HIPPA Suka Maju Sentong Masuk 3 Besar Jatim, Tim Juri Turun Verifikasi Lapangan

Probolinggo, Mediaistana.com
HIPPA Suka Maju Sentong berhasil masuk nominasi 3 besar dalam Penilaian Evaluasi Kinerja dan Penguatan Kelembagaan HIPPA / GHIPPA Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.

Setelah melalui seleksi awal dan presentasi di Malang pada 14 Oktober 2026 lalu, Tim Juri dari Provinsi Jawa Timur melakukan verifikasi lapangan langsung ke HIPPA Suka Maju Sentong di desa Sentong Kecamatan Krejengan Kabupaten Probolinggo,Kamis (5/11/2026).

Kedatangan Tim Juri disambut hangat oleh jajaran Forkopimcam, pengurus, dan anggota HIPPA Suka Maju Sentong. Dalam sambutannya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung.

Terima kasih kepada jajaran Forkopimcam, dari kepolisian, dari Koramil. Terima kasih juga kepada dewan juri dari Dinas Pertanian dan Bappeda, serta HIPPA Suka Maju Sentong. Selamat, karena sudah masuk 3 besar, ujarnya.

Ia menegaskan, meski sudah masuk 3 besar, HIPPA Suka Maju Sentong jangan puas hanya menjadi juara 3. Pengurus dan anggota diminta membuktikan bahwa kondisi di lapangan sesuai dengan apa yang sudah dipresentasikan di Malang.

Jangan mau menerima juara 3. Buktikan hari ini bahwa verifikasi lapangan ini sesuai dengan yang disampaikan saat presentasi di Malang kemarin, tegasnya.

Ia juga menyebut, setiap kali Kabupaten Probolinggo mengikuti lomba HIPPA, hampir selalu masuk 3 besar. Hal itu tidak lepas dari kerjasama yang baik dan kerja keras pengurus, pendamping, serta Dinas terkait. Prestasi serupa terakhir diraih pada tahun 2018.

Harapannya, keberhasilan HIPPA Suka Maju Sentong ini bisa menjadi contoh bagi HIPPA lain yang masih belum berkembang. Ke depan, HIPPA yang berprestasi akan diundang untuk berbagi cerita dan pengalaman, agar tidak hanya maju saat lomba saja, tetapi benar-benar maju secara berkelanjutan.

Kita sudah jauh ketinggalan dengan poktan, tapi bukan berarti terlambat untuk mengembangkan HIPPA dan GHIPPA lagi. Tujuannya sama, untuk mendukung ketahanan pangan, tambahnya.

Sementara itu, dalam pemaparan profilnya, pengurus HIPPA Suka Maju Sentong menyampaikan sejumlah inovasi yang telah dilakukan. Dari aspek pembiayaan, HIPPA menerapkan sistem pembayaran yang tertib dan transparan kepada anggota.

Dari aspek kelembagaan, seluruh dokumen HIPPA sudah disimpan menggunakan Google Drive dan koordinasi anggota dilakukan melalui grup WhatsApp HIPPA Suka Maju. Hal ini membuat administrasi lebih rapi dan mudah diakses.

Dari aspek pertanian, HIPPA menerapkan metode penanaman PMAS, menggunakan drone sprayer untuk penyemprotan, serta mesin combine untuk pemanenan. Inovasi ini membuat kerja petani lebih cepat, efisien, dan hemat biaya.

Dari aspek irigasi, HIPPA Suka Maju Sentong telah memiliki inovasi Halo Sukamaju, yang dibuat untuk memudahkan petani menyampaikan informasi kerusakan atau permasalahan saluran secara cepat.

Selain itu, ada inovasi baru yang belum sempat disampaikan saat pemaparan di Malang, yaitu alat pengukur debit air yang dinamakan Debit Tangsan. Alat ini terbuat dari bahan yang sangat sederhana, namun sangat bermanfaat untuk mengukur debit air di berbagai box tersier.

Di akhir pemaparan, pengurus HIPPA Suka Maju Sentong mengajak seluruh hadirin untuk menyaksikan video selayang pandang HIPPA Suka Maju Sentong sebagai gambaran nyata kegiatan dan kekompakan petani di lapangan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas PU Provinsi Jawa Timur menjelaskan, verifikasi lapangan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara dokumen dan presentasi dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Kriterianya memang kelembagaan, apakah dia memang dipercaya, komunikasinya dengan petani, kontribusinya terhadap pemeliharaan saluran, bagaimana masyarakat petani ikut menjaga dan ikut membagi air secara merata, serta meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian mereka sendiri, jelasnya.

Ia menambahkan, dari seleksi awal di Malang, HIPPA Suka Maju Sentong dinilai layak untuk dikompetisikan karena portofolionya lengkap dan kinerjanya terbukti di lapangan.

Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, Hengki C Saputra menegaskan, pembinaan HIPPA merupakan kewajiban Pemerintah Kabupaten. Harapannya, HIPPA bisa mandiri, terutama dari segi pemeliharaan saluran, cara bercocok tanam, hingga pembiayaan.

Pembinaan HIPPA itu dikoordinir oleh Bappeda selaku pembina kelembagaan, PU selaku pembina infrastruktur irigasi, dan Pertanian selaku pembina pertanian. Harapannya inovasi, kreasi, dan kemandirian HIPPA bisa tersampaikan kepada petani, ujarnya.

Saat ini, Kabupaten Probolinggo memiliki 289 HIPPA yang akan terus ditata dan diberdayakan. Jika saluran sudah bisa diperbaiki secara swadaya oleh petani, maka beban pembiayaan pemerintah akan lebih ringan, dan produksi pertanian di lapangan akan semakin maksimal.

Harapannya nanti HIPPA bisa mandiri. Uangnya dari urunan, dari hasil panen, sehingga salurannya bisa terawat dengan baik dan produksi pertanian akan maksimal, pungkasnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!