Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
Kirab Budaya Mahkota Binokasih yang digelar di Kota Bogor menjadi pengingat penting bagi generasi muda tentang sejarah, jati diri, dan nilai luhur budaya Sunda yang diwariskan para leluhur. Sabtu, 09/05/2026.
Mahkota Binokasih Sanghyang Pake bukan hanya simbol kemegahan berlapis emas. Di baliknya tersimpan perjalanan panjang peradaban Sunda dan legitimasi kepemimpinan yang pernah berpindah dari Pakuan Pajajaran demi menjaga keberlangsungan nilai serta kehormatan budaya.
Melalui Kirab Budaya yang kembali digelar di Bogor, semangat Mahkota Binokasih seolah pulang ke tanah sejarahnya. Kehadiran kirab budaya ini disambut antusias masyarakat yang memadati jalur kirab sambil mengenakan pakaian adat Sunda dan membawa semangat pelestarian budaya.
Pesan utama yang diangkat dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga nilai “Asih, Asah, Asuh” sebagai akar kekuatan masyarakat Sunda. Nilai Asih mengajarkan kasih sayang dan kepedulian, Asah menanamkan pentingnya ilmu dan pembelajaran, sementara Asuh menjadi simbol tuntunan dan kebijaksanaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Generasi muda atau wiramuda diharapkan tidak hanya mengenal Mahkota Binokasih sebagai benda pusaka, tetapi juga memahami filosofi besar yang diwariskan leluhur Sunda. Sebab, budaya bukan sekadar seremoni, melainkan fondasi moral dan identitas yang harus terus dirawat di tengah perkembangan zaman.
Kirab Budaya Mahkota Binokasih juga menjadi momentum untuk menghidupkan kembali kesadaran sejarah masyarakat Sunda, khususnya di Bogor yang memiliki kaitan erat dengan kejayaan Pakuan Pajajaran pada masa lalu.
Dengan semangat budaya yang terus dijaga, masyarakat diajak merawat ingatan kolektif tentang kearifan leluhur demi membangun masa depan yang lebih bermartabat, berkarakter, dan berakar pada identitas budaya sendiri.