MEDIAISTANA.COM | TUBAN – Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto terus memperkuat agenda kemandirian pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur logistik dan penguatan sektor pertanian. Dalam kegiatan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Tuban, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pangan sekaligus memperluas swasembada komoditas strategis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa keberhasilan swasembada beras pada 2025 menjadi pijakan awal untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara menyeluruh. Pemerintah kini mendorong peningkatan produksi jagung dan komoditas pangan lain agar Indonesia semakin mandiri dan tidak bergantung pada impor pangan.
Menurut Menteri Pras, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah bersama para petani di seluruh Indonesia. Ia juga memberikan apresiasi kepada para petani yang dinilai menjadi ujung tombak keberhasilan sektor pangan nasional.
“Ini salah satu upaya kita, kerja keras kita untuk memastikan pangan kita kuat, pangan kita mandiri setelah kita berhasil mencapai swasembada beras di tahun 2025 yang lalu atas kerja keras Pak Mentan beserta dengan seluruh jajaran. Kita sekarang mengejar untuk juga swasembada di bidang jagung dan seluruh komoditas pangan lainnya,” ujar Menteri Pras.
Dalam kesempatan itu, pemerintah juga mengungkap capaian strategis berupa meningkatnya cadangan beras pemerintah yang kini mencapai 5,3 juta ton di gudang Perum Bulog. Jumlah tersebut disebut sebagai salah satu stok beras tertinggi dalam sejarah nasional dan menjadi indikator kuatnya ketahanan pangan Indonesia saat ini.
“Cadangan beras pemerintah di gudang Bulog sejumlah 5,3 juta ton. Sekali lagi kita ingin memastikan bahwa pangan kita aman, terkendali, harga juga terjangkau bahkan bisa memberi bantuan kepada saudara-saudara kita di negara lain,” ungkap Menteri Pras.
Sementara itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah juga terus memperkuat dukungan bagi sektor pertanian, terutama dalam memastikan ketersediaan pupuk nasional. Ia menyebut stok pupuk saat ini berada dalam kondisi surplus hingga memungkinkan Indonesia melakukan ekspor ke sejumlah negara seperti Australia, Filipina, Brasil, dan India.
Menurut Menteri Amran, keberhasilan tersebut tidak lepas dari arahan besar Presiden Prabowo dalam membangun sektor pertanian nasional secara terintegrasi. Selain berhasil mencapai swasembada beras, Indonesia disebut juga telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan nasional.
“Harga pupuk dalam negeri turun 20 persen. Kemudian kita sudah swasembada jagung untuk pakan,” ujar Menteri Amran.
Langkah pemerintah memperkuat cadangan pangan, memperluas gudang logistik, serta menjaga stabilitas pupuk dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah tantangan global dan perubahan iklim yang memengaruhi sektor pangan dunia.