Jakarta, mediaistana.com 08 Mei 2026 – Di tengah tantangan zaman yang kian dinamis, penanaman rasa cinta tanah air dan penguatan karakter menjadi fondasi mutlak bagi generasi muda. Menjawab tantangan tersebut, SD Kristen Harapan Bagi Bangsa sukses menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) pada 8-9 Mei 2026.
Mengambil lokasi di lingkungan sekolah SD Kristen Harapan Bagi Bangsa, kegiatan ini menjadi kawah candradimuka bagi siswa kelas 5 dan 6 untuk mengasah ketangguhan mental dan spiritual.
Dengan mengusung tema “Menjadi Pandu yang Berintegritas dan Takut Akan Tuhan”, Perjusa tahun ini mengintegrasikan kecakapan kepanduan dengan nilai kebangsaan.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sebuah manifestasi Bela Negara sejak dini di mana kemandirian dan kedisiplinan siswa ditempa untuk menjadi warga negara yang bertanggung jawab.
Selama dua hari satu malam, para peserta melewati rangkaian agenda intensif yang dirancang untuk mengasah teamwork dan spiritualitas.
Kegiatan diawali dengan Upacara Pembukan,
Ibadah & Api Unggun menjadi Momen refleksi syukur dan penyalaan api semangat yang melambangkan kehangatan persaudaraan dan terang iman Kristiani.
Kegitan dilanjudkan dengan Lomba Ketangkasan Pramuka Uji nyali dan kecakapan teknis untuk membangun mental kompetitif yang sehat dan sportif.
Kegitan menantang Caraka malam Uji Nyali & Integritas Tantangan ke pos-ke-pos di tengah kegelapan malam yang melatih keberanian, ketenangan, serta kemampuan pemecahan masalah secara kolektif.
hari kedua kegiatan dibuka dengan Renungan Pagi Mengawali hari dengan doa dan penguatan Firman Tuhan guna menanamkan integritas sebagai kompas moral dalam bertindak.
Dilanjutkan Napak Tilas Perjalanan fisik sejauh 10 KM bagi tingkat Penggalang sebagai simbol daya juang, ketahanan, dan pantang menyerah dalam menghadapi rintangan.
Kepala Sekolah SD Kristen Harapan Bagi Bangsa, Tertius, S.Pd., M.M., Gr., menegaskan bahwa Perjusa adalah bagian penting dari pendidikan holistik.
“Bela Negara bagi anak-anak berarti belajar disiplin, mandiri, dan mampu bekerja sama.
Melalui Perjusa, kami membawa siswa keluar dari zona nyaman untuk belajar tentang seni berbagi dan kepemimpinan yang melayani. Kami ingin mereka menjadi pemimpin masa depan yang hebat secara intelektual, namun tetap rendah hati dan takut akan Tuhan,” ujar beliau yang akrab disapa Bung Tius.
Kegiatan ditutup secara resmi pada Sabtu siang dengan upacara pelantikan dan penyematan wing penghargaan. Meski fisik tampak lelah, raut bangga terpancar dari para siswa yang kini pulang membawa pengalaman berharga dan karakter yang lebih tangguh untuk bangsa dan sesama.
SD Kristen Harapan Bagi Bangsa adalah lembaga pendidikan yang berkomitmen menyelenggarakan pendidikan berkualitas dengan mengintegrasikan nilai-nilai Kristiani dalam Kurikulum Nasional. Sekolah berfokus pada pembentukan generasi yang unggul secara akademik dan memiliki karakter luhur yang berdampak bagi bangsa
