26.7 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 231

Kepala BKN Menjadi Sorotan Terkait Borongan Laptop Senilai Rp 3.6 Miliar

0

Jakarta,Mediaistana. Com-Jumat (12/12/2025) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh kembali menjadi sorotan setelah lembaganya disebut memborong laptop dalam jumlah besar pada tahun anggaran 2025, Pembelian ini dinilai janggal karena dilakukan saat Presiden Prabowo Subianto telah menyerukan efisiensi anggaran di seluruh kementerian dan lembaga.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyebut BKN menghabiskan anggaran mencapai Rp 3,6 miliar hanya untuk pengadaan laptop, anggaran tersebut berada di luar alokasi resmi untuk pengadaan perangkat bagi para deputi, pegawai, dan Kepala BKN,”jelasnya.

Menurut penelusuran CBA, ada dua paket pengadaan yang menjadi perhatian:

1. Pengadaan Laptop Kode 61989710
Nilai anggaran Rp
1.807.240.000

2. Pengadaan Laptop Kode 60571695
Nilai anggaran: Rp
1,875.100.000

Metode Pengadaan langsung serta Metode E-Purchasing jelas di duga melanggar aturan, Uchok menekankan nilai sebesar itu tidak semestinya menggunakan metode pengadaan langsung dan penggunaan E-Purchasing tanpa adanya keterangan spesifikasi teknis maupun standar kewajaran harga membuka peluang terjadinya mark up,” ujarnya.

Kedua paket tersebut sama-sama tidak mencantumkan spesifikasi teknis barang, kualitas perangkat lunak, maupun detail harga satuan, Hal ini disebutnya sebagai indikator kuat adanya ruang manipulasi dalam proses pembelian,Pada paket pengadaan kode 60571695, BKN disebut membeli 100 unit laptop senilai total Rp 1.875.100.000. Artinya, rata-rata harga satu unit mencapai Rp 18.751.000.Harga ini masih jauh lebih murah dibanding laptop milik Kepala BKN yang nilainya mencapai Rp 40 juta,” ujar Uchok.

CBA mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera membuka penyelidikan resmi terhadap pengadaan laptop bernilai miliaran rupiah, Uchok juga meminta agar Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, dipanggil ke Gedung Bundar Kejagung untuk dimintai keterangan,Kejagung harus memeriksa borongan laptop Rp 3,6 miliar ini,”Sekalian saja panggil Kepala BKN untuk menjelaskan kejanggalan-kejanggalan ini,” tegas Uchok Sky.

Pihak BKN belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan permintaan investigasi dari CBA, sampai berita ini diturunkan.

PT DAISY TIMBER DITUNTUT BAYAR KOMPENSASI PENGGUSURAN MAKAM DAN LAHAN ADAT DAYAK BASAP

0

Ketegangan antara masyarakat Adat Dayak Basab dengan PT Daisy Timber semakin jauh dari panggang. Konflik ini dipicu oleh adanya penundaan penyerahan lahan kompensasi yang telah disepakati bersama namun dilanggar oleh pihak manajemen PT Daisy Timber. Dimana PERUSAHAN ingkar janji dan tidak mau membayar kompensasi atas peNggusurAN makam dan kebun masyarakat adat Dayak Basap. 

Sebagaimana diketahui, PT DaysinTimber merupakan perusahan HPH yang berlokasi di Teluk Sumbang Kecamatan Biduk – Biduk ini, dalam kegiatannya melakukan penebangan dan mengangkut kayu log dalam wilayah konsesinya.

Akan tetapi perusahan juga melakukan kegiatan penebangan dengan menggusur makam dan kebun masyarakat Adat Dayak Basap. Hal ini memicu konflik sehingga terjadi penuntutan kepada perusahan.

Konflik ini berawal dari sebuah Kesepakatan Bersama yang dicapai antara PT. Daisy Timber dan Lembaga Adat Dayak Basab Teluk Sumbang pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2023. Dimana dalam dokumen kesepakatan antara PT Daysi Timber dengan Lembaga Adat Dayak Basap tersebut mencakup penyerahan tanah seluas 800 Hektar sebagai kompensasi bagi wilayah masyarakat yang dikeluarkan dari peta izin usaha kehutanan.

 Sudiyanto, sebagai Ketua Tim Investigasi Identifikasi Lapangan dan juga Ketua Lembaga CAPA Provinsi Kalimantan Timur, mengakui bahwa dia berhasil mempertemukan perwakilan pusat PT. Daisy Timber dengan pihak Lembaga Adat Teluk Sumbang setelah mengirim surat resmi kepada Direktur Pusat di Jakarta.

“Saya bertugas mengidentifikasi lokasi pelanggaran di lapangan dan memediasi pertemuan antara Direktur Keuangan Masrukin dan GM Rudi Katianda dengan lembaga adat. Kesepakatan itu sudah disetujui semua pihak dan disaksikan Dewan Adat,” ungkap Sudiyanto.

 Setelah penandatanganan kesepakatan, pihak perwakilan perusahaan (Masrukin, Rudy Katianda, dan Muhammad Safri) secara lisan berjanji akan turun kembali ke lapangan untuk melihat langsung lokasi pelanggaran yang telah disurvei dan didokumentasikan oleh Tim Investigasi Sudiyanto. Pelanggaran yang dimaksud adalah pergeseran batas wilayah yang menimbulkan kerusakan pada makam keluarga dan pohon buah yang dianggap “penjaga” kawasan adat.

“Sampai saat ini tidak ada satu langkah apa pun dari perusahaan. Kesepakatan tertulis dan janji kunjungan pimpinan pusat semuanya tidak dipenuhi. Kami sudah menunggu lebih dari 2 tahun, akan tetapi tidak ada itikad baik dari pihak daisy Timber. “ujar Sudiyanto dengan nada tegas.

Lembaga Adat Dayak Basap mengatakan menggusur makam dan pohon buah, merupakan tindakan yang melanggar norma budaya dan spiritual Dayak Basab. Makam keluarga dianggap sebagai tempat tinggal roh leluhur, sedangkan pohon buah tertentu memiliki nilai kultural sebagai simbol kelangsungan hidup komunitas Dayak Basap.

Ibu Hartina, istri Kepala Adat Dayak Basab Teluk Sumbang, yang juga saksi langsung peristiwa, menceritakan rasa sakit hatinya “Kami melihat sendiri makam leluhur digusur. pohon yang sudah bertahun-tahun tumbuh ditebang. Semua itu tanpa pemberitahuan apapun. Kita merasa terluka banget,” katanya dengan suara lemah.

Bapak Jonis, Kepala Adat Dayak Basab Teluk Sumbang, menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya melanggar hukum adat tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Budaya. “Ini bukan soal uang atau tanah semata. Tapi ini soal kehormatan dan identitas kita sebagai orang Dayak Basab. Kami tidak bisa biarkan hal ini terjadi tanpa ada tanggapan,” tegas Jonis.

Karena tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan, Tim Investigasi yang diwakili Sudiyanto telah bersurat memohon perlindungan dan pengakuan hak-hak Masyarakat Adat Dayak Basab Kampung Teluk Sumbang kepada anggota DPD RI dari utusan Kalimantan Timur Dr. Yulianus Henock Sumuel, SH., M.Si. 

Surat tersebut memiliki nomor: 007/ADUAN-TS/XII/2025, dengan 1 berkas lampiran, diterbitkan pada tanggal 12 Desember 2025. Sebelumnya, surat yang sama juga telah dibalas oleh Dr. Yulianus Henock Sumuel, SH.,M.Si dan dinyatakan akan ditindak lanjuti.

Atas pengingkaran janji oleh PT Daysi Timber dan tuduhan pelanggaran atas hak Adat Dayak Basap serta didukungan oleh Senator DPD RI, Masyarakat Adat Dayak Basab secara tegas menuntut:

 1. Penyerahan lahan kompensasi sesuai kesepakatan tahun 2023 secepatnya.

2. Pembayaran denda adat yang akan ditetapkan melalui musyawarah adat.

3. Kunjungan langsung Direktur Pusat PT. Daisy Timber ke lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

4. Pengakuan resmi hak-hak Masyarakat adat atas wilayah mereka.

 “Kami berharap dengan intervensi dari senator di senayaj, masalah ini bisa diselesaikan dengan adil dan sesuai hukum. Kita sudah cukup menunggu lama.” tambah Jonis.

