Beranda blog Halaman 648

Kapolresta Banyuwangi Resmikan SPPG Polresta Banyuwangi 2 di Genteng Kulon

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., meresmikan operasional SPPG Polresta Banyuwangi 2 yang berlokasi di Kelurahan Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Jumat (13/02/2026).

Kegiatan peresmian dirangkaikan dengan peninjauan langsung ke sekolah penerima manfaat untuk memastikan program berjalan tertib, tepat sasaran, dan sesuai perencanaan.

Pada tahap awal, program ini dilaksanakan secara bertahap dari total rencana 2.461 penerima manfaat, termasuk tenaga pendidik.

Salah satu penerima manfaat adalah SMA Negeri Genteng dengan jumlah 1.261 penerima, terdiri dari siswa dan 89 tenaga pendidik. Selain itu, Kemala Bhayangkari Genteng menerima 137 penerima manfaat, termasuk 10 tenaga pendidik.

Kapolresta Banyuwangi menegaskan bahwa kehadiran SPPG merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi yang baik dan terstandar.

Penyaluran dilakukan secara periodik guna menjamin pemerataan, ketepatan jumlah, serta kualitas distribusi.

Selain meninjau sekolah, Kapolresta juga melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan dapur SPPG sebagai pusat operasional.

Bangunan yang mulai dibangun sejak 29 Oktober 2025 tersebut kini telah siap digunakan dengan dukungan sarana dan prasarana yang memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Operasional SPPG didukung oleh tim profesional yang terdiri dari kepala dapur, ahli gizi, ahli akuntansi, serta asisten lapangan.

Struktur ini disiapkan untuk memastikan pengelolaan berjalan efektif, higienis, akuntabel, dan transparan.

Dengan diresmikannya SPPG Polresta Banyuwangi 2 di Genteng Kulon, diharapkan program ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelajar dan tenaga pendidik, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan kesejahteraan serta kualitas pendidikan di wilayah Banyuwangi. (Kevin)

Akademisi Jafar Nurlatu Apresiasi Kerja Sama PT GEB-UNPATTI Tangani Tailing di Kali Anhoni

0

Akademisi Jafar Nurlatu, MA, menyambut baik langkah kerja sama strategis antara PT Global Emas Bupolo (PT GEB) dan Universitas Pattimura (Unpatti) dalam penanganan tailing di Kali Anhoni, Kabupaten Buru.

Menurut Jafar, kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi merupakan langkah tepat dalam menyikapi dinamika masyarakat, khususnya di wilayah pertambangan yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap persoalan lingkungan dan sosial.

Ia menegaskan bahwa sektor pertambangan merupakan bidang yang sangat riskan karena berkaitan langsung dengan kelestarian lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, serta keberlangsungan ruang hidup warga, termasuk masyarakat adat. Oleh karena itu, seluruh pelaku usaha yang bergerak di wilayah pertambangan tidak boleh keluar dari regulasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. “Dunia pertambangan itu sangat riskan, sehingga setiap aktivitas harus benar-benar taat asas, taat regulasi, dan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Jafar, Sabtu, (14/2/2026)

Jafar menilai, niat baik PT GEB untuk mengikuti seluruh aturan yang berlaku patut diapresiasi, apalagi dengan melibatkan pihak kampus dalam proses penanganan limbah B3. Menurutnya, keterlibatan akademisi akan memperkuat aspek pengawasan ilmiah, transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap tahapan pekerjaan, termasuk dalam pengelolaan tailing yang berpotensi berdampak terhadap ekosistem dan masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Jafar berharap kerja sama ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis dan lingkungan semata, tetapi juga mampu mengakomodir kepentingan masyarakat adat, khususnya masyarakat adat Buru. Ia menekankan pentingnya dialog yang terbuka, partisipatif, dan berkeadilan agar aktivitas pertambangan tetap menghormati hak-hak masyarakat lokal serta menjaga harmoni sosial di daerah tersebut.

Menurutnya, sinergi antara PT GEB dan Unpatti dapat menjadi contoh kemitraan ideal antara industri dan dunia akademik dalam menciptakan praktik pertambangan yang bertanggung jawab, berkelanjutan, serta berpihak pada kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Buru.

