25.5 C
Jakarta
BerandaBertaDiduga Seorang Warga Keude Blang Tidak Terima Bantuan Sembako, keuchik Bantah Tudingan

Diduga Seorang Warga Keude Blang Tidak Terima Bantuan Sembako, keuchik Bantah Tudingan

 

Aceh Timur –mediaistana.com 

Sebuah video yang viral di salah satu akun TikTok menyoroti keluhan seorang warga Dusun Meuligoe, Desa Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, yang mengaku tidak pernah menerima bantuan sembako pasca musibah banjir bandang.

 

Dalam video tersebut, seorang ibu rumah tangga menyampaikan kekecewaannya karena merasa tidak mendapat perhatian, sementara warga lain menerima bantuan. Ia mengaku tidak memperoleh bantuan karena tinggal satu rumah dengan ibunya, meskipun memiliki Kartu Keluarga (KK) yang berbeda.

 

“Saya tidak mendapatkan bantuan karena satu rumah dengan ibu saya, padahal beda KK. Banyak bantuan sembako dari bupati,” ujarnya dalam unggahan video tersebut.

 

Ia juga berharap keluhannya dapat disampaikan kepada Bupati Aceh Timur.

 

“Saya sangat sedih karena tidak mendapatkan bantuan dari Desa Keude Blang Dusun Meuligoe. Tolong sampaikan kepada Bapak Bupati Aceh Timur,” katanya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa (keuchik) Keude Blang, Tgku Usman, membantah tudingan bahwa pihak desa tidak menyalurkan bantuan kepada warga. Hal itu disampaikannya pada Minggu (21/12/2025).

 

Menurut Usman, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Timur pada tahap awal difokuskan untuk posko pengungsian. Ia menjelaskan bahwa pada akhir November 2025 pihak desa telah mendata seluruh warga terdampak dan menyerahkan data tersebut kepada Camat Idi Rayeuk untuk diteruskan kepada Bupati Aceh Timur.

 

“Tidak lama kemudian ratusan paket sembako kami bagikan per rumah, termasuk kepada ibu tersebut yang tinggal satu rumah dengan ibunya. Bantuan itu sebenarnya sudah diterima, namun dikembalikan karena tidak mendapatkan dua paket,” jelas Usman.

 

Ia menyebutkan, jumlah kepala keluarga (KK) di Desa Keude Blang mencapai 433 KK, sementara bantuan sembako yang tersedia hanya 217 paket. Oleh karena itu, pembagian dilakukan per rumah, bukan per KK.

 

“Seluruh paket bantuan sembako dari pemerintah sudah kami bagikan kepada warga terdampak,” tegasnya.

 

Usman juga menambahkan bahwa pada pembagian bantuan tahap kedua dan ketiga—termasuk bantuan dari mantan Bupati Aceh Timur—pola pembagian tetap dilakukan per rumah. Namun, warga yang bersangkutan menolak dan mengembalikan bantuan ke posko.

 

“Bagaimana kita mau bagikan per KK jika bantuan terbatas. Maka kita ambil kebijakan membagi per rumah,” ujarnya.

 

Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama membangun desa dan tidak memperbesar persoalan kecil.

 

“Desa Keude Blang sejauh ini menjadi desa percontohan. Semoga ke depan bisa lebih baik lagi,” pungkasnya.

 

Sementara itu, salah seorang warga lainnya mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Aceh Timur dan Pemerintah Desa Keude Blang di bawah kepemimpinan Geuchik Usman.

 

“Sejak awal musibah banjir, geuchik sangat sibuk mencari bantuan dan mendirikan posko pengungsian agar warga tidak kelaparan. Hingga kini beliau terus berupaya agar masyarakat mendapatkan bantuan dari berbagai pihak,” ujarnya.

 

 

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!