MEDIA ISTANA.COM
Kabupaten Tangerang, menjadi sorotan miring setelah tim media diduga menemukan sejumlah persoalan di lapangan (4/9/2026).
Hasil pemantauan tim media menunjukkan, lokasi proyek telah didatangi sebanyak empat kali. Namun, dalam setiap kunjungan tersebut, pihak pelaksana proyek maupun petugas pengawasan disebut tidak terlihat berada di lokasi pekerjaan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan pengendalian proyek yang menggunakan anggaran publik.
Tak hanya soal pengawasan, persoalan lain disampaikan pekerja di lokasi. Salah seorang pekerja mengaku hingga kini belum menerima upah. Ia bahkan menyebut sejumlah rekannya yang sedang sakit kesulitan mendapatkan biaya untuk berobat.
Kita aja belum terima gaji sampai sa’at ini. Itu ada yang lagi sakit juga belom berobat,” ungkap salah seorang pekerja dengan nada getir.
Pekerja tersebut juga mengungkapkan bahwa pihak pelaksana proyek disebut tidak pernah hadir di lokasi. Jika informasi tersebut benar, kondisi itu tentu perlu segera diklarifikasi karena menyangkut pelaksanaan pekerja’an, pengawasan tekhnis, sekaligus hak para pekerja yang terlibat dalam pembangunan fasilitas pendidikan.
Proyek yang menggunakan dana APBD semestinya dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta memenuhi ketentuan tekhnis dan administrasi yang berlaku. Karena itu, publik berhak mengetahui bagaimana progres pekerja’an, siapa pihak pelaksana dan pengawasnya, serta bagaimana mekanisme pembayaran upah kepada para pekerja.
Tim media akan meminta klarifikasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang, pihak pelaksana, pengawas proyek, serta instansi terkait mengenai berbagai temuan tersebut.
Hingga berita ini dirangkum, informasi mengenai duga’an minimnya K3 serta pengawasan dan belum dibayarnya upah pekerja masih bergulir.
Aristono