Kapolres Priok Turun Langsung Cek SPPG, Pastikan Food Safety dan Standar Operasional

0

MediaIstana | Jakarta – Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., melakukan pengecekan dan kontrol langsung operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawa Badak Utara Polres Pelabuhan Tanjung Priok, pada Jumat (13/2).

Kegiatan pengecekan dan pemantauan ini dilaksanakan di lokasi SPPG yang berada di wilayah Rawa Badak Utara Kec. Koja, Kota Jakarta Utara, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) serta memenuhi aspek keamanan pangan (food safety).

Dalam kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan zoom meeting Groundbreaking peresmian serentak SPPG Polri serta peresmian Gudang Ketahanan Pangan Polri yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto bersama Kapolri Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Momentum ini menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan peningkatan kualitas pemenuhan gizi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., bersama Ketua dan Wakil Ketua Bhayangkari Cabang Tanjung Priok, Wakapolres, Kabaglog, Kasiwas didampingi Kepala SPPG Rawa Badak Utara, melakukan pengecekan menyeluruh mulai dari proses pengolahan bahan makanan, tahapan memasak, penyajian, pengemasan hingga mekanisme distribusi.

Selain itu, Kapolres juga berinteraksi langsung dengan para petugas untuk memastikan setiap tahapan kerja dilaksanakan sesuai standar kebersihan dan keamanan pangan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok menegaskan bahwa kualitas harus menjadi prioritas utama dalam operasional SPPG Rawa Badak Utara.

“SPPG “Kapolres Priok Turun Langsung Cek SPPG, Pastikan Food Safety dan Standar Operasional”

Ia juga menambahkan bahwa pengawasan langsung ini merupakan bentuk tanggung jawab institusi dalam memberikan pelayanan terbaik.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap proses berjalan profesional dan higienis. Pengolahan makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga tentang standar kesehatan, keamanan, serta manfaat gizinya bagi penerima,” ujarnya.

Dengan kontrol langsung tersebut, SPPG Rawa Badak Utara, diharapkan operasional SPPG Polres Pelabuhan Tanjung Priok semakin optimal, profesional, serta mampu mendukung program ketahanan pangan Polri secara berkelanjutan.

Ngariung Aman, Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Polri dan Ojol Kamtibmas

0

Ngariung Aman, Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Polri dan Ojol Kamtibmas

BOGOR –mediaistana.com

Kegiatan Ngariung Aman bersama pengemudi ojek online (ojol) kamtibmas digelar serentak di jajaran Polda Jawa Barat melalui sarana pertemuan virtual. Untuk wilayah Polres Bogor, kegiatan dipusatkan di Warung Kang Bagol, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (13/2/2026) pukul 16.00 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan komunitas ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui dialog interaktif, diharapkan terbangun komunikasi dua arah yang efektif antara petugas kepolisian dan para mitra di lapangan.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, yang mengikuti kegiatan secara terpusat dan terhubung melalui Zoom Meeting dengan seluruh peserta di wilayah hukum masing-masing.

Hadir dalam kegiatan di Cibinong antara lain Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadilah, Kabag Ops Kompol Nur Istiono, para pejabat utama Polres Bogor, para kapolsek jajaran, Ketua Pokab Ojol Adam Irfan, para ketua komunitas, serta anggota ojol dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.

Rangkaian acara diawali dengan persiapan peserta, pembukaan oleh pembawa acara, serta doa bersama. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara Polri dan mitra kamtibmas.

Dalam arahannya, Kapolda Jabar menekankan pentingnya menjadikan pertemuan tersebut sebagai momentum mempererat tali silaturahmi. Ia berharap hubungan yang telah terjalin baik dapat semakin kuat melalui kolaborasi nyata di lapangan.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun sinergi agar Polri dan komunitas ojol mampu saling mendukung dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Peran ojol dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi peserta yang menjalankan. Ia berharap bulan suci Ramadan membawa keberkahan serta meningkatkan kepedulian sosial seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan kepada mitra ojol kamtibmas, dilakukan penyerahan rompi, pin keselamatan berlalu lintas, helm, dan paket sembako secara simbolis kepada empat orang perwakilan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan booth Warung Ojol dan Bengkel Kamtibmas, ramah tamah, serta makan bersama.

