Probolinggo, Mediaistana.com
Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo bersinergi dengan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kraksaan untuk membekali warga binaan keterampilan budidaya perikanan. Program ini diharapkan menjadi bekal kemandirian saat mereka kembali ke masyarakat.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan kunjungan dan pendampingan teknis yang dilakukan di Rutan Kraksaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan produktif yang berkelanjutan, Selasa (28/7/2026).
Rombongan Diskan Kabupaten Probolinggo yang dipimpin Kepala Bidang Perikanan Budidaya Wahid Noor Azis disambut langsung Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho beserta jajaran. Tim Diskan meninjau kolam budidaya yang telah berjalan di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Kraksaan Galih Setiyo Nugroho mengapresiasi dukungan Diskan. Menurutnya, sinergi ini penting untuk memperkuat program pembinaan.
Sinergi seperti ini sangat penting. Harapan kami, warga binaan tidak hanya dapat keterampilan teknis budidaya ikan, tetapi juga punya bekal usaha ketika kembali ke masyarakat, ujarnya.
Sementara itu, Wahid Noor Azis menegaskan komitmen Diskan untuk terus mendukung pengembangan budidaya perikanan di Rutan Kraksaan. Ia menilai program ini memiliki potensi besar.
Kami melihat potensi budidaya perikanan di Rutan Kraksaan sangat baik untuk dikembangkan. Dinas Perikanan siap memberikan pendampingan teknis agar program ini optimal dan bermanfaat bagi warga binaan, katanya.
Selain untuk keterampilan, program ini juga ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan di lingkungan rutan. Warga binaan dilibatkan langsung mulai dari pembibitan, perawatan, hingga panen.
Dengan pendampingan rutin dari Diskan, diharapkan produktivitas kolam budidaya terus meningkat. Hasil panen nantinya bisa dikonsumsi sendiri maupun dijual untuk kas pembinaan.
Diskan menargetkan program ini menjadi model pembinaan kemandirian yang bisa direplikasi di lembaga pemasyarakatan lain. Pendekatan berbasis keterampilan dianggap efektif menekan angka residivis.

Melalui kolaborasi ini, Diskan dan Rutan Kraksaan berharap warga binaan keluar dengan bekal baru. Bukan hanya perubahan perilaku, tetapi juga kemampuan untuk berwirausaha dan berkontribusi positif di tengah masyarakat.