Menanti Tanggapan Resmi Perusahaan

 Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi tertulis dari pihak Manajemen Pusat PT. Daisy Timber terkait tuduhan penggusuran makam, penundaan penyerahan lahan, dan tuntutan denda adat. Tim investigasi juga telah mencoba menghubungi perwakilan perusahaan di Jakarta namun belum mendapatkan tanggapan resmi.

Saat ini, situasi di Biduk-Biduk masih tenang namun tegang. Masyarakat menyatakan akan terus mengikuti saran dan masukan dari Senator DPD RI dan siap mengambil upaya hukum jika tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Aroel Mandang / Tim Investigasi

Satgas Tegaskan Pengelolaan GB Harus Taat Mekanisme, Libatkan Adat dan Kawal 8 Jalur Pengamanan

0

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Gunung Botak, Jalaludin Salampessy, menegaskan bahwa seluruh koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) wajib menjalankan pengelolaan kawasan Gunung Botak sesuai mekanisme hukum, melibatkan unsur adat, serta memperkuat pengamanan di delapan jalur akses yang telah teridentifikasi sebagai titik rawan.

Penegasan tersebut disampaikan Salampessy saat membuka Sosialisasi Teknis bagi 10 koperasi pemegang IPR di Gren Darah Hotel, Namlea, Jumat, (12/12).

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta peserta yang mengikuti secara hybrid termasuk perwakilan dari Ambon.

Dalam arahannya, Salampessy menekankan bahwa kawasan Gunung Botak kini berada dalam tahap penataan total, dan koperasi menjadi aktor utama dalam memastikan pengelolaan tambang rakyat berjalan tertib, legal, dan berkelanjutan.

“Kawasan ini sudah legal untuk dikelola dan dijaga. Penegakan hukum sudah berjalan, dan ke depan koperasi wajib mengikuti seluruh mekanisme yang telah ditetapkan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran,” tegasnya.

Ia meminta koperasi memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan setelah proses penertiban dan pengusulan badan hukum koperasi selesai. Menurutnya, kontrol terhadap pintu-pintu masuk kawasan harus dilakukan secara ketat agar aktivitas ilegal tidak kembali muncul.

Selain itu, Salampessy menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat adat, pemerintah desa, marga, dan kesatuan adat lain dalam proses kesepakatan lahan maupun penyelesaian masalah pertambangan. Ia menilai model pengelolaan tanpa melibatkan unsur adat berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidaktertiban di kemudian hari.

“Jika lahan milik desa atau masyarakat adat, maka koperasi wajib bekerja sama secara resmi. Negosiasi, penyelesaian, hingga langkah hukum harus dilakukan secara komunal, sesuai aturan,” ujarnya.

Dalam paparan teknis, Satgas juga mengungkap adanya delapan jalur yang harus dijaga koperasi menggunakan mekanisme pengamanan kawasan tambang rakyat. Jalur-jalur tersebut menjadi titik yang wajib dikawal agar aktivitas keluar-masuk di area Gunung Botak tetap terpantau.

Dinas Lingkungan Hidup turut menegaskan bahwa suplai bahan kimia seperti B3 dan B2 dalam proses iridisasi dan pengolahan batuan emas harus sepenuhnya mengikuti regulasi yang berlaku. Pendampingan kepada koperasi akan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengelolaan ramah lingkungan.

Salampessy menambahkan bahwa proses penertiban hingga hari ini berjalan lancar dan mendapat dukungan luas masyarakat.

