NAMLEA – Musyawarah Daerah (Musda) Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan yang digelar di Namlea, Sabtu (4/7/2026), menghasilkan keputusan penting dengan mendaulat Sunardi Idris sebagai Ketua IKM untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Terpilihnya Sunardi menandai semangat baru bagi organisasi paguyuban masyarakat Minangkabau di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan dalam memperkuat silaturahmi, menjaga nilai-nilai budaya, serta berkontribusi bagi pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Sunardi mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut. Ia menegaskan bahwa amanah yang diterimanya akan dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan dan kebersamaan seluruh warga Minangkabau di kedua kabupaten tersebut.
“Meskipun saya lahir dan besar di Pulau Buru, di dalam diri saya mengalir darah Minangkabau dari garis ayah. Karena itu, amanah ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi saya, bukan hanya sebagai tanggung jawab organisasi, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap akar budaya dan keluarga yang telah membentuk jati diri saya,” ujar Sunardi.
Menurutnya, IKM harus menjadi rumah besar yang mampu merangkul seluruh perantau Minangkabau, sekaligus menjadi wadah untuk memperkuat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Ia juga mengajak seluruh anggota IKM untuk menjaga kekompakan serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun daerah. Sebagai bagian dari masyarakat Buru dan Buru Selatan, warga Minangkabau diharapkan terus berkontribusi dalam berbagai sektor, baik ekonomi, pendidikan, sosial, maupun keagamaan.
Musda yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, sesepuh Minangkabau, pengurus IKM, serta perwakilan warga Minangkabau yang bermukim di Kabupaten Buru dan Kabupaten Buru Selatan.
IKM sendiri saat ini merupakan salah satu organisasi perantau Minangkabau terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan kepengurusan hingga ke berbagai daerah di tanah air dan sejumlah negara. Organisasi ini menjadi wadah pemersatu masyarakat Minangkabau di perantauan sekaligus sarana untuk menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
Di tingkat nasional, IKM dipimpin oleh Ketua Umum Andre Rosiade. Dalam menjalankan roda organisasi, Andre didampingi sejumlah Wakil Ketua Umum, di antaranya Arteria Dahlan, Nefri Hendri, dan Fahira Idris. Kepengurusan nasional tersebut terus mendorong penguatan organisasi hingga ke tingkat daerah agar IKM semakin berperan dalam pembangunan bangsa dan daerah.
Dengan kepemimpinan baru ini, IKM Buru dan Buru Selatan diharapkan semakin solid dalam menjaga nilai-nilai budaya Minangkabau yang dikenal dengan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, sekaligus mempererat hubungan harmonis dengan seluruh elemen masyarakat di Pulau Buru.
Bagi Sunardi Idris, amanah yang dipercayakan kepadanya bukan sekadar jabatan organisasi, melainkan jembatan untuk memperkuat ikatan kekeluargaan antara ranah Minang dan tanah Buru yang telah menjadi tempat tumbuh dan mengabdi. Di bawah kepemimpinannya, IKM Buru dan Buru Selatan diharapkan mampu menjadi rumah besar yang inklusif, aktif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas.