Media Istana
Pulau Besing, 11 Juni 2026
Kampung Pulau Besing, yang dikenal sebagai habitat alami bekantan di Kabupaten Berau, kini memiliki andalan ekonomi baru yang ramah lingkungan: Kelapa Genjah Entok. Varietas kelapa lokal ini dikembangkan sebagai komoditas perkebunan unggulan yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan warga, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem pesisir.
Berbeda dengan kelapa biasa yang tumbuh tinggi hingga puluhan meter, Kelapa Genjah Entok memiliki keistimewaan tersendiri. Pohonnya hanya setinggi 4–6 meter, mulai berbuah pada usia 2,5 hingga 3 tahun, dan mampu menghasilkan 80–120 butir setiap tahunnya. Kualitas buahnya pun sangat baik—airnya manis segar, dagingnya tebal, dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai jual tinggi seperti santan, kopra, gula kelapa, hingga kerajinan tangan.
Yang paling penting, pengembangan komoditas ini dilakukan dengan prinsip tidak merusak alam. Sesuai kesepakatan bersama, lahan perkebunan hanya dikembangkan di zona penyangga dan lahan kering yang tidak termasuk kawasan inti tempat tinggal dan berkembang biaknya bekantan. Bahkan, akar pohon kelapa ini berperan penting memperkuat tepian sungai dan mencegah abrasi pantai.
“Kami tidak ingin membangun ekonomi dengan merusak rumah satwa dan hutan bakau. Kelapa Genjah Entok adalah solusi tepat tumbuhnya rendah, tidak mengganggu lingkungan, dan hasilnya bisa dinikmati dalam waktu singkat,” ujar Supandi Paridana, Kepala Kampung Pulau Besing.
Sekarang kami bersyukur setelah Pemerintah Daerah Membuat Jembatan Penghubung, masyarakat tidak lagi menggunakan ketinting menuju ke Kampung Sebelah ( Merancang ). masyarakat bisa menyalurkan hasil tanamannya ke kampung merancang atau ke ibukota. Namun diakui bahwa jika orang – orang tua dulu bekerjanya sebagai petani. saat ini tidak ada penerusnya. Kebanyakan anak – anak muda sekarang memilih bekerja yang instan. Mereka lebih senang bekerja di perusahan tambang jika di bandingkan bekerja sebagai petani. Ungkap Pak Supandi
Bagi warga setempat, komoditas ini menjadi harapan baru selain dari hasil laut. “Dulu penghasilan kami hanya mengandalkan musim ikan. Sekarang ada kelapa yang bisa dipanen sepanjang tahun, alam tetap terjaga, dan bekantan tetap aman hidup di sini,” ungkap salah seorang petani, Ahmad.
Pengembangan Kelapa Genjah Entok di Pulau Besing membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Daerah ini kini tidak hanya dikenal sebagai tujuan wisata alam dan konservasi, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan sumber daya alam yang bijak dan berkelanjutan.