Harapan Dibalik Kebahagiaan Penghuni Huntara di Senen Jakarta Pusat, ex Penghuni Bantaran Rel Sekitar

Mediaistana.com – Jakarta, 20 Agustus 2026 – Di balik euforia peresmian Taman Belajar dan Bermain “Garuda Huntara” di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat, pada 8 Agustus lalu, muncul aksi sederhana namun sarat makna dari anak-anak penghuni. Mereka menuliskan ucapan terima kasih di atas karung bekas sebagai bentuk apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas hunian layak yang kini mereka tempati.

Aksi spontan tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan belajar mengajar di taman yang baru diresmikan itu. Tulisan berisi rasa syukur itu kemudian disampaikan kepada perwakilan pemerintah sebagai bentuk terima kasih warga yang sebelumnya hidup di bantaran rel kereta api Stasiun Pasar Senen.

Ucapan Syukur Warga Bantaran Rel

Ketua Umum Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia, David Hamka, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, mengatakan bahwa aksi anak-anak itu mencerminkan rasa syukur mendalam warga.

“Mereka sebelumnya tinggal di pinggiran rel kereta api, hidup di tempat yang sempit dan tidak layak. Sekarang mereka mendapatkan hunian sementara yang jauh lebih manusiawi. Jadi, ucapan terima kasih dari anak-anak ini adalah bentuk rasa syukur yang tulus atas tempat tinggal yang sekarang mereka tempati,” ujar David di lokasi, Kamis (20/8/2026).

324 Unit Huntara, Baru 70 KK yang Menempati

Pembangunan 334 unit Huntara di Jalan Kramat Raya, Senen, merupakan tindak lanjut langsung dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke pemukiman warga bantaran rel Stasiun Pasar Senen beberapa waktu lalu. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait sebelumnya menyatakan bahwa huntara tersebut telah dilengkapi dengan dua tempat tidur, lemari, dan kipas angin, serta telah diresmikan pada 15 Juni 2026.

Namun, berdasarkan pantauan di lapangan, belum semua unit terisi. Menurut Pak Sutarno Yang biasa dijuluki Mandor, mengungkapkan bahwa saat ini baru 200 Jiwa sekitar 70 kepala keluarga (KK) yang menempati hunian tersebut.

“Artinya baru sekitar 70 unit yang dihuni. Masih banyak unit kosong karena proses perpindahan warga bertahap. Kami berharap segera terisi semua agar manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak keluarga,” ujar Sutarno.

Harapan Warga: Hunian Tetap dan Tetap Dekat dengan Tempat Cari Nafkah

Meski kini tinggal lebih aman dan layak, warga tetap menyampaikan sejumlah catatan kepada pemerintah. Penanggung jawab Huntara Senen mewakili warga menyampaikan harapan utama agar ke depannya mereka mendapatkan hunian tetap (rusunawa atau rumah susun) yang tidak jauh dari lokasi mereka selama ini mencari nafkah.

“Kami bersyukur dengan huntara ini, tapi harapan terbesar kami adalah mendapat hunian tetap. Yang terpenting, lokasinya tidak jauh dari sini karena mayoritas warga berjualan, jadi kuli, atau bekerja di sekitar Pasar Senen dan stasiun. Jangan sampai kami dipindah ke tempat yang jauh dan menyulitkan kami cari makan,” tutur perwakilan warga yang enggan disebutkan namanya.

Perhatian pada Pendidikan Anak: Program Sekolah Rakyat

Di sisi lain, perhatian juga difokuskan pada masa depan anak-anak penghuni huntara. Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani, menawarkan program Sekolah Rakyat bagi anak-anak di Huntara Senen agar tidak putus sekolah.

“Kami akan membantu mendata anak-anak yang belum bersekolah dan mencari solusi atas kendala administrasi atau ekonomi yang mereka hadapi. Tidak boleh ada anak di Jakarta yang putus sekolah hanya karena masalah administrasi atau biaya,” tegas Rani.

Program ini sejalan dengan komitmen DPRD DKI dan KNPS untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan hak pendidikannya. Taman Belajar dan Bermain “Garuda Huntara” yang baru diresmikan diharapkan menjadi titik awal bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak di kawasan tersebut.

Penulis: HarMan
Editor: HarMan
Sumber: Liputan langsung, pernyataan resmi KNPS, DPRD DKI, dan keterangan Warga Huntara Senen.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!