Media Istana
Melati Jaya, 16 Mei 2026
Kampung Melati Jaya yang terletak di Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, kini mencatatkan langkah maju dalam pembangunan pertanian daerah. Masyarakat setempat bersama pemerintah kampung secara resmi mengembangkan terobosan baru dengan membudidayakan tanaman cokelat dan kopi jenis Liberika sebagai komoditas unggulan, guna mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan taraf ekonomi warga.
Selama ini, sebagian besar lahan pertanian di Kampung Melati Jaya dimanfaatkan untuk tanaman pangan seperti padi dan palawija. Kendati cukup produktif, hasil pertanian tersebut bersifat musiman dan memiliki nilai jual yang relatif terbatas. Berangkat dari kondisi tersebut, pemerintah kampung berkoordinasi dengan Dinas Perkebunan Kabupaten Berau merancang program diversifikasi pertanian dengan menanam dua komoditas bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Kampung Melati Jaya menyampaikan bahwa pemilihan cokelat dan kopi Liberika bukan tanpa alasan. Kondisi geografis wilayah yang berupa dataran rendah hingga perbukitan, dengan jenis tanah yang subur serta curah hujan yang memadai, dinilai sangat cocok untuk pertumbuhan kedua tanaman ini.
“Kopi Liberika memiliki keunggulan spesifik, yakni tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta mampu tumbuh baik di lahan yang kurang cocok bagi jenis kopi lain. Selain itu, cita rasanya yang khas dan beraroma buah menjadikan kopi asal Berau ini mulai dicari pasar luar daerah,” ujar Kepala Kampung Melati Jaya, Sutrimo kepada Media Istana
Sementara itu, cokelat dipilih karena merupakan salah satu komoditas andalan Kabupaten Berau yang permintaannya terus meningkat baik di pasar nasional maupun ekspor. Melalui program ini, warga diharapkan mendapatkan pendampingan teknis mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga cara pengolahan pasca panen agar menghasilkan biji berkualitas tinggi.
Saat ini, pengembangan lahan perkebunan cokelat dan kopi telah mencapai puluhan hektare dan melibatkan puluhan kepala keluarga yang tergabung dalam kelompok tani. Kedua jenis tanaman ini bersifat tahunan, sehingga sekali tanam dapat berproduksi hingga puluhan tahun lamanya, menjadikannya sebagai tabungan jangka panjang bagi keluarga petani.
Dalam jangka panjang, pemerintah kampung juga merencanakan pembangunan unit pengolahan sederhana aga hasil panen tidak lagi dijual dalam bentuk bahan mentah saja, melainkan produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi dan dapat dikenal luas sebagai produk unggulan Kampung Melati Jaya.
Dengan terobosan ini, harapannya sektor pertanian di Kecamatan Gunung Tabur semakin berkembang, kemandirian ekonomi masyarakat terwujud, dan nama Kampung Melati Jaya semakin bersinar melalui produk perkebunan berkualitasnya.