“Masyarakat sangat mendukung, dan ini sinyal positif bahwa perubahan di Gunung Botak benar-benar diharapkan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memberi perhatian khusus untuk menjadikan kawasan Gunung Botak sebagai contoh pengelolaan tambang rakyat yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi teknis ini dijadwalkan berlanjut hingga seluruh koperasi siap mengimplementasikan standar pengelolaan sesuai peraturan yang berlaku dan mampu menjaga kawasan Gunung Botak secara mandiri.(Syam)

Kepala Dinas ESDM Maluku Beri Sosialisasi Teknis kepada 10 Koperasi Pemegang IPR

0

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, memberikan penjelasan resmi terkait proses penataan dan pengoperasian pertambangan rakyat di Kabupaten Buru. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi teknis kepada 10 koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang berlangsung di Gren Sarah Hotel, Jumat (12/12).

Dalam kegiatan tersebut, Dinas ESDM memberikan materi terkait aspek teknis pertambangan, pengelolaan lingkungan hidup, penggunaan kawasan hutan, serta tata kelola koperasi. Abdul Haris menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memastikan seluruh koperasi memahami kewajiban dan prosedur sebelum kegiatan tambang rakyat mulai beroperasi secara resmi setelah Satgas menyelesaikan tugasnya pada 14 Desember mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah tugas Satgas ini berakhir, kegiatan pertambangan yang sudah sesuai aturan dapat segera berjalan. Semua koperasi telah memiliki izin resmi dan melengkapi seluruh dokumen perizinan yang dipersyaratkan,” ujar Haris.

Haris juga menyoroti pentingnya koperasi untuk menampung kembali masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai penambang tanpa izin (PETI) di Gunung Botak.

“Pengurus koperasi memang terbatas, tetapi anggota tidak terbatas. Kami minta agar setelah ini koperasi membuka ruang bagi penambang-penambang lama untuk menjadi anggota. Dengan begitu, mereka tetap dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang legal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa melalui sistem koperasi, setiap anggota akan memiliki hak dan kewajiban yang jelas, sehingga pengelolaan pertambangan rakyat dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kewajiban Membayar Iuran Pertambangan Rakyat

Koperasi yang beroperasi di bawah skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) juga diwajibkan membayar Iuran Pertambangan Rakyat (Impera) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM.

“Ada tiga komponen dalam Impera, yaitu terkait wilayah, pengusahaan, dan pengelolaan lingkungan. Kami sudah minta koperasi untuk mempelajari aturan ini agar memahami kewajiban mereka,” ungkap Abdul Haris.

Penambangan Wajib Dilakukan Secara Manual

Haris menegaskan bahwa seluruh kegiatan pertambangan rakyat di WPR wajib dilakukan secara manual, tanpa menggunakan alat berat seperti ekskavator.

“Penambangan rakyat dilakukan secara manual. Pengolahan hasil tambang diperbolehkan dilakukan sebagaimana yang selama ini mereka lakukan, selama tetap berada dalam kawasan yang diizinkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah mendapatkan izin, setiap koperasi wajib segera menyusun rencana penambangan. Semakin cepat dokumen ini diselesaikan, semakin cepat pula aktivitas pertambangan rakyat dapat kembali berjalan sesuai aturan.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap pengelolaan tambang rakyat di Kabupaten Buru menjadi lebih tertib, legal, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.(Syam)

TNI All-Out di Sumatra: Ribuan Personel, Puluhan Alutsista, dan Jembatan Darurat Dikerahkan

0

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, didampingi Kadispenal Laksma TNI Tunggul, Sekretaris Dispenad Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, serta Kasubdisdokprod Dispenau Kolonel Sus Filfadri, memaparkan perkembangan terbaru terkait pelibatan TNI dalam operasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keterangan resmi tersebut disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (12/12/2025).

Dalam penjelasannya, Wakapuspen TNI mengungkapkan bahwa upaya TNI terus ditingkatkan seiring besarnya kebutuhan penanganan di tiga provinsi terdampak. Hingga hari ini, TNI telah mengerahkan 33.860 personel untuk membantu penanggulangan bencana. Selain itu, sebanyak 79 alutsista, meliputi pesawat fixed wing, rotary wing, kapal perang (KRI), hingga kapal ADRI, telah difungsikan secara optimal untuk distribusi logistik dan mobilisasi pasukan.

Bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat juga terus mengalir. Hingga saat ini, total 2.230,5 ton logistik telah disalurkan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal laut, kendaraan darat, speedboat, sepeda motor, hingga upaya langsung oleh prajurit di lapangan. Pada hari ini, dua pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma diberangkatkan ke Banda Aceh, disusul satu pesawat Hercules yang diterbangkan ke Lanud Suwondo, Medan.

Lebih lanjut, Wakapuspen TNI menjelaskan terkait pengiriman bantuan hari ini dari Lanud Halim Perdanakusuma, yang juga membawa perlengkapan tambahan selain sembako, termasuk forklift, mobil water treatment, serta 24 tenaga kesehatan TNI AD. “Sudah sampai di Aceh Tamiang sebanyak 24 orang dengan komposisi 6 orang dokter spesialis, kemudian 6 orang perawat, 4 orang dokter umum, serta 8 orang bintara maupun tamtama evakuasi. Nantinya Nakes ini akan menjadi satgas mobil kesehatan di wilayah Provinsi Aceh,” ujarnya.

Di samping itu, Wakapuspen TNI menegaskan komitmen TNI dalam memastikan distribusi bantuan menjangkau daerah yang sulit diakses. Pesawat Cassa dan berbagai jenis helikopter terus digunakan untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di wilayah terisolir. “Kami mencoba untuk setiap masyarakat yang terdampak bencana ini, kita bisa menyuplai ataupun memberikan dukungan logistik sehingga mereka merasakan bahwasannya negara hadir untuk membantu mereka secara maksimal,” tegas Wakapuspen TNI.

Pada sektor infrastruktur, TNI mempercepat pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali akses yang terputus. Hingga hari ini, terdapat 32 titik pembangunan jembatan Bailey, dengan satu jembatan Bailey Anggoli telah selesai 100%. Sementara itu, komponen jembatan lainnya masih dalam proses pengiriman dan pembangunan. Selain itu, sebanyak 14 jembatan Aramco telah diberangkatkan melalui Kapal ADRI LIII dari Tanjung Priok dan dijadwalkan tiba pada Minggu mendatang.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, TNI juga menambah dua unit mobil penjernih air (RO) sehingga total operasional menjadi 12 unit. Peralatan ini sangat dibutuhkan mengingat banyaknya daerah terdampak yang masih kekurangan sumber air layak konsumsi. TNI menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan seluruh dukungan penanggulangan bencana berjalan optimal.

HAMDAN

**Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Pangandaran Melesat

0
oplus_32

**Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Pangandaran Melesat

 

Media istana.com – Pangandaran – Jumat 12 Desember 2025 Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, terutama warganet Pangandaran yang ramai menyuarakan keresahan mereka melalui berbagai platform media sosial.

 

Di pasar tradisional maupun kios-kios harian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan yang cukup tajam. Cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, telur ayam, minyak goreng, hingga daging ayam menjadi bahan pokok yang paling banyak dikeluhkan.

oplus_32

Media istana.com – Pangandaran – Jumat 12 Desember 2025 Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, terutama warganet Pangandaran yang ramai menyuarakan keresahan mereka melalui berbagai platform media sosial.

Di pasar tradisional maupun kios-kios harian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan yang cukup tajam. Cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, telur ayam, minyak goreng, hingga daging ayam menjadi bahan pokok yang paling banyak dikeluhkan.

Dari pantauan awak media ,pada waktu di lapangan , mewawancarai salah satu warga di desa Cibenda, yang memiliki warung makan ibu Siti Patimah .
Iya bang Harga sembako pada melambung tinggi seperti Cabe.bawang merah .bawang putih ayam dan rempah – rempah
Kenaikan harga ini dinilai terjadi sejak awal Desember dan terus merangkak naik mendekati musim libur panjang. “Belum masuk libur Nataru saja sudah naik semua. Cabai saja tembus di atas harga normal. Berat buat kebutuhan harian,” tulis salah satu warganet di kolom komentar unggahan Facebook komunitas lokal Pangandaran.

