MALAM YANG HANGAT BERSAMA WARGA.Kunjungan Presiden Prabowo ke Hunian Baru Warga Relokasi Senen

Mereka adalah warga yang selama bertahun-tahun akrab dengan deru lokomotif, getaran rel, dan ketidakpastian. Kini, mereka telah menempati hunian yang lebih layak.

 

JAKARTA–Mediaistana : Jumat malam, 28 Agustus 2026. Udara Jakarta yang biasanya pekat oleh debu dan bising klakson, malam itu terasa berbeda di sebuah kawasan hunian baru untuk warga relokasi Senen.

Selepas menyelesaikan rangkaian kegiatan kenegaraan di Istana Merdeka, Presiden Prabowo Subianto tidak langsung beristirahat. Pukul 20.00 WIB lebih, iring-iringan kendaraan kepresidenan justru bergerak ke arah timur, menuju lokasi di mana puluhan keluarga yang belasan tahun hidup di pinggir rel kereta api Stasiun Senen kini memulai lembaran baru.

Mereka adalah warga yang selama bertahun-tahun akrab dengan deru lokomotif, getaran rel, dan ketidakpastian. Kini, mereka telah menempati hunian yang lebih layak.

Kunjungan itu bukan sekadar seremoni.

Di catatan Istana, Presiden pernah berjanji: relokasi bukan hanya soal memindahkan, tapi memanusiakan. Membangunkan rumah, memastikan kehidupan yang lebih aman. Dan malam itu, janji itu ia tepati dengan datang langsung.

Pantauan di lokasi, kehadiran Prabowo disambut tanpa sekat. Tidak ada panggung tinggi, tidak ada jarak protokoler yang kaku. Warga – para ibu yang menggendong anak, bapak-bapak yang baru pulang bekerja, hingga anak-anak kecil – menyeruak mendekat.

“Makasih, Pak…”

“Sehat-sehat, Pak Presiden…”,

Ucapan terima kasih itu meluncur polos. Ada yang menyelipkan doa, ada yang hanya menatap haru sambil menggenggam tangan Presiden erat-erat. Rasa syukur yang selama ini mungkin hanya mereka bisikkan di dalam rumah petak di pinggir rel, malam itu tumpah di hadapan orang nomor satu di republik.

Prabowo tampak tidak terburu-buru. Ia berhenti di beberapa titik, berbincang. Menanyakan kabar, menanyakan air, listrik, apakah anak-anak sudah bisa sekolah dengan lebih tenang.

Dalam perbincangan singkat itu, ia menitipkan satu pesan yang sederhana namun penting: rawatlah.,

Lingkungan yang sudah baik ini, kata Presiden, hanya akan tetap baik jika dirawat bersama-sama. Bukan hanya oleh pemerintah, tapi oleh warga yang tinggal di dalamnya. Menjaga kebersihan, menjaga keamanan, menjaga kerukunan.

Sebuah pesan tentang kepemilikan. Bahwa hunian baru ini bukan sekadar proyek negara, melainkan rumah mereka sendiri.

Hingga larut, suasana hangat itu masih menggantung. Lampu-lampu di hunian baru itu menyala lebih terang dari biasanya.

Bagi warga eks pinggir rel Senen, malam 28 Agustus itu mungkin akan menjadi penanda: bahwa negara pernah hadir tepat di depan pintu rumah mereka. Tidak hanya membangunkan dinding dan atap, tetapi memastikan bahwa di balik dinding itu, sebuah kehidupan baru yang lebih layak, aman, dan nyaman benar-benar bisa dimulai. (Ris1)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!