Mediaistana reporter Maulana

Tambang dan Solar Ilegal Disebut Mengalir, Siapa Siap Tanggung Risiko Pidana?

0

Pemerintah,Tuban||Mediaistana.com — Dugaan tambang ilegal yang disebut-sebut terkait Santoso dan Aseng masih beroperasi. Alat berat bekerja terang-terangan. Material terus keluar. Di saat bersamaan, isu penggunaan solar ilegal ikut mencuat. Jika dua dugaan ini benar, maka persoalannya bukan lagi administratif—ini potensi tindak pidana berlapis.(14/2/26)

Hukum pidana tidak hanya menyasar pelaku utama. KUHP juga mengatur soal penyertaan, pembantuan, dan pembiaran terhadap tindak pidana. Jika ada pihak yang mengetahui adanya dugaan kejahatan namun tidak bertindak sesuai kewenangannya, konsekuensinya bisa masuk ranah pertanggungjawaban jabatan.

Tambang tanpa izin dapat masuk kategori pelanggaran hukum pertambangan dan lingkungan.

Penggunaan solar ilegal atau penyalahgunaan distribusi BBM dapat masuk ranah pidana distribusi dan penyalahgunaan barang bersubsidi.

Jika dua unsur ini benar terjadi bersamaan, maka ada potensi kerugian negara, kerusakan lingkungan, dan pelanggaran sistem distribusi energi.

Pertanyaannya kini bukan hanya:
Apakah tambang itu ilegal?

Apakah solar yang dipakai ilegal?

Pertanyaan yang lebih tajam adalah:
Jika dugaan itu diketahui, apakah sudah ada tindakan sesuai kewenangan hukum?

KUHP mengenal konsep penyalahgunaan wewenang dan kelalaian jabatan yang merugikan kepentingan umum. Dalam konteks penegakan hukum, sikap tidak profesional, termasuk menghindari konfirmasi publik tanpa alasan sah, dapat berbuntut pada pemeriksaan etik hingga konsekuensi hukum bila terbukti ada unsur kesengajaan atau pembiaran.

Hukum tidak membedakan antara yang menggali dan yang membiarkan galian itu berjalan jika ada unsur kesengajaan atau kerja sama.
Hukum melihat peran.
Hukum melihat tindakan.
Hukum melihat akibat.

Jika Santoso dan Aseng tidak terlibat, klarifikasi resmi dan terbuka adalah langkah paling aman secara hukum.

Jika ada indikasi kuat keterlibatan, pemanggilan dan pemeriksaan adalah kewajiban, bukan pilihan.

Demikian pula bagi aparat yang memiliki kewenangan.

Bertindak sesuai prosedur adalah perlindungan hukum.

Tidak bertindak dalam situasi yang patut diduga pidana bisa menjadi persoalan tersendiri.

Kini yang dipertaruhkan bukan sekadar satu tambang.

Yang dipertaruhkan adalah akuntabilitas.

Karena dalam hukum pidana, pembiaran bukan posisi netral.

Ia bisa dinilai sebagai sikap yang memiliki konsekuensi.(bersambung)

Sinergi Ilmiah dan Industri, Komitmen Nyata Menata Lingkungan di Kali Anhoni oleh PT. GEB

0

Editorial Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF

Kolaborasi antara dunia usaha dan perguruan tinggi kembali menemukan momentumnya. Penandatanganan kerja sama antara PT Global Emas Bupolo dan Universitas Pattimura bukan sekadar seremoni institusional, melainkan pernyataan sikap yang tegas: bahwa pembangunan ekonomi dan tanggung jawab lingkungan harus berjalan beriringan.

Berlatar di kampus Universitas Pattimura, Ambon, kesepahaman ini menandai babak penting dalam penanganan tailing di Kali Anhoni, Kabupaten Buru—sebuah isu yang tidak sederhana. Tailing, sebagai sedimen atau limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), menuntut kehati-hatian ekstra. Ia bukan hanya persoalan teknis pertambangan, tetapi juga menyangkut ekosistem sungai, kualitas hidup masyarakat, serta keberlanjutan generasi mendatang.

