Probolinggo, Mediaistana.com
Dinas Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo menerima kunjungan lapang peserta workshop Sistem Budidaya Bawang Merah–Cabai–Padi untuk Pertanian Berkelanjutan. Kegiatan berlangsung di demplot milik Wasis Hartono, Desa Sumberkedawung, Kecamatan Leces, Rabu (10/6/2026).
Workshop difasilitasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian BRMP Kementerian Pertanian Kementan RI. Peserta datang dari Australian Centre for International Agricultural Research ACIAR Indonesia, Universitas Queensland Australia, BRIN, Direktorat Sayuran Kementan, BRMP Sayuran Lembang, BISI International, CropLife Indonesia, UGM, IPB, hingga petani dari berbagai daerah.
Rombongan disambut Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi bersama jajaran, dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Panca Marga UPM, Camat Leces Muhammad Sigit Pujotomo, Kepala Desa Sumberkedawung, serta para penangkar benih bawang merah Probolinggo.
Arif Kurniadi mengatakan Probolinggo merupakan sentra bawang merah Jawa Timur. Data 2025 mencatat luas tanam 7.744 hektare, luas panen 8.019 hektare, dengan produksi 54.355 ton.
Produktivitas rata-rata 8 hingga 10 ton per hektare saat kemarau dan 6 hingga 7 ton per hektare saat penghujan. Ini menjadikan Probolinggo daerah strategis pengembangan bawang merah nasional, katanya.
Demplot ini menguji performa tujuh varietas bawang merah pada agroklimat Probolinggo. Varietas yang diuji: Biru Lancor, Ronggojalu, Rubaru Sumenep, Tajuk Nganjuk, Bauji Nganjuk, Ngadipuro Magetan, dan Prada Kediri.
Tujuannya mencari varietas paling adaptif, produktif, dan tahan hama penyakit. Hasilnya jadi rekomendasi petani memilih varietas unggul sesuai lahan dan iklim Probolinggo, jelasnya.
Arif menegaskan demplot berfungsi sebagai media transfer teknologi. Petani belajar langsung teknik budidaya, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman OPT, dan manajemen usaha tani yang efektif.
Harapannya pengetahuan petani naik, penggunaan benih unggul terdorong, produktivitas dan kualitas bawang merah meningkat. Ujungnya pendapatan dan kesejahteraan petani Probolinggo naik, tegasnya.
Lebih lanjut Arif menyebut Probolinggo punya penangkar benih unggulan: Muhasan, Moh Taufiq, H Sabri, Dafid Prasasti, Wasis Hartono, Tarsan, dan Karim.
Kolaborasi pemerintah, peneliti, kampus, swasta, dan petani penting untuk percepatan inovasi. Dengan sinergi kuat, Probolinggo optimis tetap jadi sentra bawang merah berdaya saing dan berkelanjutan, pungkanya.