Mediaistana.com, Jakarta,(28/05/2026). Sejarah adalah pemicu untuk masa depan sebuah negeri, dimana sebuah Negara akan terlihat karakteristik,
kemegahan dan kebesaran nya, apa bila mereka para rakyat nya mau belajar dari sejarah masa lalu yang terjadi di negeri nya.
Sebuah kekuatan satu negara tidak di bangun begitu saja, tanpa ada nya sebuah pengorbanan yang tercatat dalam sejarah masa lalu negara itu sendiri, begitu heroik nya sebuah sejarah tentang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nya yang dengan gigih mempertahankan tanah air nya dari serangan dan rongrongan para penjajah yang ingin masuk ke negerinya, untuk menjadi penguasa di negeri nya itu.
Maka dari sebuah sejarah itulah sebuah Negara mencatat nya dalam buku sejarah negeri tersebut, untuk di jadi kan acuan hidup bagi seluruh generasi yang akan datang yang hidup dan berkembang di negeri nya sendiri.
Indonesia adalah sebuah negeri yang memilki banyak sejarah di masalalu nya, terlihat dari sejarah masa kerajaan sampai masa perubahan sistem menjadi ke presidenan. Dari ke pemimpinan para raja raja, sampai dengan kepresidenan, Indonesia tak luput dari sebuah sejarah.
Dan Dari sini juga kita dapat melihat betapa penting nya sebuah sejarah perjalanan masalalu yang begitu banyak mengandung makna pelajaran untuk di resapi sebagai acuan ke arah masa depan yang lebih baik lagi.
Dari sisi perjalanan para pahlawan nya, dan dari sisi simbol simbol kenegaraan nya, termasuk diantara nya simbol lambang bendera kebangsaan nya.
Semua itu tak lepas dari adanya sebuah makna sejarah yang sangat begitu berarti buat seluruh masyarakat yang hidup di sebuah negeri yang di mana negeri tersebut banyak mencatat sebuah perjalanan sejarah masalalu negara nya yang membentang luas dari timur sampai barat, dari daratan sampai pegunungan dari pesisir sampai lembah lembah perbukitan, semua tak lepas dari sebuah sejarah masalalu atas negeri nya.
Terlepas dari baik atau buruk nya sejarah negara itu, kita yang hidup di satu negara berdaulat, harus dapat menjujung tinggi norma adat istiadat simbol simbol kenegaraan itu sendiri.Termasuk simbol bendera kenegaraan dan juga simbol simbol kebangsaan lain nya.
Disini saya sebagai penulis akan mengingat kan kembali kepada seluruh pembaca tulisan saya ini, arti dari sebuah sejarah masalalu yang dapat membangkitkan nilai nilai patriotisme kebangsaan yang baik, dan sebuah keberanian para pelaku sejarah itu sendiri guna untuk dijadikan acuan hidup yang baik oleh seluruh masyarakat nya terkhusus masyarakat indonesia.
Diantara banyak nya sebuah sejarah saya akan sedikit menceritakan tentang peristiwa sejarah yang terjadi di kota Surabaya yaitu tentang penyobekan bendera Belanda yang berwarna merah putih biru yang pada waktu itu dikibarkan kembali oleh sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan W.V.Ch.Ploegman.
W.V.Ch.Ploegman, yang mengibarkan bendera triwarna Belanda (Merah-Putih-Biru) di gedung hotel Yamamoto yang dulu di kenal dengan nama Hotel Oranye tersebut, pada 19 September 1945 secara sepihak, yang akhir nya memicu kemarahan masyarakat Surabaya pada waktu itu.
Arek Arek Surabaya yang melihat berkibar nya bendera tri warna tersebut, timbul semangat ke bangsa nya untuk mendatangi hotel oranye, mereka dengan gigih mencoba menaiki gedung hotel oranye untuk merobek bendera triwarna tersebut dengan mencoba untuk menghilangkan warna biru nya.
Aksi Heroik yang terjadi di atas hotel oranye antara pemuda Surabaya dengan orang Belanda membuat masyarakat yang ada di luar hotel merangsek masuk ke dalam hotel. Dua pemuda yang bernama Koesno Wibowo dan Haryono berhasil memanjat tiang bendera di atap Hotel Oranye.
Mereka menurunkan bendera Belanda, dan merobek warna biru nya lalu menaikan kembali sisa bendera tersebut yang berwarna merah putih.
Bukti dari sejarah masalalu menjadikan kita yang hidup di masa kini untuk dapat belajar mencontoh betapa semangat para pejuang di masalalu itu membuat kita yang hidup di masa kini harus dapat menjaga nilai nilai semangat juang para pendahulu kita, dengan cara menjunjung tinggi nilai lambang kenegaraan kita.
Kita yang hidup di masa kini harus dapat menjaga, merawat dan mempertahankan keutuhan warna bentuk dan estetika kesakralan bendera pusaka tersebut, agar tak bisa di sepelekan begitu saja oleh siapapun tanpa terkecuali.
Karena Marwah kehormatan satu negara terlihat dari bagaimana masyarakat nya mampu menjaga nilai nilai kebangsaan negara nya secara tulus,dan juga mau belajar dari sejarah masalalu negerinya.
Terlepas sejarah itu baik atau tidak, itu bukanlah satu masalah yang dapat menjadikan kita sebagai warga negara untuk tidak mau menjunjung tinggi harkat martabat negara nya sendiri.
Bagi saya, perjuangan masalalu para pahlawan itu sudah dapat menjadi tolak ukur kebaikan untuk dapat kita junjung tinggi.
Prinsip prinsip kepahlawanan dan prinsip prinsip keberanian untuk menjaga keutuhan negeri agar tidak dapat di jajah kembali oleh segala bentuk ke licikan yang mengakibatkan perpecahan antara sesama anak bangsa perlu kita tanam kan dalam diri kita.
Oleh sebab itu saya sebagai penulis mengingat kan kepada pembaca tulisan saya ini agar kita jangan mau terprovokasi oleh serangan serangan para penjajah di abad modern ini, dengan cara menyepelekan nilai nilai kebangsaan dan nilai nilai kenegaraan yang luhur.
Jangan kita mau lagi di adu domba, di provokasi dan di pecah belah dengan cara apa pun juga, dan tanamkan pula kepada anak cucu kita akan arti nilai kebangsaan dan kenegaraan yang baik supaya mereka mau mencintai negara nya dengan cara menjunjung tinggi arti sebuah sejarah masalalu negeri nya dan arti sebuah simbol simbol kenegaraan negeri nya.
“JANGAN KAU NODAI MERAH PUTIH KU YANG BERKIBAR DI RUMAH MU, DI GEDUNG MU, DI SEGALA PENJURU TANAH AIR INI DENGAN WARNA YANG LUSUH DAN PENUH LUKA ROBEK DI SELURUH TUBUH NYA.”.
Terimakasih (Red)
Penulis : Baka Perdana Kusuma.Latar Belakang : Ketua DJ PRO Jakarta Utara.
Kutipan sejarah 10 November dari buku sejarah : “30 tahun Indonesia merdeka” (Disusun oleh Sekretariat Negara) dan ” Sejarah Pertempuran Surabaya”