Dalam konteks itulah kolaborasi ini menemukan urgensinya. PT Global Emas Bupolo menunjukkan kesadaran bahwa praktik pertambangan modern tidak lagi dapat berdiri semata pada kalkulasi produksi dan keuntungan. Ia harus ditopang oleh legitimasi ilmiah, kepatuhan regulasi, serta transparansi publik. Keterlibatan akademisi dari Universitas Pattimura menjadi fondasi penting untuk memastikan setiap tahapan—mulai dari pengangkatan hingga pengelolaan tailing—dilaksanakan secara terukur dan berbasis kajian ilmiah.

Di sisi lain, perguruan tinggi tidak boleh terkurung dalam menara gading. Peran Universitas Pattimura dalam kerja sama ini menegaskan fungsi tridarma yang sesungguhnya: penelitian yang aplikatif, pengabdian yang nyata, serta pendidikan yang kontekstual. Ketika dosen dan mahasiswa turun langsung mengkaji persoalan lingkungan di lapangan, ilmu pengetahuan menemukan relevansinya, dan masyarakat merasakan manfaatnya.

Kabupaten Buru adalah ruang hidup yang menyimpan potensi sekaligus tantangan. Kehadiran industri pertambangan membawa peluang ekonomi, namun juga konsekuensi ekologis. Maka, komitmen terhadap praktik pertambangan yang bertanggung jawab bukan lagi pilihan, melainkan keharusan moral dan hukum. Sinergi ini menjadi pesan bahwa pembangunan tidak boleh meninggalkan jejak kerusakan, melainkan warisan keberlanjutan.

Editorial ini melihat kerja sama tersebut sebagai model kemitraan yang patut diapresiasi dan direplikasi. Ketika sektor industri membuka diri terhadap pengawasan dan pendampingan ilmiah, dan ketika kampus bersedia hadir sebagai mitra kritis sekaligus solutif, maka tata kelola lingkungan memperoleh pijakan yang lebih kokoh.

Penanganan tailing di Kali Anhoni memang pekerjaan teknis. Namun di atas itu semua, ia adalah ujian komitmen: apakah kita sungguh-sungguh menempatkan keselamatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas. Kolaborasi antara PT Global Emas Bupolo dan Universitas Pattimura memberi harapan bahwa jawabannya adalah ya—bahwa pembangunan dapat dijalankan dengan akal sehat, tanggung jawab, dan visi keberlanjutan yang melampaui kepentingan sesaat.

Di Ruang Pengajian Akbar, Bupati Parosil: “Pembangunan itu Tidak Seperti Sim Salabim”

0

Di Ruang Pengajian Akbar, Bupati Parosil: “Pembangunan itu Tidak Seperti Sim Salabim”

Jakarta -MEDIA ISTANA, LAMPUNG BARAT – Nuansa religius dan semangat pembangunan berpadu hangat dalam Pengajian Akbar menyongsong Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriyah yang digelar di kediaman Bupati Lampung Barat, Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebun Tebu, Sabtu (14/2/2026)

Ribuan masyarakat dari 15 kecamatan memadati lokasi, sekaligus menghadiri syukuran satu tahun kepemimpinan periode kedua Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin (2025–2030).

Acara yang menghadirkan penceramah Asep Holis Nurjamil dari Kota Bandar Lampung ini juga dihadiri Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, jajaran kepala perangkat daerah, camat, peratin, tokoh organisasi Wanita, serta berbagai unsur masyarakat.

Di tengah lantunan doa dan tausiyah, Bupati Parosil Mabsus menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah kepada seluruh masyarakat Lampung Barat.

“Saya atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1447 Hijriyah tahun 2026. Mudah-mudahan kita semua diberikan kesehatan, iman, kesabaran, dan keikhlasan,” ujarnya.

Namun, pengajian kali ini bukan sekadar seremoni spiritual. Ia menjadi ruang refleksi satu tahun kepemimpinan periode kedua yang penuh tantangan, terutama dalam hal efisiensi anggaran.

