Mamasa, Media Istana Com — Selasa, 11 November 2025.Kegiatan Konferensi atau Pemilihan Pengurus Cabang Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Aralle digelar di aula kantor Kecamatan Aralle, Kabupaten Mamasa. Acara ini berlangsung penuh semangat dan dihadiri oleh para guru dari berbagai jenjang pendidikan di wilayah tersebut.
Koordinator Wilayah Pendidikan Kecamatan Aralle, Muhayyang, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa konferensi seperti ini dilaksanakan setiap lima tahun sekali, dengan tujuan memperkuat organisasi PGRI sebagai mitra pemerintah dalam membangun dunia pendidikan.

> “Konferensi ini dihadiri oleh para pengurus dan anggota PGRI mulai dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP. Hanya saja, kami menyayangkan karena dari jenjang SMA tidak ada yang hadir, entah apa alasannya,” ungkap Muhayyang.
Lebih lanjut, Muhayyang menjelaskan bahwa kegiatan konferensi ini dibiayai melalui partisipasi seluruh anggota PGRI di wilayah Kecamatan Aralle. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
> “PGRI adalah wadah perjuangan bagi guru. Dari cabang, kabupaten, provinsi, hingga pusat, organisasi ini terus memperjuangkan kesejahteraan dan hak-hak guru,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Muhayyang juga menyampaikan aspirasi terkait persoalan yang dihadapi para guru dua tahun terakhir, khususnya mengenai kewajiban mengikuti DPJ (Distribusi Pemetaan Jam) yang berdampak pada berkurangnya jam mengajar bagi sebagian guru. Akibatnya, banyak guru kehilangan hak untuk menerima tunjangan sertifikasi.
> “Kami berharap kepada pemerintah daerah, baik melalui Ketua PGRI Kabupaten Mamasa Enos Siaga, S.Pd, Kepala Dinas Pendidikan Rusdy, S.Pd., M.Pd., maupun Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, agar memperjuangkan nasib guru di tingkat pusat. Jam mengajar 24 jam bagi guru bersertifikasi sangat memberatkan, terutama di tingkat SD dan SMP. Banyak guru yang akhirnya tidak bisa menerima tunjangan karena kekurangan jam mengajar, termasuk saya sendiri,” ungkapnya.
Acara konferensi PGRI Kecamatan Aralle turut dihadiri oleh Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mamasa Rusdy, S.Pd., M.Pd., Ketua PGRI Kabupaten Mamasa Enos Siaga, S.Pd., Camat Aralle, Kapolsek Aralle, serta para guru dari berbagai sekolah di wilayah tersebut.
Konferensi ini sekaligus menjadi ajang pemilihan kepengurusan baru PGRI Kecamatan Aralle, menggantikan pengurus lama. Dalam hasil pemilihan, Irmayanti, S.Pd. terpilih sebagai Ketua Umum menggantikan Hj. Daharia, S.Pd. Adapun susunan pengurus baru sebagai berikut:
Ketua I: Seseltut
Ketua II: Annuar Regen
Sekretaris I: Masriawati
Sekretaris II: Yusuf
Bendahara: Srihartani
Bidang-bidang yang dibentuk:
1. Kaderisasi dan Organisasi: Sudarmono
2. Pembangunan Profesi dan Karir Guru: Hj. Daharia
3. Penegakan Kode Etik dan Advokasi: Nursan
4. Bantuan Hukum dan Perlindungan Profesi
5. Penelitian dan Pengabdian Masyarakat: Efrianto Patanak
6. Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Pendidikan: Imanuel
7. Kerja Sama dan Pengembangan Usaha: Supardi
8. Kesejahteraan dan Ketenagakerjaan: Sarmin
9. Pemberdayaan Perempuan: Nurmawati
10. Keanggotaan dan Digitalisasi Organisasi: Soleman
11. Komunikasi dan Informasi: Diwi Masita
12. Olahraga, Seni, dan Budaya: Sugiarto
13. Pembinaan Kerohanian dan Karakter Bangsa: Hasbi
14. Hubungan Antar Lembaga: Musliati
15. Pengembangan Pendidikan Khusus dan Non Formal: Nurmaeni
Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan harapan besar agar kepengurusan baru PGRI Kecamatan Aralle dapat membawa semangat baru dalam memperjuangkan hak-hak guru serta meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Mamasa.
(Nurdin/Media Istana Com)