TULANG BAWANG l Mediaistana.com – Jajaran Polsek Dente Teladas Polres Tulang Bawang bergerak cepat melakukan pengecekan terhadap puluhan titik hotspot yang terdeteksi di wilayah Kecamatan Gedung Meneng dan Kecamatan Dente Teladas, Kabupaten Tulang Bawang.
Sebanyak 38 titik api terpantau berada di kawasan PT ILP pada Sabtu (5/9/2026). Personel Polsek Dente Teladas yang turun langsung ke lapangan memastikan seluruh titik yang dilakukan pengecekan dalam kondisi sudah padam saat petugas tiba di lokasi.
Pengecekan tersebut dilakukan oleh Aiptu Yudi Irwanto, Aipda Apriansyah, dan Brigpol Rolis Aditya, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat meluas, mengingat sebagian besar kawasan merupakan lahan gambut dan semak belukar.
Kapolsek Dente Teladas Ipda Nurkolik, S.H., mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin mengambil risiko terhadap potensi munculnya kembali api, khususnya pada kawasan gambut yang memiliki karakteristik mudah terbakar dan sulit dipadamkan.
“Personel langsung kami turunkan untuk melakukan pengecekan terhadap titik-titik hotspot yang terdeteksi. Dari hasil pemeriksaan di lapangan, api sudah dalam kondisi padam. Namun kami tetap melakukan pemantauan karena karakteristik lahan gambut memungkinkan bara api muncul kembali,” ujar Ipda Nurkolik.
Berdasarkan hasil pengecekan, titik-titik yang terdampak berada di sejumlah wilayah, di antaranya Gedung Meneng, Bakung Udik, Dente Makmur, Pendowo Asri, Sungai Nibung, dan Way Dente. Luasan lahan yang terindikasi terbakar bervariasi, mulai dari sekitar 1,8 hektare hingga 6 hektare pada masing-masing titik.
Sebagian kawasan merupakan lahan gambut dan semak belukar yang kering serta terdapat area yang berdekatan dengan perkebunan tebu.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Luasnya areal gambut dan semak belukar membuat sejumlah titik sulit dijangkau, bahkan kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat langsung menuju lokasi karena kondisi medan.
Selain itu, kebakaran pada lahan gambut memiliki potensi kembali muncul secara tiba-tiba. Bara api dapat berada di bawah permukaan sehingga tidak selalu terlihat secara kasatmata, terlebih apabila kondisi angin cukup kencang.
“Kami mengimbau masyarakat maupun pihak perusahaan agar sama-sama meningkatkan kewaspadaan. Jangan melakukan pembakaran lahan karena api dapat dengan cepat menjalar, terutama di kawasan yang terdapat semak belukar dan lahan gambut kering,” tegasnya.
Polsek Dente Teladas juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah yang terindikasi rawan karhutla. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan Polri dalam mencegah kebakaran kembali terjadi dan meluas ke kawasan lainnya.
Kapolsek menambahkan bahwa pemantauan terhadap titik hotspot perlu dilakukan secara berkelanjutan karena data aplikasi hotspot membutuhkan waktu untuk melakukan pembaruan kembali.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan monitoring di wilayah yang dianggap rawan. Pencegahan karhutla membutuhkan sinergi semua pihak. Polri tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kami mengajak masyarakat dan perusahaan untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” pungkas Ipda Nurkolik.**
(R)