Bupati Parosil tak menampik, tahun pertama periode keduanya diwarnai kebijakan efisiensi anggaran.

Dampaknya, sejumlah proyek infrastruktur, terutama jalan penghubung antar kecamatan belum bisa dituntaskan secara cepat.

Ia mencontohkan ruas jalan Sumber Jaya–Kebun Tebu yang kini masih dalam tahap tambal sulam dan akan ditangani lebih lanjut setelah Lebaran, menunggu proses tender selesai.

“Pembangunan itu tidak seperti sim salabim. Ia butuh proses, butuh perjuangan, dan tentu butuh anggaran,” tegasnya.

Menariknya, Parosil mengakui bahwa jalan di sekitar kediamannya pun belum sepenuhnya mulus.

Bukan karena tak mampu membangun, melainkan karena ia mengedepankan asas pemerataan.

“Kalau cuma di sini saja yang bagus, apa kata masyarakat Suoh? Apa kata Batu Brak, Pagar Dewa, Sekincau? Pemimpin itu memang sulit adil secara sempurna, tapi ada konsep pemerataan,” katanya di hadapan ribuan warga.

Ia mengungkapkan, dalam pembahasan APBD Perubahan Oktober 2024, meski baru dilantik kembali pada Februari 2025, dirinya mengarahkan efisiensi anggaran sebesar Rp5,2 miliar untuk pembangunan di Kecamatan Suoh yang dinilai paling parah kondisi jalannya.

“Kalau saya egois, tentu anggaran itu saya fokuskan ke kampung halaman saya. Tapi tidak. Kita pakai skala prioritas,” jelasnya.

Selain Suoh, ruas Sekincau–Pekon Waspada menuju Batu Ketulis–Way Ngison juga menjadi perhatian utama.

Tahun ini, Pemkab bersama DPRD dan dukungan legislatif di tingkat pusat serta provinsi terus memperjuangkan agar ruas Sumber Jaya hingga Pura Mekar Kebun Tebu sampai Mutar Alam Air Hitam dapat tertangani.

“Berdoa dan berjuang itu seperti dua sisi mata uang, saling melengkapi,” ujar Parosil.

Momentum Ramadhan menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal kesabaran, kebersamaan, dan niat tulus melayani masyarakat.

Satu tahun kepemimpinan periode kedua PM ini menjadi titik penguatan komitmen.

Meski tantangan fiskal membatasi gerak, arah pembangunan Lampung Barat tetap jelas: pemerataan, keberpihakan pada wilayah paling membutuhkan, dan sinegi eksekutif-legislatif.

Ramadhan datang membawa harapan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, bersama Bupati Parosil dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, menegaskan kesiapan: pembangunan akan terus dikuatkan, bertahap, terukur, dan merata.

Hamdan

Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Kunjungi Yonif TP 852/ABY

0

Wakil Panglima TNI Dampingi Menhan RI Kunjungi Yonif TP 852/ABY

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R mendampingi Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dalam kunjungan kerja ke Yonif TP 852/ABY di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (13/2/2026).

Dalam kunjungannya, Menhan memberikan pengarahan kepada prajurit Yonif TP 852/ABY. Beliau menekankan pentingnya menjaga semangat juang, disiplin, dan loyalitas sebagai landasan utama dalam pelaksanaan tugas. Prajurit TNI diharapkan senantiasa meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan guna menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.

Usai memberikan pengarahan, Wakil Panglima TNI bersama Menhan meninjau secara langsung kondisi serta kesiapan sarana dan prasarana batalyon guna memastikan dukungan operasional satuan berjalan optimal dan sesuai standar yang ditetapkan.

TNI berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme, kesiapan operasional, serta pembinaan personel dan satuan guna mewujudkan postur pertahanan negara yang kuat, responsif, dan adaptif terhadap dinamika lingkungan strategis.

Foto: Biro Infohan Setjen Kemhan RI dan Puspen TNI

HAMDAN

Ngariung Aman, Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Polri dan Ojol Kamtibmas

0

Ngariung Aman, Kapolda Jabar Perkuat Sinergi Polri dan Ojol Kamtibmas

BOGOR –mediaistana.com

Kegiatan Ngariung Aman bersama pengemudi ojek online (ojol) kamtibmas digelar serentak di jajaran Polda Jawa Barat melalui sarana pertemuan virtual. Untuk wilayah Polres Bogor, kegiatan dipusatkan di Warung Kang Bagol, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (13/2/2026) pukul 16.00 WIB.

