mediaistana,com . jakarta 7 Mei 2026 – Maraknya dugaan penipuan berkedok “admin slot” di media sosial dan aplikasi percakapan kembali meresahkan masyarakat.
Pelaku diduga menggunakan berbagai modus, mulai dari iming-iming kemenangan besar, bonus member baru, hingga janji keuntungan instan untuk menarik korban mentransfer sejumlah uang.
Korban umumnya diarahkan melakukan deposit berkali-kali dengan alasan akun terkunci, pajak kemenangan, verifikasi admin, hingga biaya pencairan dana. Namun setelah uang dikirim, pelaku diduga menghilang dan memutus komunikasi dengan korban.
Masyarakat meminta aparat penegak hukum segera turun tangan mengusut tuntas jaringan penipuan digital tersebut karena dinilai telah merugikan banyak warga secara finansial maupun psikologis. Dugaan praktik penipuan berkedok admin slot ini juga dinilai semakin masif dan terorganisir melalui grup WhatsApp, Telegram, Facebook, dan akun media sosial palsu.
Tindakan tersebut dapat diduga melanggar:
Pasal 378 KUHP tentang Penipuan.
Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) UU ITE terkait penyebaran informasi bohong dan menyesatkan yang merugikan konsumen dalam transaksi elektronik
Serta ketentuan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) apabila ditemukan aliran dana hasil kejahatan digital
Masyarakat diimbau untuk:
Tidak mudah percaya terhadap akun yang mengaku admin resmi
Tidak mentransfer uang tanpa verifikasi jelas
Menyimpan bukti chat, transfer, dan nomor rekening pelaku.
Segera melapor ke pihak kepolisian dan patroli siber apabila menjadi korban
Publik berharap aparat kepolisian, cyber crime, dan instansi terkait dapat segera melakukan penelusuran terhadap rekening, nomor telepon, serta akun digital yang digunakan para pelaku agar tidak semakin banyak korban berjatuhan.
Redaksi: Tim