mediaistana.com
Cianjur, 17 April 2026 – Dedikasi seorang anggota kepolisian kembali menjadi sorotan. Di tengah keterbatasan akses pendidikan di wilayah pelosok, seorang Bhabinkamtibmas Polres Cianjur menunjukkan kepedulian nyata dengan turun langsung menjadi tenaga pengajar bagi anak-anak di daerah terpencil.
Adalah Bripka Bayu Angga Kusumanegara, anggota Polsek Mande, yang secara sukarela mengajar Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Jihad, Kampung Gunung Jantung, Desa Leuwikoja, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Aksi sosial ini bermula dari keprihatinannya terhadap kondisi sekolah yang mengalami krisis tenaga pengajar. Minimnya jumlah guru serta akses yang sulit membuat proses belajar mengajar tidak berjalan optimal.
Sejak tahun 2022, Bripka Bayu rutin mengajar siswa kelas 5 dan 6 dengan materi dasar Bahasa Inggris. Kegiatan ini dilakukan tanpa imbalan, murni sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Perjalanan menuju lokasi sekolah pun tidak mudah. Ia harus menempuh waktu hampir dua jam dengan medan jalan yang terjal dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berbagi ilmu.
Kehadiran Bripka Bayu menjadi angin segar bagi pihak sekolah. Di tengah keterbatasan fasilitas dan jumlah tenaga pengajar yang minim, kontribusinya sangat membantu keberlangsungan pendidikan bagi puluhan siswa di wilayah tersebut.
Selain mengajar, ia juga turut berupaya membantu peningkatan fasilitas sekolah secara bertahap, termasuk mendorong adanya bantuan listrik dan perbaikan sarana belajar.
Program ini merupakan bagian dari pendekatan humanis Polri melalui kegiatan “Police Goes to School”, yang tidak hanya berfokus pada keamanan, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, khususnya di daerah terpencil.
Bripka Bayu berharap, kehadirannya dapat memberikan motivasi bagi anak-anak di pelosok agar tetap semangat belajar dan tidak tertinggal dari siswa di perkotaan.
“Pendidikan adalah kunci masa depan. Anak-anak di desa juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.
Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa pengabdian tidak selalu harus besar, namun harus nyata dan berdampak bagi masyarakat.
(fiqi)