Probolinggo, Mediaistana.com
Fasilitator Parenting Kabupaten Probolinggo menggelar pendampingan edukasi pengasuhan anak yang sehat dan inklusif (parenting) bagi orang tua di sembilan Sekolah Dasar (SD) multigrade mitra INOVASI (Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia) Kemitraan Indonesia–Australia di Kecamatan Sukapura. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pola asuh positif orang tua sebagai fondasi tumbuh kembang anak sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Pendampingan ini dirancang untuk membangun kesadaran bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya ditentukan oleh proses belajar di sekolah, tetapi juga dipengaruhi pola asuh yang diterapkan di lingkungan keluarga.
Program tersebut merupakan tindak lanjut dari workshop Fasilitator Parenting Kabupaten Probolinggo yang digelar di Surabaya pada Mei 2026. Program ini menjadi bagian dari pengembangan layanan pendidikan pengasuhan anak yang sehat dan inklusif (parenting) melalui perluasan program multigrade menjadi multilayanan hasil kolaborasi INOVASI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo.
Kegiatan dilaksanakan di SDN Sapikerep III, SDN Sukapura III, SDN Sariwani II, SDN Ngadisari II, SDN Sukapura IV, SDN Wonokerto II, SDN Ngadirejo, SDN Ngadisari I dan SDI Nurul Hikmah As Sholeh. Pada pelaksanaan tanggal 28 hingga 29 Juli 2026, pendampingan dipusatkan di SDN Sapikerep III, SDN Sukapura III dan SDN Sariwani II dengan melibatkan para wali murid sekolah multigrade.
Tim fasilitator terdiri atas unsur Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo melalui PLKB Kecamatan Sukapura, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melalui Puskesmas Sukapura, Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura.

Mengusung tema Mewujudkan Anak Sehat dan Cerdas Melalui Pola Asuh Positif, Sarapan Sehat dan Gizi Seimbang, para peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari pengasuhan positif, mengenali tumbuh kembang anak sesuai usia, gizi seimbang, pentingnya sarapan, hak dan perlindungan anak, pencegahan kekerasan terhadap anak, pemilihan jajanan sehat hingga penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Materi tidak hanya disampaikan melalui ceramah, tetapi juga dikemas secara interaktif melalui praktik mencuci tangan yang benar, simulasi menyusun menu gizi seimbang serta diskusi mengenai penerapan pola asuh yang efektif di rumah.
Fasilitator Parenting Kabupaten Probolinggo Dwi Wahyuniawati mengatakan antusiasme para wali murid sangat tinggi selama mengikuti kegiatan. Pendekatan interaktif membuat peserta lebih mudah memahami materi sekaligus termotivasi untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Alhamdulillah antusias wali murid di tiga lembaga sangat luar biasa. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga aktif memberikan respons terhadap pembahasan pola asuh anak, pemberian gizi seimbang, pembiasaan hidup sehat di rumah hingga pentingnya sarapan. Kami juga mengadakan praktik mencuci tangan yang benar serta kegiatan memilah komponen makanan bergizi sehingga para wali murid merasa senang dan tidak bosan, katanya.
Sementara Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Sukapura Nur Chabibah Umaroh menjelaskan kegiatan parenting ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pentingnya pola asuh positif sebagai fondasi pembentukan karakter anak.
Selain itu, para orang tua juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya sarapan sehat dalam meningkatkan konsentrasi belajar serta panduan praktis menyajikan makanan bergizi seimbang sesuai kebutuhan anak.
Kegiatan ini melibatkan Puskesmas, DP3AP2KB dan TP PKK sebagai narasumber. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa mendidik dan mengawal tumbuh kembang anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya sekolah maupun orang tua, ujarnya.

Nur Chabibah menerangkan sasaran utama program parenting saat ini adalah sekolah-sekolah mitra INOVASI yang menerapkan sistem kelas rangkap (multigrade). Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas orang tua dalam mendampingi proses belajar anak di rumah sekaligus menciptakan lingkungan keluarga yang sehat, aman dan mendukung perkembangan anak.
Harapan kami, kegiatan parenting ini dapat memantik kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya pola asuh yang tepat sehingga mampu melahirkan generasi Kabupaten Probolinggo yang sehat, cerdas, unggul, berkarakter dan siap menghadapi tantangan masa depan, pungkasnya.