Selain faktor meningkatnya permintaan jelang liburan panjang, para pedagang menyebut kondisi cuaca dan berkurangnya hasil panen juga turut memengaruhi pasokan barang tertentu. Situasi ini membuat fluktuasi harga semakin sulit dikendalikan.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah, Dinas Perdagangan, serta instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan sidak dan langkah-langkah pengendalian, seperti operasi pasar murah, pengecekan distribusi barang, serta penindakan terhadap oknum yang diduga memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan berlebih Menjelang Natal dan Tahun Baru

Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa pengawasan intensif perlu dilakukan untuk mencegah harga terus meroket menjelang puncak liburan. Mereka mengingatkan agar pemerintah daerah dapat menjaga stabilitas harga demi meringankan beban masyarakat.

Dengan meningkatnya keluhan warganet, isu tingginya harga sembako ini diprediksi masih terus menjadi pembahasan hangat di ruang publik Pangandaran hingga mendekati libur Natal dan Tahun Baru.
Mediaistana.com
David Tasti

WISATA BERAU MENJADI PRIORITAS UNTUK DIKEMBANGKAN

0

momentum akhir tahun selalu menjadi puncak kunjungan wisatawan sehingga pemerintah dan pelaku usaha wisata harus bergerak lebih cepat dalam mempersiapkan layanan.

Menurut Wakil Bupati Berau, H Gamalis, Berau saat ini bukan lagi sekadar daerah transit, tetapi telah menjadi Daerah Tujuan Wisata (DTW) unggulan di Indonesia.

“Kalau dulu orang hanya kenal Derawan, sekarang Maratua dan banyak destinasi lain juga sudah dilirik wisatawan,” ungkapnya.

Lanjutnya, sejak awal masa kepemimpinan bersama Bupati Sri Juniarsih, Pemkab Berau terus memperbaiki infrastruktur sebagai wujud keseriusan dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Kata Wabup, mulai dari jalur akses menuju destinasi unggulan hingga fasilitas pendukung bagi wisatawan telah dibangun secara bertahap.

“Ini harus jadi pendongkrak ekonomi daerah. Pembangunan infrastruktur adalah bukti bahwa pemerintah serius memastikan transisi ekonomi Berau berjalan baik,” tegasnya.

Wabup Berau, H Gamalis menjelaskan, perubahan kebijakan pusat terkait Dana Bagi Hasil (DBH) dan berkurangnya Bantuan Keuangan Provinsi (Bankeu) membuat pariwisata menjadi sektor masa depan yang harus digarap lebih maksimal.

Kendati demikian, ketergantungan terhadap industri batu bara, yang diperkirakan bertahan 10–30 tahun, kini terasa lebih cepat berubah.

“Fokus kita sekarang adalah bagaimana meningkatkan PAD. Pariwisata harus jadi salah satu jawabannya,” katanya.

Untuk itu, pemerintah terus mendorong promosi destinasi baru secara lebih masif. Ia menilai penting mengenalkan destinasi seperti Maratua, Sangalaki, Bidukbiduk, Teluk Sumbang, Teluk Sulaiman, hingga kawasan wisata di bagian Barat Berau, agar wisatawan memahami bahwa Berau memiliki potensi yang jauh lebih luas dibanding dengan Pulau Derawan.

“Derawan sudah semakin padat, dan kita punya banyak pilihan destinasi lain yang tidak kalah indah,” ucapnya.

Gamalis berharap ke depan sektor pariwisata mampu menyumbang hingga 30 persen dari total APBD Berau.

Menurutnya, jika ekosistem pariwisata disiapkan dengan baik mulai dari akses, layanan, keamanan, hingga tata kelola maka dampak ekonominya akan sangat signifikan bagi masyarakat.

“Ini waktu kita. Wisata Berau sedang dilirik dunia, dan kita harus benar-benar siap sambut wisatawan Nataru dan seterusnya,” kuncinya.

Sebagai pembanding dengan daerah lain, Kabupaten Berau memiliki tujuan wisata lainnya dan berpotensi wisatawan lokal maupun mancanegara datang berkunjung.

