Jakarta, Indonesia – 5 Juli 2026.
A. Andar Karepesina, Direktur. Politik Anak Muda Indonesia (POLAM-INDONESIA), menyambut baik rencana kehadiran Presiden Republik Indonesia,yang dijadwalkan didampingi oleh, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia – Bapak Bahlil Lahadalia dalam pelaksanaan groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN).
Menurut A. Andar Karepesina, kehadiran Presiden di Bumi Duan Lolat merupakan momentum bersejarah sekaligus sinyal kuat bahwa Maluku memasuki babak baru sebagai salah satu pusat pengembangan energi nasional.
Kehadiran pemerintah pusat dalam proyek strategis tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi di kawasan timur Indonesia.
POLAM-INDONESIA berharap pembangunan Blok Masela dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Maluku melalui peningkatan investasi, pembukaan lapangan kerja, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, serta percepatan pembangunan infrastruktur yang berkeadilan dan berkelanjutan.
A. Andar Karepesina menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional Blok Masela diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Maluku sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu lumbung energi nasional di masa depan.
“Kehadiran Presiden Republik Indonesia di Maluku bukan sekadar menghadiri seremoni groundbreaking, tetapi menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendorong percepatan pembangunan dan pemerataan ekonomi di kawasan timur Indonesia. Kami berharap proyek ini membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Maluku, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta menjadikan Maluku sebagai pusat pertumbuhan energi nasional,” ujar A. Andar Karepesina, Direktur Politik Anak Muda Indonesia (POLAM-INDONESIA).
Berdasarkan rencana pelaksanaan, groundbreaking Proyek Strategis Nasional Blok Masela dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juli 2026 dan dipusatkan di Desa Lermatang, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku.
Proyek dengan nilai investasi sekitar US$20,94 miliar ini dikembangkan oleh konsorsium yang dipimpin INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Pertonas
Proyek tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, 150 MMSCFD gas pipa, serta sekitar 35.000 barel kondensat per hari.
Selain itu, pengembangannya juga direncanakan memanfaatkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) untuk mendukung pengurangan emisi karbon.
Pada tahap pengembangan, proyek ini diperkirakan mampu menyerap sekitar 12.611 tenaga kerja, sedangkan pada tahap operasi diproyeksikan mempekerjakan sekitar 850 tenaga kerja.
A.Andar Karepesina (Dirt.POLAM-INDONESIA) berharap manfaat ekonomi dan kesempatan kerja tersebut dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat Maluku, khususnya generasi muda.
“POLAM-INDONESIA, UNTUK PERSATUAN-UNTUK INDONESIA”