Mediaistana.com – Jakarta, 16 Juni 2026 – BEM Bersatu menyampaikan sikap tegas dan keras terkait maraknya aksi demonstrasi mahasiswa yang belakangan terjadi di berbagai daerah. Dalam konferensi pers yang dihadiri sejumlah perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus, BEM Bersatu menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap berdiri sebagai kekuatan moral dan intelektual bangsa, bukan berubah menjadi instrumen kepentingan politik kelompok tertentu yang masih menyimpan ambisi dan pertarungan pasca kontestasi politik nasional.
BEM Bersatu menilai publik perlu membuka mata dan berpikir lebih kritis terhadap berbagai aksi yang mengatasnamakan mahasiswa. Menurut mereka, tidak semua gerakan yang mengatasnamakan kepentingan rakyat benar-benar lahir dari kegelisahan akademik yang murni. Di tengah berbagai dinamika nasional, muncul kekhawatiran adanya upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba memanfaatkan energi mahasiswa untuk menggiring opini publik dan menciptakan tekanan politik terhadap pemerintah.
“Kami menghormati hak setiap mahasiswa untuk menyampaikan pendapat dan kritik kepada pemerintah. Namun kami menolak keras apabila gerakan mahasiswa dijadikan kendaraan politik oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Kampus tidak boleh dijadikan markas operasi politik. Mahasiswa bukan alat dan bukan komoditas politik,” tegas perwakilan BEM Bersatu dalam konferensi pers.
Menurut BEM Bersatu, sejarah telah membuktikan bahwa mahasiswa selalu menjadi garda terdepan dalam mengawal demokrasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat. Namun sejarah juga mengajarkan bahwa gerakan mahasiswa akan kehilangan kehormatannya ketika disusupi kepentingan elite yang menjadikan mahasiswa sebagai tameng untuk mencapai tujuan politik yang tidak mampu mereka capai melalui jalur demokrasi.
BEM Bersatu mengingatkan bahwa bangsa Indonesia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, ketidakpastian geopolitik internasional, konflik di berbagai kawasan dunia, serta tekanan ekonomi yang berdampak pada banyak negara. Dalam situasi seperti ini, seluruh elemen bangsa seharusnya bersatu membangun solusi, bukan justru memperkeruh keadaan dengan mobilisasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan politik berkepanjangan.
“Kami melihat ada kecenderungan sebagian pihak yang terus menerus memproduksi narasi negatif, membangun ketidakpercayaan publik, dan memanfaatkan ruang-ruang gerakan mahasiswa sebagai alat tekanan politik. Ini berbahaya bagi masa depan demokrasi. Mahasiswa harus waspada dan tidak boleh membiarkan idealismenya dibajak oleh kepentingan yang tidak berkaitan dengan perjuangan rakyat.”
BEM Bersatu juga menyoroti dampak yang sering kali dirasakan masyarakat akibat aksi demonstrasi yang tidak terkendali. Mereka menilai rakyat kecil sering menjadi pihak yang paling dirugikan ketika aksi berujung pada penutupan jalan, gangguan aktivitas ekonomi, hingga terganggunya pelayanan publik.
“Jangan rakyat terus-menerus dijadikan korban atas nama perjuangan. Ketika jalan ditutup, pedagang kehilangan pembeli. Ketika aktivitas lumpuh, pekerja harian kehilangan pendapatan. Ketika fasilitas publik terganggu, masyarakat luas yang menanggung akibatnya. Aspirasi adalah hak konstitusional, tetapi jangan sampai rakyat yang menjadi korban dari setiap aksi yang dilakukan.”
Dalam pernyataannya, BEM Bersatu juga menegaskan dukungan terhadap program-program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, termasuk berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat, penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, serta program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.
BEM Bersatu menilai bahwa kritik terhadap pemerintah harus dilakukan secara objektif, berbasis data, dan menawarkan solusi. Kritik yang hanya bertujuan membangun kebencian serta menciptakan instabilitas politik tidak akan memberikan manfaat bagi rakyat.
“Kami tidak anti kritik. Justru kritik adalah bagian dari demokrasi. Tetapi kritik harus dilandasi kejujuran intelektual, bukan kebencian politik. Kritik harus membangun, bukan merusak. Kritik harus menawarkan solusi, bukan sekadar menciptakan kegaduhan.”
Lebih lanjut, BEM Bersatu mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk kembali menghidupkan budaya akademik di kampus. Mereka menilai kontribusi terbesar mahasiswa saat ini adalah melahirkan inovasi, penelitian, gagasan pembangunan, dan solusi nyata bagi persoalan bangsa.
“Mahasiswa seharusnya menjadi pencipta solusi. Bangsa ini membutuhkan riset, inovasi, teknologi, dan gagasan besar dari generasi muda. Jangan sampai energi mahasiswa habis hanya untuk menjadi alat propaganda yang menguntungkan segelintir elite politik.”
BEM Bersatu juga mengingatkan bahwa persatuan nasional harus menjadi prioritas utama seluruh elemen bangsa. Mereka menilai perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh berkembang menjadi upaya sistematis yang memecah belah masyarakat.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjaga marwah gerakan mahasiswa. Jangan menjual idealisme. Jangan menggadaikan independensi. Jangan biarkan kampus kehilangan kehormatannya karena ditarik ke dalam pusaran konflik politik praktis. Mahasiswa harus berdiri bersama rakyat, bukan berdiri di belakang kepentingan elite.”
Menutup konferensi pers, BEM Bersatu menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan nasional secara kritis, objektif, dan bertanggung jawab demi kepentingan rakyat Indonesia.
“Kami menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia untuk menjaga independensi gerakan, memperkuat persatuan bangsa, mengedepankan dialog dan solusi, serta menolak segala bentuk penunggangan politik yang dapat merusak marwah dunia akademik. Kampus adalah rumah ilmu pengetahuan, bukan arena perebutan kekuasaan. Mahasiswa adalah penjaga masa depan bangsa, bukan pion dalam permainan politik siapa pun.”
Red : David E,S.E