Selain wisata laut, Berau juga memiliki obyek – obyek wisata seperti air terjun, air dua rasa, sumber air panas dan obyek – obyek wisata lainnya.

Aroel mandang

 

 

 

 

PT Global Emas Bupolo Desak Gubernur Maluku Terbitkan Izin Pengangkatan Sedimen Kali Anhoni

0

Kepala devisi Hukum Global Emas Bupolo (GEB), Harkuna Litiloly, mendesak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, agar segera menerbitkan izin operasi pengangkatan sedimen di Kali Anhoni, Kabupaten Buru. Menurut Harkuna, seluruh dokumen persyaratan yang diminta pemerintah provinsi telah dipenuhi, termasuk dukungan resmi dari koperasi setempat.

“Semua dokumen yang menjadi syarat untuk mendapatkan izin sudah lengkap. Dukungan koperasi, administrasi teknis, hingga kajian pendukung telah kami serahkan. Selain itu, kami juga telah memperoleh dukungan dari para ahli waris, tokoh adat, serta surat rekomendasi resmi dari Bupati Buru. Tetapi sampai hari ini, izin tersebut belum juga ditandatangani,” ujar Harkuna dalam keterangannya, Jumat (12/12).

Ia menilai kelambanan pemerintah provinsi dalam mengeluarkan izin berdampak pada tertundanya aktivitas legal yang diharapkan dapat menunjang penataan kawasan pertambangan di Pulau Buru. Terlebih, proses penertiban tambang ilegal di kawasan Gunung Botak telah resmi dimulai pada 1 Desember 2025.

“Penertiban tambang ilegal sudah berjalan tanggal 1 Desember. Justru karena itu, kegiatan legal seperti pengangkatan sedimen harus segera diberi kepastian agar situasi di lapangan tetap terkontrol,” tambahnya.

Harkuna berharap Gubernur Maluku dapat memberikan perhatian serius terhadap permohonan tersebut, mengingat aktivitas yang diajukan perusahaan diklaim telah melalui mekanisme perizinan yang sesuai aturan dan dokumen telah diserahkan kurang lebih lima bulan lalu. Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Provinsi Maluku belum memberikan keterangan resmi terkait alasan belum diterbitkannya izin operasi bagi PT GEB.

( Syam )

Polsek Kedokan Bunder Lakukan Cooling System Mendinginkan Suasana, Setelah Pilwu

0

Polsek Kedokan Bunder Lakukan Cooling System Mendinginkan Suasana, Setelah Pilwu

INDRAMAYU_mediaIstana.com
Pasca pesta demokrasi pemungutan suara Pemilihan Kuwu (Pilwu) serentak 2025, Polsek Kedokan bunder, Polres Indramayu, Polda Jabar terus menggencarkan kegiatan cooling system untuk menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Kamis,(11/12/2025).

Kapolsek kedokan bunder IPDA. Eryana SH, bersama segenap jajaran anggotanya melakukan sambang dan dialog kamtibmas dengan warga Desa kedokan agung dan desa cangkingan dua desa yang terlibat pilwu,di wilayah Kecamatan kedokan bunder, Kabupaten Indramayu, jabar.

Kegiatan dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga dan berdialog langsung mengenai situasi keamanan setelah Pilwu.selain warga, kapolsek dan anggotanya menemui semua calon Kuwu yang terlibat dan mengajaknya dialog guna mendinginkan suasana pasca pilwu.

Polisi memberikan imbauan untuk tetap menjaga kerukunan, menghindari provokasi, serta tidak mudah terpengaruh isu yang dapat memecah persatuan.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang, melalui Kapolsek kedokan bunder, IPDA. Eryana mengatakan kegiatan cooling system ini penting dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat mendinginkan suasana setelah Pilwu dengan suasana tenang.

