JAKARTA, Mediaistana.com — Suasana XXI Epicentrum Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026), berubah menjadi panggung penuh ketegangan ketika jajaran pemain dan sineas film horor religi “Munafik: Melawan Iblis” hadir dalam rangkaian gala premiere sekaligus press screening film yang dijadwalkan meneror bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Bukan sekadar menjual penampakan dan adegan mengejutkan, film ini mencoba membawa penonton masuk lebih dalam ke perjalanan batin seorang manusia yang dihantam kehilangan, trauma, sekaligus ujian keimanan.
Film “Munafik: Melawan Iblis” merupakan adaptasi resmi dari waralaba horor Malaysia karya Syamsul Yusof,Untuk versi Indonesia, cerita dikembangkan dengan pendekatan budaya dan karakter yang lebih dekat dengan penonton Tanah Air, Sutradara Guntur Soeharjanto dipercaya menerjemahkan kisah tersebut ke dalam atmosfer horor yang dipadukan dengan drama emosional.
Arya Saloka Jadi Ustaz Adam
Sorotan utama gala premiere tertuju kepada Arya Saloka, pemeran Ustaz Adam, seorang pengajar agama sekaligus praktisi rukiah yang kehidupannya berubah setelah kecelakaan tragis merenggut nyawa istrinya, Aini.
Kehilangan tersebut membuat Adam meninggalkan praktik rukiah. Namun, kehidupannya kembali berubah ketika Ustaz Anwar meminta pertolongannya untuk menyelamatkan Fitri, seorang perempuan yang mengalami gangguan gaib.
Untuk memerankan karakter tersebut secara lebih meyakinkan, Arya Saloka mengaku menjalani persiapan khusus, termasuk mempelajari ilmu rukiah serta memperdalam bacaan ayat-ayat Al-Qur’an.
Di sisi lain, Acha Septriasa dipercaya memerankan Fitri, karakter yang menjadi salah satu pusat teror dalam film. Acha harus memainkan karakter dengan tuntutan fisik dan emosional yang cukup berat.
Arya juga beradu akting dengan Dimas Aditya yang memerankan Ustaz Anwar serta aktor senior Donny Damara sebagai H. Mansyur, Film ini turut menghadirkan Muhammad Faqih Alaydrus, Nova Eliza, Izabel Jahja, Widi Dwinanda, Elvira Devinamira, Oce Permatasari, Annisa Hertami, Bambang Paningron, Nano Asmorodano, Dedy Subakti, dan sejumlah pemain lainnya.
Bukan Sekadar Menakut-nakuti
Guntur Soeharjanto mengatakan tantangan terbesar dalam menggarap film ini adalah membawa sebuah IP horor yang telah dikenal luas di Malaysia ke dalam perspektif Indonesia.
Karena itu, versi Indonesia tidak hanya mengejar teror visual, tetapi juga memperkuat perjalanan karakter, sinematografi, serta pengalaman emosional penonton.
Film ini mempertemukan dua elemen yang saling menguatkan: horor supernatural dan drama tentang kehilangan, Adam tidak hanya berhadapan dengan gangguan makhluk gaib, tetapi juga harus berhadapan dengan luka yang selama ini ia pendam.
Rahasia di balik gangguan terhadap Fitri pun perlahan membawa Adam pada situasi yang jauh lebih gelap.
Deretan Produser di Balik Teror “Munafik”
Di balik produksi film ini, Oswin Bonifanz tercatat sebagai produser bersama Ayu Amirrol, Sementara jajaran executive producer di antaranya Anup D. Mirchandani, Lisbeth Simarmata, Ahmad Izham Omar, Yusof Haslam, Syamin Yusof, Ck Thye, Dwi Yanto Fadjaray, Kok Hoe Tat, Lee Kuan Yee, Sillvia Ingliany, Suhandoko Rimbo, Armand Darmadji, William Sutanto, Evy Ruslie, dan Sean Kim.
“Munafik: Melawan Iblis” diproduksi oleh Unlimited Production dengan menggandeng Skop Productions, Legacy Pictures, AZ Films, dan Komet Productions,Sejumlah sumber produksi juga mencantumkan keterlibatan mitra produksi dan pendukung lainnya dalam proyek tersebut.
Dengan durasi sekitar 103 menit dan klasifikasi usia 17+, film ini menjanjikan horor yang tidak berhenti pada kemunculan sosok mengerikan, tetapi mengajak penonton mengikuti perjalanan Adam menghadapi ketakutan, kehilangan, dan pergulatan keyakinan.
3 September Jadi Hari Pertarungan Adam dengan Teror Setelah menjalani rangkaian promosi dan pemutaran awal di sejumlah kota, “Munafik: Melawan Iblis” akhirnya akan hadir secara serentak di bioskop Indonesia pada Kamis, 3 September 2026.
Gala premiere di Epicentrum XXI, Senin malam, menjadi salah satu momentum penting sebelum film tersebut benar-benar berhadapan dengan penonton nasional.
Pertanyaannya kini bukan lagi sekadar seberapa menyeramkan iblis yang akan muncul,Melainkan seberapa kuat seseorang mampu melawan ketakutan ketika musuh terbesarnya justru berada di dalam dirinya sendiri?
“Munafik: Melawan Iblis” — ketika rukiah dimulai, rahasia pun ikut bangkit.