NAMLEA, MALUKU – Polemik pembangunan Koperasi Desa Merah Putih milik Desa Jamilu, yang berada dilahan Inyoman Sukarata Yasa kembali memanas. Kepala Desa Jamilu Haris Buton bersama pengurus Kopdes Merah Putih kini kembali menerima somasi dari kuasa hukum pemilik lahan.
Somasi dilayangkan oleh M. Eca Wokanubun, S.H selaku kuasa hukum Inyoman Sakurata Yasa, Senin,7/9/2026
Dalam somasi, Kepala Desa Jamilu Haris Buton bersama Pengurus Koperasi Merah Putih Desa Jamilu disebut telah melakukan pembangunan gedung/kantor Kopdes MP di atas lahan milik Inyoman Sakurata Yasa yang terletak di Desa Persiapan Marloso Kecamatan Namlea Kabupaten Buru
M.Eca Wokanubun.SH kuasa hukum Inyoman Sakurata Yasa ketika dikonfermasi wartawan media kami mengatakan bahwa Kepala Desa Jamilu dan Pengurus Kopdes Merah Putih jamilu diduga kuat telah melakukan penyerobotan lahan milik Inyoman Sukarata Yasa
Menurut kuasa hukum, tindakan tersebut merupakan bentuk perbuatan melawan hukum dan berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemilik lahan.
Dalam tuntutan Inyoman Sakurata Yasa meminta Kepala Desa dan Pengurus Kopdes MP untuk segera:
1. Menghentikan sementara seluruh kegiatan pembangunan Kopdes Merah Putih di lokasi tersebut
2. Melakukan itikad baik untuk bermusyawarah dengan pemilik lahan
3. Menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku
Jika dalam batas waktu yang ditentukan tidak ada tanggapan, maka pihak klien kami menyatakan akan menempuh jalur hukum lebih lanjut, baik perdata maupun pidana.
Harapan Penyelesaian Secara Baik-Baik
Klien kami menegaskan tidak melarang adanya pembangunan Kopdes Merah Putih Desa Jamilu dilahan klien kami, Namun prosesnya harus sesuai aturan dan menghargai hak kepemilikan tanah milik klien kami.
“Kilen kami mendukung program pemerintah. Tapi jangan sampai program bagus ini mencederai hak masyarakat. Silakan bangun, tapi di atas lahan yang sah dan dengan izin pemilik,” tegas kuasa hukum.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Jamilu, Haris Buton dan Pengurus Kopdes MP Desa Jamilu belum memberikan keterangan resmi terkait somasi tersebut.
Redaksi Media Istana berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak terkait tapi belum ada tanggapan (tim)