28.6 C
Jakarta
BerandaInfo"Horor Lembur Tanpa Hantu"Guncang Bioskop, Monster Pabrik Rambut Tawarkan Teror Paling Relate...

“Horor Lembur Tanpa Hantu”Guncang Bioskop, Monster Pabrik Rambut Tawarkan Teror Paling Relate Untuk Pekerja

Jakarta, Mediaistana.com – Industri film horor Indonesia kembali mendapat warna baru lewat hadirnya film terbaru garapan sutradara Edwin berjudul Monster Pabrik Rambut yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026, Mengusung konsep horor fantasi retro dengan latar dunia pekerja pabrik, film ini menghadirkan pengalaman mencekam yang berbeda dari kebanyakan film horor tanah air.

Dibintangi sederet nama ternama seperti Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Towok, Sal Priadi, hingga Kev, film ini membawa penonton masuk ke sebuah pabrik rambut yang penuh tekanan kerja, suasana ganjil, dan misteri yang perlahan berubah menjadi teror psikologis.

Berbeda dari horor yang identik dengan sosok gaib atau kutukan mistis, Edwin justru mengangkat ketakutan yang terasa dekat dengan kehidupan masyarakat modern, yakni budaya kerja berlebihan atau hustle culture.

Dalam film ini, rasa lelah, kurang tidur, tekanan target, hingga eksploitasi pekerja menjadi sumber utama kengerian yang dibangun secara intens sepanjang cerita, Sosok Bos Maryati yang diperankan Didik Nini Towok tampil mencolok dengan senyum ramah namun menyimpan aura mengintimidasi, Karakter tersebut menjadi simbol kekuasaan yang manipulatif di balik rutinitas kerja yang tampak biasa.

“Monster Pabrik Rambut bukan sekadar film horor, tetapi juga refleksi tentang tekanan hidup yang sering dianggap normal,Teror hadir dari rutinitas yang kita jalani setiap hari,” ungkap Edwin.

Nuansa retro yang menjadi kekuatan utama film ini juga terasa sangat kental lewat penggunaan practical effect tanpa bantuan CGI.

Edwin bersama tim artistik menyulap Studio PFN menjadi pabrik rambut raksasa lengkap dengan tumpukan rambut asli, manekin, prostetik, hingga berbagai properti industri wig yang menciptakan atmosfer suram dan mengganggu.

Untuk mendukung visual yang unik tersebut, Edwin menggandeng penata artistik Menfo Tantono, peraih Piala Citra FFI 2024, Hasilnya dunia dalam Monster Pabrik Rambut tampil detail, liar, eksentrik, namun tetap memiliki sentuhan artistik khas film-film retro Indonesia era 1980-an.

Film produksi Palari Films ini juga menjadi proyek kolaborasi internasional yang melibatkan lima negara yakni Indonesia, Singapura, Jepang, Jerman, dan Prancis, Sebelum tayang di Indonesia, film ini lebih dahulu mencuri perhatian dunia lewat penayangan perdana di Berlin International Film Festival 2026 dan sejumlah festival film internasional lainnya seperti Brussels Fantastic Film Festival serta Hong Kong International Film Festival 2026.

Dengan pendekatan visual berani, kritik sosial yang tajam, serta konsep horor yang tidak biasa, Monster Pabrik Rambut diprediksi menjadi salah satu film Indonesia paling unik tahun ini.

Saksikan teror lembur yang berubah menjadi mimpi buruk dalam Monster Pabrik Rambut, mulai 4 Juni 2026 di bioskop seluruh Indonesia.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!