Milenial Talk di Namlea: Yayasan Bina Umat Ajak Generasi Muda Memahami Perubahan Zaman

 

Namlea-Memahami generasi baru bukan sekadar mengenali perubahan zaman, tetapi juga belajar mendengar suara anak muda, membaca kegelisahan mereka, dan membuka ruang bagi gagasan yang menentukan masa depan.

Semangat itulah yang melandasi kegiatan Milenial Talk yang digelar Yayasan Bina Umat di Halo Kopi Namlea, Kabupaten Buru, Sabtu (10/10/2026), dengan mengusung tema “Memahami Generasi Baru”.

Kegiatan ini menghadirkan dua pemateri, yakni Mujibu Rahman, S.Pd., Gr., serta Ustadzah Marissa, M.Pd., pemerhati kaum muda. Sejumlah pemuda dan mahasiswa dari Kecamatan Namlea maupun dari luar Namlea turut hadir untuk mengikuti diskusi yang menempatkan generasi muda sebagai bagian penting dari perubahan sosial.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Bina Umat membuka ruang dialog bagi kaum muda untuk memperluas wawasan, membangun kesadaran, serta memahami tantangan yang dihadapi generasi mereka di tengah perkembangan zaman.

Di era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan perubahan pola pikir masyarakat, generasi muda menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Mereka memiliki akses informasi yang luas, tetapi juga berhadapan dengan persoalan identitas, pergaulan, karakter, tanggung jawab, serta tuntutan untuk mempersiapkan masa depan.

Karena itu, memahami generasi baru tidak cukup dengan menghakimi perilaku mereka berdasarkan ukuran generasi sebelumnya. Diperlukan pendekatan yang lebih terbuka, dialog yang setara, serta pendampingan yang mampu menjembatani perbedaan cara pandang antargenerasi.

Dalam konteks inilah, Milenial Talk menjadi ruang yang relevan. Pemuda dan mahasiswa tidak hanya membutuhkan nasihat, tetapi juga kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, bertukar gagasan, dan menemukan arah di tengah perubahan zaman.

Tema “Memahami Generasi Baru” menyimpan pesan penting bahwa anak muda tidak boleh hanya menjadi objek pembicaraan. Mereka harus diberi ruang untuk terlibat aktif dalam percakapan mengenai masa depan, sekaligus didorong agar mampu mengambil peran secara positif di tengah masyarakat.

Kehadiran peserta dari Namlea dan luar Namlea juga menjadi kesempatan untuk mempertemukan beragam pandangan dan pengalaman. Pertukaran gagasan semacam ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kritis, solidaritas, serta semangat berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Bagi Yayasan Bina Umat, penyelenggaraan kegiatan semacam ini menjadi bagian dari upaya membangun ruang pembelajaran dan dialog bagi generasi muda. Sebab, pembentukan karakter tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui diskusi, interaksi sosial, keteladanan, dan keberanian untuk berpikir secara terbuka.

Lebih dari sekadar pertemuan di sebuah kedai kopi, Milenial Talk diharapkan menjadi awal tumbuhnya tradisi intelektual anak muda di Kabupaten Buru—tradisi yang menjadikan dialog sebagai jalan memahami persoalan dan gagasan sebagai bekal melakukan perubahan.

Sebab, masa depan tidak cukup diwariskan melalui kata-kata. Ia harus dipersiapkan melalui pendidikan, pembentukan karakter, keberanian berpikir, dan kesediaan generasi yang lebih tua untuk memahami generasi yang sedang tumbuh.

Memahami generasi baru berarti berhenti sekadar bertanya mengapa anak muda berubah, lalu mulai mencari tahu bagaimana perubahan itu dapat diarahkan menjadi kekuatan.

Dari ruang-ruang dialog seperti yang diinisiasi Yayasan Bina Umat ini, harapan bagi lahirnya generasi muda Buru yang berkarakter, berpengetahuan, berintegritas, dan bertanggung jawab patut terus ditumbuhkan. Karena ketika anak muda diberi ruang untuk berpikir dan didampingi untuk bertumbuh, di sanalah fondasi masa depan daerah mulai dibangun.

(Mus Latuconsina)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!