BerandaBeritaPulau Besing Kembangkan Wisata Mangrove Demi Lestarikan Habitat Bekantan

Pulau Besing Kembangkan Wisata Mangrove Demi Lestarikan Habitat Bekantan

Media Istana

Pulau Besing, 10 Juni 2026

Potensi alam yang dimiliki Kampung Pulau Besing, Kecamatan Gunung Tabur, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, kini mulai dikembangkan menjadi objek wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga berperan aktif dalam pelestarian satwa langka endemik Kalimantan, yaitu bekantan (Nasalis larvatus).

Berbeda dengan konsep wisata biasa, pengembangan kawasan ini mengusung semangat wisata alam berbasis konservasi. Pemerintah Kampung bersama masyarakat setempat sepakat mengutamakan kelestarian habitat sebelum mengejar keuntungan ekonomi. Pulau Besing yang dikelilingi hamparan hutan Mangrove lebat menjadi rumah alami bagi puluhan ekor bekantan yang hidup bebas di sana.

“Kami tidak ingin Pulau Besing hanya dikenal sebagai tempat rekreasi semata. Lebih dari itu, tempat ini harus menjadi benteng pertahanan bagi bekantan yang populasinya terus menurun akibat kerusakan hutan,” ujar Kepala Kampung Pulau Besing Supandi Paridana

Untuk memastikan aktivitas wisata tidak mengganggu kehidupan satwa, diterapkan aturan yang tegas namun tetap manusiawi. Pengunjung dapat mengamati bekantan dari atas perahu tradisional ( Ketinting ) atau Speed Boat dengan kecepatan pelan, dengan jarak aman minimal 15–20 meter dari kelompok satwa tersebut. Pemberian makanan sembarangan dan penebangan pohon di kawasan lindung dilarang keras.

Kawasan ini dibagi menjadi tiga zona pengelolaan: zona inti yang sepenuhnya tertutup untuk aktivitas manusia sebagai tempat berkembang biak, zona wisata terbatas untuk pengamatan, dan zona pemukiman warga yang dilengkapi fasilitas pendukung ramah lingkungan.

Salah satu keunggulan program ini adalah keterlibatan penuh warga Kampung Pulau Besing. Mereka dilatih menjadi pemandu wisata, pengelola tempat, hingga tenaga pemantau kondisi hutan dan populasi bekantan. Pendapatan dari retribusi wisata dikelola secara bersama untuk perawatan lingkungan dan kesejahteraan warga.

“ M

 

asyarakat kami hanya hidup dengan mencari ikan. Ada juga yang berkebun namun sekarang kami sadar, menjaga pohon mangrove berarti menjaga bekantan, dan itu berarti masa depan ekonomi kami juga terjamin,” ungkap Kades Pulau Besing Supandi ke Media Istana saat berkunjung ke Kantornya.

Selain pengamatan bekantan, wisatawan juga dapat menikmati keindahan jalur hutan mangrove, mempelajari peran penting ekosistem pesisir, serta mencicipi kuliner dan kerajinan khas masyarakat setempat.

Pengembangan Pulau Besing diharapkan dapat menjadi model pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Timur. Dengan mengedepankan keseimbangan antara pemanfaatan alam dan pelestariannya, objek wisata ini membuktikan bahwa pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan.

Bagi wisatawan yang ingin berkunjung, disarankan datang pada pagi atau sore hari saat bekantan sedang aktif mencari makan. Kehadiran wisatawan diharapkan dapat menjadi dukungan nyata bagi upaya menyelamatkan satwa khas Kalimantan ini dari kepunahan.

 

Aroel Mandang

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!