Garut, Mediaistana.com – Puskesmas Bagendit melaksanakan Cek Kesehatan Gratis (CKG), sekaligus mengusulkan reaktivasi (pengaktifan) peserta BPJS Kesehatan PBI, bertempat di Aula Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Kamis (26/02/2026).
Pada kesempatan tersebut turut hadir tim medis Puskesmas Bagendit antara lain Kepala Puskesmas Bagendit Amilia S.K.M., M.K.M., Tim medis Wahid Rahayu S.K.M., dr. Dilla Latul Anjaniyah, Awang Nawangsih S.S.T., Rani Sriwahyuni, A.M.d. Keb, Gitta Augista, S.K.M., Heriyani A.M.d. Kep, Dian Candra A.M.d., Kep., Yadi Hermawan, S.K.M., Babinsa Desa Binakarya Sertu Hedy dan Anggun Risnawati (Kesra Desa Binakarya).

“Cek Kesehatan Gratis Program Asta Cita Bapak Presiden RI”
Kepala Puskesmas Bagendit Amilia, S.K.M., M.K.M., mengatakan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) merupakan program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diatur dalam Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/33/2025.
“913 Peserta BPJS Kesehatan PBI Faskes Bagendit di Non Aktifkan”
“Ada 913 Peserta BPJS Kesehatan PBI Faskes Bagendit di non aktifkan Pemerintah Pusat per (1/02/2026), tentunya memicu keluhan pasien saat berobat di Puskesmas Bagendit,” ujar Kepala Puskesmas Bagendit Amilia, S.K.M., M.K.M., disela-sela saat pemeriksaan.
Lanjut Kepala Puskesmas Bagendit, sesuai jadwal dari 7 Desa, mulai hari ini melaksanakan Roadshow (komunikasi langsung dan interaksi personal dengan masyarakat) mulai tanggal (26/02) sampai (05/03) tahun 2026.
“Warga Desa Binakarya 153 Peserta BPJS PBI di Nonaktifkan, Semetara 51 Peserta diusulkan ke Dinas Sosial”
Menurut Kepala Puskesmas Bagendit dari 7 Desa, pertama kali di Desa Binakarya, melakukan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan mengusulkan kembali reaktivasi BPJS Kesehatan PBI.
Warga Desa Binakarya ada 153 Peserta BPJS PBI yang dinonaktifkan, saat ini baru 51 peserta yang diusulkan kembali ke Dinas Sosial, khususnya bagi warga masyarakat yang hari ini di cek kesehatannya.

“Sementara yang belum dilaksanakan pengecekan, karena sakit, diharapkan dapat datang langsung ke Puskesmas Bagendit untuk diperiksa, dan diberikan surat keterangan sakit sebagai syarat pengajuan reaktivasi ke Dinas Sosial Kabupaten Garut sesuai arahan pimpinan,” tandasnya.
“Keberhasilan Pemerintah, Masyarakat Terjamin Kesehatannya”
Saya berharap, khususnya peserta BPJS yang telah di cek kesehatannya dapat diaktifkan kembali, secara umum masyarakat termasuk keluarga tidak mampu dan memiliki penyakit, apalagi lansia.

Selain itu diharapkan baik Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, dapat menjamin kesehatan bagi masyarakat tidak mampu, karena salah satunya keberhasilan Pemerintah, yakni masyarakat terjamin Kesehatannya.
“Sementara bagi warga masyarakat yang mampu diharapkan masuk ke segmen BPJS Kesehatan mandiri, dengan tujuan untuk saling membantu, dalam menjamin kesehatan kelurganya” tuturnya.

“Tidak Kasian Pemerintah Menghapus BPJS Kesehatan dan Bantuan Sosial”
Ditempat yang sama Ma Atik mengatakan, meni tega (tidak kasian) Bantuan Sosial (Bansos) Ema di hapus, ku pamarentah (oleh pemerintah) tolong bapak Presiden Prabowo, Bapak ABRI, di pasihan dei nya (dikasih kembali yah).
“Nu gadata teh lepat (yang mendata salah), maeya Ema seorang janda lansia Desil 6 teugaduh nanaon, bumi oge anu putra, emamah numpang sareng anak (mengapa Ema seorang janda lansia Desil 6, tidak punya apa-apa, rumah juga punya anak, ibu mah numpang dengan anak),” ucapnya Ma Atik sambil menangis menyampaikan kepada Wartawan.
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).