Probolinggo, Mediaistana.com
Ribuan warga memadati sepanjang rute Pawai Budaya Kelurahan Wonoasih Tahun 2026. Agenda tahunan yang digelar ini menjadi penutup liburan sekolah tahun ajaran 2026-2027 sekaligus ajang menampilkan seni budaya dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Minggu (12/7/2026).
Pawai dimulai pukul 10.00 WIB dari Jalan Anggur, perbatasan Kelurahan Wonoasih dengan Kedungsupit, dan berakhir di depan Kantor Kecamatan Wonoasih. Sebanyak 16 kontingen dari RW dan berbagai lembaga di Kelurahan Wonoasih turut serta memeriahkan.

Acara dibuka Sekretaris Daerah Kota Probolinggo Budiono Wirawan yang hadir mewakili Wali Kota dr. Aminudin. Seremonial pembukaan ditandai pelepasan 15 kurungan burung merpati, masing-masing berisi 10 ekor, dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim.
Lurah Wonoasih Hasim Irawanto mengatakan, pawai tahun ini menjadi momentum memperkenalkan kesenian tradisional yang jarang tampil. Di antaranya musik gali-gali Gederegetakan dan Pencak Silat Cimande.

Harapannya ke depan kesenian ini bisa diundang perangkat daerah. Pencak Silat Cimande juga akan memperagakan bagaimana carok itu sebenarnya terjadi sebagai bagian seni tradisi, terangnya.
Sebagai simbol potensi unggulan wilayah, Hasim juga menyerahkan buah pisang Cavendish kepada Sekda Budiono Wirawan. Buah tersebut merupakan hasil pertanian masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Budiono Wirawan mengapresiasi semangat gotong royong warga. Ia menyebut pawai budaya memiliki nilai strategis untuk menjaga kelestarian budaya dan memperkuat identitas daerah.
Pawai ini bukan sekadar hiburan, tetapi sarana melestarikan warisan leluhur dan mengedukasi generasi muda. Dengan tema ‘Semarak Budaya Lokal Menuju Kelurahan Wonoasih Sajen Sae’, kita bangun kolaborasi masyarakat dan pemerintah, ujarnya.

Selama pawai, setiap kontingen diberi waktu maksimal 10 menit. Panitia juga menggelar lomba penampilan terbaik dengan dewan juri Sekda Budiono, Kepala Dispopar M. Abas, dan Camat Wonoasih Eko Candra.
Tak hanya pesta budaya, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi. Siti Romlah, pelaku UMKM, mengaku omzetnya meningkat tajam. Kegiatan seperti ini sangat membantu. Kami berharap ke depan disediakan lokasi yang lebih nyaman bagi pedagang kecil, katanya.