Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.
Di tengah dinamika politik lokal yang kerap diwarnai kompetisi, kabar tentang ucapan selamat dari Plt Ketua DPC PPP Kabupaten Buru, La Lidu Buton, kepada M. Rum Soplestuny justru menghadirkan nuansa yang menyejukkan. Politik, dalam wajah terbaiknya, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan, melainkan ruang silaturahmi gagasan dan kolaborasi untuk kepentingan publik.
Terpilihnya M. Rum Soplestuny sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Buru periode 2025–2030 secara aklamasi bukan hanya menandakan kuatnya konsolidasi internal partai, tetapi juga mencerminkan kepercayaan besar yang dititipkan kepadanya. Aklamasi, dalam konteks ini, bukan sekadar prosedur, melainkan simbol kesepahaman dan harapan kolektif akan kepemimpinan yang mampu merangkul serta menggerakkan.
Ucapan yang disampaikan La Lidu Buton patut diapresiasi sebagai cerminan kedewasaan politik. Di tengah perbedaan warna dan kepentingan partai, terselip kesadaran bahwa pembangunan daerah tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Ada kepentingan yang lebih besar dari sekadar identitas politik—yakni kesejahteraan masyarakat Kabupaten Buru.
Pesan yang disampaikan juga mengandung makna penting: bahwa perbedaan pilihan politik bukanlah sekat yang memisahkan, melainkan energi yang memperkaya. Dalam perbedaan itulah lahir dialog, dalam dialog tumbuh solusi, dan dari solusi terbangun kemajuan.
Kini, tantangan sesungguhnya berada di pundak kepemimpinan baru Partai Golkar Kabupaten Buru. Harapan agar partai semakin solid, progresif, dan mampu menjadi mitra strategis bukanlah sekadar ucapan seremonial. Ia adalah panggilan untuk bekerja nyata, menghadirkan kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
Pada akhirnya, editorial ini melihat bahwa apa yang terjadi di Kabupaten Buru bukan sekadar pergantian kepemimpinan partai. Ini adalah cermin kecil dari harapan besar: bahwa politik lokal dapat tumbuh lebih dewasa, lebih inklusif, dan lebih berorientasi pada kemaslahatan bersama. Dan dari sana, masa depan daerah dibangun—bukan oleh satu partai, tetapi oleh kebersamaan.