Namlea– Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Republik Indonesia (KETUA GMPRI RIFANDI MAKATITA) menyoroti beredarnya narasi di media sosial yang menuding anggota TNI terlibat dalam aktivitas tambang ilegal di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru. Ketua GMPRI menegaskan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Beredar isu di media sosial yang menuding insitusi TNI. dan Unggahan tersebut juga melontarkan tudingan keras dengan menyebutkan bahwa oknum TNI saat ini dianggap memanfaatkan posisi mereka untuk mencari “uang sampingan” melalui aktivitas tambang tersebut.Akun Facebook “Buru Bersi.
Ketua GMPRI Rifandi Makatita menyatakan bahwa tuduhan yang beredar di media sosial tersebut berpotensi memecah belah hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat. “Kami mengamati adanya upaya untuk menggiring opini negatif terhadap institusi TNI melalui isu-isu yang tidak berdasar. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya warga di wilayah Kecamatan Waelata dan sekitarnya, untuk tetap tenang, berpikir kritis, dan tidak termakan oleh narasi provokatif yang justru merugikan ketertiban umum.
ketua GMPRI memandang bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pihak berwenang, termasuk TNI, dalam melakukan penertiban di kawasan Gunung Botak merupakan upaya penegakan hukum guna menjaga stabilitas keamanan dan kelestarian lingkungan. Sebagaimana diketahui, aktivitas tambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah tersebut kerap menimbulkan dampak sosial dan ekologis yang merugikan masyarakat luas.
“Kami mendukung penuh tindakan tegas aparat dalam memberantas praktik penambangan ilegal. Jangan biarkan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan situasi untuk kepentingan pribadi atau kelompok dengan cara menyebarkan fitnah terhadap aparat yang sedang bertugas di lapangan,” tambahnya.
ketua GMPRI juga mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan cek dan ricek terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial sebelum menyebarkannya kembali. Jika terdapat keluhan atau temuan di lapangan, GMPRI menyarankan masyarakat untuk menyampaikannya melalui saluran resmi yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti secara proporsional oleh pihak terkait.
“Mari kita jaga suasana kondusif di wilayah kita bersama-sama. TNI adalah pelindung rakyat, dan sinergi antara masyarakat dengan aparat adalah kunci keamanan wilayah.