27.2 C
Jakarta
BerandaISTANAKesuksesan BUMDes Mukti Mekar Mandiri Desa Sukamukti, Dukung Program Swasembada Pangan Hewani

Kesuksesan BUMDes Mukti Mekar Mandiri Desa Sukamukti, Dukung Program Swasembada Pangan Hewani

Garut, Mediaistana.com – BUMDes Mukti Mekar Mandiri Desa Sukamukti, sukses mendukung program Swasembada Pangan Hewani melalui ternak ayam petelur. Bertempat di Kp. Sampora Rt. 02/09, Desa Sukamukti Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Senin (23/02/2026).

Ketua BUMDes Mukti Mekar Mandiri Hendra Firdaus

“Landasan Hukum BUMDes Mukti Mekar Mandiri”

Menurut Ketua BUMDes Mukti Mekar Mandiri Hendra Firdaus, hal penting legalitas BUMDes Mukti Mekar Mandiri, sesuai peraturan UU No. 6 Tahun 2014 dan PP No. 11 Tahun 2021 yang mengatur pendirian, pengelolaan, dan status badan hukum BUMDes.

Selain itu berdasarkan Kepmendes PDT No. 3 Tahun 2025, BUMDes sebagai pelaksana program ketahanan pangan untuk mendukung swasembada pangan.

“Disertai Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur penyertaan modal dan APBDesa untuk program ketahanan pangan, sehingga dalam melaksanakan program ketahanan pangan hewani, pada tahun 2025-2026, fokus utamanya adalah mendukung swasembada pangan dan makanan bergizi gratis,” ujarnya.

“Ayam Petelur Resiko Rendah, Hasil Mencapai (20 Kg – 23 Kg) Tiap Hari”

Ketua BUMDes Mukti Mekar Mandiri Hendra Firdaus mengatakan, BUMDes Mukti Mekar Mandiri, mengelola ayam petelur berjumlah 600 ekor, bersumber dari Dana Desa tahun 2025, menyerap anggaran Rp.200 Juta.

Lanjut Hendra mengatakan, hasil dari ayam petelur menghasilkan rata-rata (20 Kg – 23 Kg) per hari, selain itu pemeliharaan ayam petelur resikonya rendah, mudah dikontrol dan penjualan telur biasa tiap hari.

“Hasil produksi telur sementara ini, baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat khususnya di Desa Sukamukti, itulah yang menjadi alasan BUMDes Cipta Karya Mandiri, memelihara ayam petelur, dalam program ketahanan pangan tahun 2025,” ujar Hendra Firdaus.

“Kendala Pemeliharaan, dan Keterbatasan Pakan”

Menurut Hendra Firdaus, dalam pemeliharaan ayam petelur memiliki beberapa kendala, antara lain harga pakan naik turun, pakan terkadang tidak ada, dan faktor cuaca, dapat mempengaruhi produksi ayam petelur.

“Keterbatasan pakan, mungkin dipengaruhi oleh banyaknya permintaan dari BUMDes lain yang sama memelihara ayam petelur, sehingga langkah kami untuk mensetabilkan bahan pakan ternak, kami membuat pakan ternak sendiri, bersama 3 pekerja,” tuturnya.

“Ucapan Terima Kasih Terhadap Presiden RI”

Lanjut Hendra, sebagai penanggung jawab kami mengucapkan terima kasih Kepda Presiden RI, Bapak Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto dalam program swasembada pangan.

Selain itu mengucapkan terimakasih kepada Kepala Desa Sukamukti Bapak Haji Dadan Hamdani, A. M.P., atas kepercayaan yang diberikan dalam pengelolaan BUMDes, bersama masyarakat yang bekerja.

Dengan program ini, kedepan banyak belajar untuk meningkatkan usaha untuk memajukan ternak ayam petelur untuk memasok terhadap kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mudah-mudahan apa yang diberikan oleh pemerintah pusat, ini menjadi sesuatu yang bisa bermanfaat bagi masyarakat Desa Sukamukti, pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, A.M.D., K.D., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!