Jakarta, Mediaistana.Com – Aliansi Jurnalis Bersatu menjadikan kegiatan gathering di kawasan Puncak bukan sekadar agenda kebersamaan, tetapi juga momentum lahirnya kepedulian baru terhadap pelestarian alam dan ekosistem sungai pegunungan.
Selama kegiatan yang berlangsung Selasa (6/5/2026) rombongan jurnalis yang dipimpin Ketua Umum AJB, Andi Mulyati Pananrangi,SE dibuat terkesima oleh keberadaan aliran sungai alami yang masih terjaga kejernihannya di tengah kawasan wisata Puncak.

Aliran air yang mengalir di sela bebatuan besar, dipadukan dengan udara dingin khas pegunungan, menghadirkan panorama alami yang memunculkan refleksi mendalam tentang pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan di tengah pesatnya pembangunan wisata.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Mulyati Pananrangi, SE menegaskan bahwa alam tidak hanya menjadi objek wisata semata, melainkan bagian penting dari kehidupan masyarakat yang harus dirawat bersama.
“Alam memiliki cara sendiri untuk mengingatkan manusia agar tidak serakah, Sungai yang bersih dan hutan yang hijau adalah warisan yang harus dijaga, bukan dieksploitasi,” ujarnya di sela kegiatan gathering.
Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap isu lingkungan hidup, Media dinilai mampu menjadi jembatan edukasi agar masyarakat lebih peduli terhadap ancaman kerusakan alam, pencemaran sungai, hingga eksploitasi kawasan wisata yang berlebihan.

Selain mempererat solidaritas antaranggota, gathering AJB juga diisi dengan diskusi santai mengenai peran media dalam mengangkat isu konservasi alam, wisata berkelanjutan, serta pentingnya menjaga ekosistem pegunungan di wilayah Jawa Barat.
Sejumlah anggota AJB menilai kawasan sungai di Puncak tersebut memiliki potensi besar menjadi destinasi wisata alam unggulan apabila dikelola secara bijak tanpa merusak lingkungan,Mereka berharap pemerintah daerah, pengelola wisata, dan masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan sungai serta mempertahankan keasrian alam Puncak yang selama ini dikenal sebagai paru-paru hijau Jawa Barat.
Kegiatan ini pun meninggalkan pesan kuat bahwa perjalanan seorang jurnalis tidak hanya sebatas mencari berita, tetapi juga menghadirkan kepedulian dan suara bagi kelestarian alam yang mulai terancam oleh perubahan zaman.