“Pada pasca pemungutan suara, potensi nya masih panas, dan tidak mungkin gesekan bisa terjadi, Karena itu kami turun langsung ke masyarakat untuk memastikan situasi tetap sejuk. Kami mengajak warga agar menjaga keamanan lingkungan dan tetap mengutamakan persaudaraan,” ujar IPDA. Eryana.SH

Ia juga menekankan pentingnya menolak upaya hasutan, tidak menyebarkan ujaran kebencian, serta tetap menghargai pilihan masing-masing warga. Menurutnya, Pilwu hanya berlangsung sesaat, namun persaudaraan harus tetap terjaga untuk
Selamanya, “pungkas IPDA. Eryana.

Terpisah, Kasie Humas Polres Indramayu AKP Tarno kembali mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menemukan potensi gangguan kamtibmas.

“Masyarakat dapat menghubungi layanan Lapor Pak Polisi – SIAP MAS INDRAMAYU melalui WhatsApp 0819-9970-0110 atau call center 110,” katanya

Iyons74kabiro indramayu*

Keberhasilan Kadinsos Garut Drs. Aji Sekarmaji, M.Si, Jalin Kerjasama Bantu Penyintas Disabiltas

0

Garut, Mediaistana.com – Keberhasilan Dinas Sosial Garut dalam penanganan disabilitas dibawah kepemimpinan Drs. Aji Sekarmaji. M.Si, menjalin kerjasama dengan semua stekholder sepanjang tahun 2025 telah menyalurkan berbagai alat bantu bagi penyintas disabiltas.

Momentum tersebut, dilaksanakan saat peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025, dilaksanakan di Social Center Dinas Sosial Kabupaten Garut, Jalan Patriot. Minggu (7/12/2025).



Disela sela-sela acara momentum peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) dan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) 2025. Salah satu orang tua peyintas disabilitas, mengucapkan terimakasih atas kinerja Dinas Sosial Garut yang selalu memperhatikan kami penyandang Disabiltas, ungkapnya.

Peringatan tahun ini mengangkat tema internasional “Fostering disability-inclusive societies for advancing social progress” dan tema nasional “Setara Berkarya Tanpa Batas”, Kedua tema tersebut menyoroti pentingnya membangun masyarakat yang inklusif dan memberikan ruang setara bagi penyandang disabilitas.

Kegiatan tersebut dihadiri lansung oleh Bupati Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., I.P.U. Bupati Garut menekankan pentingnya pemberdayaan sosial yang mengedepankan inklusivitas, ucapnya.

Menurut Bupati Garut, pemerintah daerah Garut mendorong penyandang disabilitas untuk berperan aktif dalam pembangunan, serta memperluas akses terhadap layanan finansial guna mendukung kemandirian ekonomi.

‎”Kemarin saya dapat informasi dari OJK, yaitu dimungkinkan mereka juga mendapatkan bantuan sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku, jadi kita dorong mereka untuk menjadi lebih produktif”, ujar Bupati Garut.



‎Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, Aji Sekarmaji, melaporkan bahwa penanganan isu disabilitas membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan lembaga sosial.

“Sepanjang tahun 2025, pemerintah daerah telah menyalurkan berbagai bantuan alat bantu, seperti 45 tongkat, 40 tongkat kacab, 125 kursi roda, dan 30 alat bantu dengar,” ucap Kepala Dinas Sosial.

‎Sejumlah pihak juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk solidaritas, antara lain empat motor listrik dari PT PLN Indonesia Power Kamojang, 40 kaki palsu dari Baznas Kabupaten Garut, pemasangan tujuh kaki palsu dari LDS Charity dan YPTD, serta 20 kursi roda anak dari Yayasan SAI Study Group Bandung.



‎Kepala BBPPKS Bandung, Iyan Kusmadiana, mengapresiasi kolaborasi yang terbangun di Kabupaten Garut. Menurutnya, kerja sama antar unsur pemerintah dan masyarakat menjadi langkah penting dalam memperluas akses kesetaraan dan layanan sosial bagi penyandang disabilitas.



‎Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis dan peninjauan hasil karya penyandang disabilitas.

Produk yang dipamerkan menggambarkan kemampuan dan kontribusi kelompok ini dalam berbagai bidang, sekaligus menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak menghalangi partisipasi mereka dalam pembangunan, pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)