MEDIAISTANA.COM | TUBAN – Kepolisian Negara Republik Indonesia terus memperkuat dukungan terhadap program prioritas pemerintah di bidang ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional melalui percepatan pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus penguatan ekosistem pangan nasional menuju Indonesia Emas.

Momentum penguatan program tersebut berlangsung saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto di Tuban, Jawa Timur, yang dirangkaikan dengan peresmian operasional 166 SPPG di 24 Polda jajaran secara serentak dan terhubung daring dari masing-masing wilayah.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa hingga saat ini Polri telah mengembangkan 1.376 SPPG di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 736 SPPG telah beroperasi, 172 SPPG dalam tahap persiapan operasional, dan 468 SPPG masih dalam proses pembangunan, termasuk 33 SPPG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
“Apabila seluruh SPPG tersebut telah beroperasi, diproyeksikan dapat memberikan manfaat bagi 3,44 juta masyarakat dan menyerap 68.000 tenaga kerja,” ujar Kapolri saat menghadiri Panen Raya Jagung Kuartal II di Tuban.
Kapolri menegaskan bahwa Polri menargetkan pembangunan 1.500 SPPG pada tahun 2026 guna memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi masyarakat serta meningkatkan kualitas kesehatan nasional.
“Pada tahun 2026, Polri menargetkan melanjutkan pembangunan hingga mencapai 1.500 SPPG di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan pemenuhan gizi sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Kasatgas Makan Bergizi Gratis Polri Nurworo Danang menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada distribusi makanan bergizi, tetapi juga membangun ekosistem pangan berkelanjutan melalui keterlibatan petani, peternak, UMKM, koperasi lokal, hingga penguatan rantai pasok pangan nasional.
“Program ini bukan sekadar menghadirkan makanan bergizi kepada masyarakat, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat melalui rantai pasok pangan yang inklusif,” jelas Nurworo Danang.
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas layanan, seluruh operasional SPPG Polri menerapkan standar keamanan pangan ketat mulai dari proses produksi hingga distribusi. Setiap fasilitas dilengkapi sertifikat penjamah makanan, sertifikat laik higiene sanitasi, sertifikasi halal, sertifikat uji laboratorium air, serta pemeriksaan food safety oleh tenaga kesehatan Dokkes Polri guna memastikan makanan aman, higienis, dan layak konsumsi.
Selain itu, Polri juga mulai menerapkan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar utama untuk mendukung operasional memasak skala besar yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Di sektor hulu, Polri turut memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembinaan kelompok tani jagung. Sebanyak 714 kelompok tani binaan Polri di 42 Polres pada 8 Polda telah memperoleh akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan total penyaluran mencapai Rp30,3 miliar untuk mendukung pengolahan lahan hingga pembelian pupuk.
Untuk menjaga stabilitas distribusi hasil panen, Polri bersama mitra terkait juga memperkuat infrastruktur logistik pangan melalui pembangunan gudang ketahanan pangan. Saat ini telah dibangun 18 gudang di 12 Polda dan akan ditambah 10 gudang baru pada tahun 2026 sehingga total mencapai 28 gudang. Masing-masing gudang diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 ton, ditambah satu gudang utama berkapasitas 10.000 ton yang ditargetkan selesai pada Juni 2026.
Rangkaian agenda Presiden di Tuban turut diisi dengan Panen Raya Jagung Kuartal II dan peletakan batu pertama pembangunan gudang ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat swasembada pangan nasional.
Mengutip arahan Presiden RI, Kapolri menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan bangsa dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Sebagaimana amanat Bapak Presiden, menghasilkan pangan dan makanan adalah melanjutkan peradaban. Kami memahami bahwa penyediaan pangan menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang sehat, kuat, dan berdaya saing,” tutur Kapolri.
Langkah strategis tersebut menegaskan peran Polri tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung pembangunan kesejahteraan melalui penguatan pangan, pemenuhan gizi, serta pembangunan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas.