32.7 C
Jakarta
BerandaInfo“KATONG SAMUA BASUDARA”: Semangat Pattimura Menjaga Persatuan dan Masa Depan Maluku

“KATONG SAMUA BASUDARA”: Semangat Pattimura Menjaga Persatuan dan Masa Depan Maluku

Jakarta, Mediaistana.com
Hari Pattimura bukan sekadar tanggal di kalender. Ini pengingat bahwa Maluku pernah melahirkan keberanian yang mengguncang sejarah. Thomas Matulessy, atau Kapitan Pattimura, mengajarkan bahwa keberanian tanpa persatuan adalah sia-sia. Nilai itu masih relevan hari ini: keberanian, persatuan, kerja keras, dan cinta kepada rakyat.

Pesan sederhana “Katong samua basudara, jang baku benci” harus terus hidup di setiap kampung, di setiap pulau. Perbedaan agama, adat, dan latar belakang bukan alasan untuk pecah. Justru di sanalah kekuatan Maluku. Falsafah “Ale Rasa Beta Rasa” mengajarkan kita untuk merasa sakit dan senang bersama. Di atas dasar itu, Maluku bisa membangun kehidupan yang damai, saling menghormati, dan saling menopang.

Maluku adalah anugerah. Lebih dari 92% wilayahnya adalah laut. Laut Maluku bukan hanya indah, tapi juga lumbung ikan nasional dengan potensi lebih dari 4,6 juta ton per tahun—tuna, cakalang, tongkol, dan hasil laut lain yang menjadi kekuatan ekonomi bangsa. Rempah dan pariwisata bahari menambah kekayaan itu. Di darat, Proyek Gas Abadi Blok Masela di Tanimbar diproyeksikan menjadi salah satu proyek gas terbesar di Asia Tenggara. Jika dikelola dengan baik, proyek ini bisa membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia.

Kekayaan Maluku bukan hanya alam. Orang Maluku telah melahirkan tokoh-tokoh yang namanya tercatat dalam sejarah bangsa: Johannes Leimena, Martha Christina Tiahahu, Glenn Fredly, dan ratusan putra-putri lain yang mengabdi di pemerintahan, TNI/Polri, pendidikan, olahraga, seni, kesehatan, hingga pelayanan masyarakat. Ini bukti bahwa semangat Pattimura tidak pernah padam. Ia hidup dalam setiap anak Maluku yang memilih maju melalui pendidikan, menjaga nama baik daerah, dan menolak perpecahan.

Masa depan Maluku ditentukan oleh satu hal: apakah kita tetap hidup sebagai _basudara_. Maluku akan kuat dan maju bila masyarakatnya bersatu, damai, dan saling mendukung. Tidak ada pembangunan yang bertahan di atas perpecahan. Tidak ada masa depan yang cerah bila kita saling mencurigai.

Semangat Pattimura hari ini bukan mengajak kita berperang dengan senjata, tapi berjuang melawan kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan. Seperti katanya, “Lebih baik mati melawan daripada hidup dijajah.” Mari kita lawan dengan persatuan, dengan kerja keras, dan dengan cinta kepada tanah Maluku.

*Katong samua basudara.* Mari kita jaga itu sampai kapan pun.

Jeannie Latumahina, Ketua Umum RPA Indonesia, (15 Mei 2026).

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!