INOVASI Jawa Timur M. Adri Budi mengatakan, masukan dari praktisi pendidikan diperlukan untuk menyempurnakan modul sebelum digunakan secara lebih luas.
Ia berharap setelah modul tersebut selesai disusun, keberadaannya dapat dimanfaatkan sebagai panduan dalam pelatihan bagi kepala sekolah yang melaksanakan pembelajaran kelas rangkap.
Setelah modul ini jadi akan menjadi panduan pelatihan bagi Kepala Sekolah pelaksana pembelajaran kelas rangkap, katanya.
Menurutnya, keterlibatan pengawas dan kepala sekolah dalam proses uji keterbacaan menjadi bagian penting karena mereka memiliki pengalaman langsung dalam mengawal proses pembelajaran di satuan pendidikan.
Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Habibah Umaroh menyampaikan keberadaan modul diharapkan dapat membantu kepala sekolah menjalankan perannya secara lebih terarah. Dengan adanya modul ini, peran kepala sekolah dalam mengawal pelaksanaan pembelajaran kelas rangkap makin terstruktur dan terarah, sesuai kebutuhan guru, ujarnya.
Ia menilai masukan dari para praktisi pendidikan menjadi penting agar modul yang disusun benar-benar dapat digunakan di lapangan. Materi yang mudah dipahami dan sesuai dengan kebutuhan sekolah akan membantu kepala sekolah dalam menjalankan fungsi kepemimpinan pada pembelajaran kelas rangkap.
Melalui proses uji keterbacaan tersebut, modul kepemimpinan kelas rangkap diharapkan semakin matang sebelum digunakan sebagai bahan pendukung pelatihan. Penguatan kapasitas kepala sekolah sekaligus diharapkan dapat mendukung keberlanjutan implementasi pembelajaran kelas rangkap di Kabupaten Probolinggo.

Selain mendukung kebutuhan sekolah di daerah, modul tersebut juga diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pengembangan dan pengimbasan praktik pembelajaran kelas rangkap ke wilayah lain yang memiliki kondisi dan kebutuhan serupa.