Kegiatan tersebut merupakan upaya memperkuat kemitraan antara Polri dan komunitas ojol dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui dialog interaktif, diharapkan terbangun komunikasi dua arah yang efektif antara petugas kepolisian dan para mitra di lapangan.

Acara dipimpin langsung oleh Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, yang mengikuti kegiatan secara terpusat dan terhubung melalui Zoom Meeting dengan seluruh peserta di wilayah hukum masing-masing.

Hadir dalam kegiatan di Cibinong antara lain Wakapolres Bogor Kompol Rizka Fadilah, Kabag Ops Kompol Nur Istiono, para pejabat utama Polres Bogor, para kapolsek jajaran, Ketua Pokab Ojol Adam Irfan, para ketua komunitas, serta anggota ojol dari berbagai wilayah di Kabupaten Bogor.

Rangkaian acara diawali dengan persiapan peserta, pembukaan oleh pembawa acara, serta doa bersama. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan antara Polri dan mitra kamtibmas.

Dalam arahannya, Kapolda Jabar menekankan pentingnya menjadikan pertemuan tersebut sebagai momentum mempererat tali silaturahmi. Ia berharap hubungan yang telah terjalin baik dapat semakin kuat melalui kolaborasi nyata di lapangan.

Selain itu, Kapolda juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun sinergi agar Polri dan komunitas ojol mampu saling mendukung dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Peran ojol dinilai strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda turut menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi peserta yang menjalankan. Ia berharap bulan suci Ramadan membawa keberkahan serta meningkatkan kepedulian sosial seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan kepada mitra ojol kamtibmas, dilakukan penyerahan rompi, pin keselamatan berlalu lintas, helm, dan paket sembako secara simbolis kepada empat orang perwakilan. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan booth Warung Ojol dan Bengkel Kamtibmas, ramah tamah, serta makan bersama.

Mediaistana reporter Maulana

IWB MAI Pasopati Harimau Blambangan Soroti Dugaan Korupsi di Banyuwangi pada Hari Pers Nasional

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Momentum Hari Pers Nasional dimanfaatkan oleh IWB MAI Pasopati Harimau Blambangan untuk menyuarakan keprihatinan terhadap dugaan praktik korupsi yang dinilai masih terjadi di Kabupaten Banyuwangi.

 

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan dalam pertemuan bersama sejumlah elemen masyarakat, organisasi tersebut menegaskan bahwa berbagai persoalan dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh oknum pejabat daerah harus menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Ketua IWB, MAI ,Pasopati , Harimau Blambangan menilai praktik korupsi bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat, terutama dalam sektor lingkungan, pelayanan publik, dan pembangunan daerah.

“Pada momentum Hari Pers Nasional ini, kami mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk insan pers, untuk terus mengawal transparansi dan keadilan. Kami meminta Presiden Republik Indonesia untuk menindak tegas setiap dugaan praktik korupsi di Banyuwangi serta membuktikan komitmen dalam pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu,” tegas perwakilan organisasi dalam pernyataannya.

 

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar di Cafe Becak Desa Sempu pada Jumat, 13 Februari 2025. Acara dihadiri para jurnalis serta perwakilan lembaga swadaya masyarakat (LSM) Banyuwangi sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap transparansi dan penegakan hukum.

Mereka juga menekankan pentingnya peran pers sebagai pilar demokrasi dalam mengungkap fakta dan menjaga kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

Selain itu, organisasi tersebut mengajak masyarakat untuk berani melaporkan setiap indikasi penyimpangan yang merugikan kepentingan publik, serta mendukung upaya penegakan hukum yang profesional dan transparan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana kondusif dan menjadi bagian dari rangkaian refleksi Hari Pers Nasional sebagai momentum memperkuat komitmen terhadap pemerintahan yang bersih dan berintegritas di Banyuwangi.(kevin)