Usia 69 tahun bukan sekadar angka. Ia adalah perjalanan panjang sebuah lembaga pendidikan dalam menanamkan ilmu, membentuk karakter, dan melahirkan generasi yang kelak menentukan wajah Kabupaten Buru di masa depan.
Semangat itu terasa dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-69 SMP Negeri 1 Buru yang mengusung tema “Mengukir Prestasi, Membangun Negeri, Menuju Bupolo Berseri.”, Kamis, (1/10/2026)
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Buru Ikram Umasugi, Wakil Bupati Buru Sudarmo, Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Aziz Tomia, sejumlah anggota DPRD Kabupaten Buru, serta unsur Forkopimda.
Kapolres Buru diwakili Kapolsek Namlea.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Buru Juana Umaternate, S.Pd., M.Pd., Direktur RSUD Lala Halija Wael, para dewan guru, siswa-siswi SMP Negeri 1 Buru, orang tua, alumni, dan sejumlah undangan lainnya.
Peringatan HUT ke-69 tersebut tidak hanya menjadi seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ruang untuk kembali melihat perjalanan SMP Negeri 1 Buru sebagai salah satu bagian penting dari sejarah pendidikan di Kabupaten Buru.
Enam puluh sembilan tahun adalah rentang waktu yang panjang. Banyak generasi telah melewati ruang-ruang kelas sekolah ini.
Sebagian di antaranya kemudian menjadi guru, birokrat, politisi, pengusaha, tokoh masyarakat, hingga pemimpin daerah.
Karena itu, sekolah tidak hanya dituntut mencetak siswa yang mampu menjawab soal-soal ujian. Sekolah juga memiliki tugas yang jauh lebih besar: membentuk manusia yang mampu menjawab persoalan zamannya.
Bupati: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Generasi
Dalam sambutannya, Bupati Buru Ikram Umasugi menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang SMP Negeri 1 Buru yang telah memberikan kontribusi terhadap pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Buru.
Menurutnya, usia 69 tahun harus menjadi momentum evaluasi sekaligus energi baru bagi seluruh keluarga besar sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Bupati menekankan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, ekonomi, maupun pembangunan fisik. Di balik semua itu terdapat satu fondasi utama, yakni manusia yang berkualitas.
“Sekolah adalah tempat kita menyiapkan generasi masa depan. Karena itu, prestasi bukan hanya tentang siapa yang mendapatkan juara, tetapi bagaimana kita membentuk anak-anak yang memiliki karakter, disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap daerahnya,” demikian pesan Bupati dalam sambutannya.
Ikram juga mengajak para guru untuk terus menjadi teladan bagi peserta didik. Guru, kata dia, bukan sekadar menyampaikan pelajaran, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan masa depan anak-anak Buru.
Kepada para siswa, Bupati berpesan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pendidikan.
“Kalian adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan Kabupaten Buru. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, hormati guru dan orang tua, serta teruslah bermimpi untuk mencapai prestasi,” pesan Bupati.
Ia berharap tema “Mengukir Prestasi, Membangun Negeri, Menuju Bupolo Berseri” tidak berhenti sebagai slogan di atas spanduk.
Tema tersebut harus diterjemahkan dalam kerja nyata seluruh warga sekolah.
Sebab, Bupolo Berseri tidak akan lahir hanya dari pembangunan gedung dan jalan, tetapi juga dari lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, berprestasi dan mencintai negerinya.
HUT Sekolah Berbuah Kepedulian
Hal menarik lainnya dalam rangkaian HUT ke-69 SMP Negeri 1 Buru adalah adanya kegiatan pelelangan untuk penggalangan dana pembangunan Masjid Darul Ilmi SMP Negeri 1 Buru.
Dalam kegiatan tersebut, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp 50 juta 2 ratus ribu.
Penggalangan dana tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan tidak harus berhenti pada persoalan akademik.
Sekolah juga dapat menjadi ruang tumbuhnya solidaritas, gotong royong dan kepedulian sosial.
Masjid Darul Ilmi sendiri diharapkan menjadi bagian dari lingkungan pendidikan yang tidak hanya membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga memperkuat pembinaan spiritual dan moral para peserta didik.
Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Anak-anak tidak hanya berhadapan dengan buku dan ruang kelas, tetapi juga dengan derasnya arus informasi, teknologi digital dan perubahan sosial.
Karena itu, sekolah harus menjadi tempat di mana ilmu pengetahuan berjalan beriringan dengan karakter, prestasi berjalan bersama akhlak, dan kecerdasan tumbuh bersama kepedulian.
69 Tahun, Bukan Saat Berhenti
Peringatan HUT ke-69 SMP Negeri 1 Buru pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu.
Ia adalah pengingat bahwa sebuah sekolah yang telah bertahan hampir tujuh dekade memiliki tanggung jawab untuk menatap masa depan dengan lebih serius.
Generasi yang hari ini duduk di bangku SMP akan menjadi bagian dari wajah Buru pada 10, 20 bahkan 30 tahun mendatang.
Merekalah yang kelak akan menentukan apakah Buru menjadi daerah yang hanya kaya sumber daya alam, atau menjadi daerah yang juga kaya akan sumber daya manusia yang unggul.
Maka, “Mengukir Prestasi, Membangun Negeri, Menuju Bupolo Berseri” bukan sekadar tema HUT.
Ia adalah pesan bahwa setiap prestasi seorang siswa, setiap ketulusan seorang guru, setiap dukungan orang tua dan setiap kepedulian masyarakat merupakan bagian kecil dari pekerjaan besar membangun masa depan Bupolo.
SMP Negeri 1 Buru telah melewati 69 tahun perjalanan. Kini, sejarah baru sedang ditulis oleh generasi yang hari ini berdiri di halaman sekolahnya.
(Mus Latuconsina)