
“ Belajar Membatik, Merawat Identitas Bangsa dari Desa”
Mediaistana, com. Malang ,13/01/2026. Sejumlah Dosen Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas PGRI Kanjuruhan (UNIKAMA) Malang, sukses gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), melalui pelatihan membatik kepada kelompok Ibu Rumah Tangga pada Tahun 2026
Kegiatan ini dilaksanakan di Jalan Gondomono RT. 15 RW. 02, Sengguruh, Kepanjen, Malang. Pada Senin,12 Januari 2026, yang dihadiri langsung oleh Tim Pengabdian FBS UNIKAMA yakni; Dr. Hadi Wardoyo, M, Pd., Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd, Suryantoro, M.Pd, Siane Herawati, M.Pd, Maria Purnawati, M.Pd., dan Muhammad Amirul Halim, M.Pd.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari salah satu dari tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi (PT) yang diramu melalui program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan perekonomian ibu-ibu melalui pelatihan membatik, pelestarian budaya, dan penciptaan corak batik lokal. Hingga pendampingan berkelanjutan agar memberdayakan mereka secara ekonomi dan budaya.

Selain itu, Kegiatan ini juga bukan hanya mengajarkan keterampilan, tapi di tangan ibu-ibu terampil, sehelai kain bukan sekadar hiasan, melainkan simbol jati diri bangsa, sekaligus bernilai cuan serta menanamkan kebanggaan pada budaya sendiri.
Sementara itu, menurut Ketua Tim Pengabdian FBS UNIKAMA, Dr. Hadi Wardoyo, M,Pd, kegiatan ini juga merupakan implementasi dari Kerjasama Desa Binaan antara FBS UNIKAMA dan Desa Glanggang Pakisaji, Kabupaten Malang.
Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan, skill, maupun gairah kepada ibu-ibu untuk terus menekuni dunia batik yang menjanjikan kesempatan untuk berwirausaha. Pelatihan ini direncanakan akan dilakukan sebanyak empat kali, dan hari ini merupakan sesi pertama. Masih ada tiga sesi lainnya. Alhamdulillah, ibu-ibu sangat semangat dan cepat menerima ilmu membatik. “Semoga ini membawa manfaat yang maksimal”, Ungkap, Dr. Hadi Wardoyo”.
Untuk dapat diketahui bahwa, Batik Seng dipilih oleh Tim Pengabdian FBS UNIKAMA karena sudah banyak dikenal masyarakat sebagai sentra batik yang mapan dan secara berkesinambungan karena sudah menularkan ilmu membatik kepada siapa pun yang ingin belajar membatik.
Batik Seng juga merupakan brand yang dikembangkan rumah produksi Griya Batik Sengguruh yang berlokasi di Jalan Gondomono RT. 15 RW. 02, Sengguruh, Kepanjen, Malang dan dapat diakses pada link https://www.batiksengguruh.com/.
Hal lain yang tak kalah penting, pelatihan membatik ini dilatih langsung oleh Evi Wahyu Astutik, selaku perintis sekaligus koordinator Griya Batik Sengguruh yang sudah berpengalaman dalam menjalankan usaha ini sejak tahun 2015. Dengan Moto “Kepuasan PELANGGAN merupakan apresiasi terbaik untuk kami”. Selain itu, merupakan brand batik yang sudah mendapatkan kepercayaan publik secara luas. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya penghargaan atas pencapaian kinerja usaha ini, baik dari pemerintah daerah setempat maupun berskala nasional.
Selaku pelatih, Evi Wahyu Astutik tetap optimis untuk terus memotivasi ibu-ibu peserta pelatihan untuk terus belajar membatik. Karena menurutnya, batik adalah identitas kebanggaan bangsa ini. Karena keberadaan Batik Seng sudah mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat. Untuk itu, Ia terus membantu warga sekitar untuk terjun dan bekerja di dunia batik. “Saya bersyukur karena dapat membantu sesama mendapatkan rejeki melalui batik cantik”, Kata Evi”.

Sesuai pantauan media ini, di akhir kegiatan ini, Tim Pengabdian bersama Pelatih melakukan pemantauan langsung ke showroom batik
sambil menunjukkan beberapa motif batik yang merupakan identitas batik khas Malang dengan berbagai warna menarik dan cantik.
Penulis, Dr. Teguh.