Taher Fua Apresiasi Komitmen Koperasi PTB: Jangan Biarkan Masyarakat Hanya Melihat Emas dari Tanahnya Sendiri

 

BURU — Komitmen Koperasi Produser Parusa Tanila Baru (PTB) untuk memperjuangkan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pertambangan emas Gunung Botak mendapat apresiasi dari Taher Fua, mantan Ketua KNPI Kabupaten Buru yang juga dikenal sebagai salah satu tokoh pemuda dan tokoh adat di Kabupaten Buru.

Taher menilai, pernyataan Ketua Koperasi PTB, Ruslan Arif Soamole, S.H., yang menegaskan bahwa koperasi dibangun untuk kepentingan masyarakat merupakan sikap yang patut diapresiasi.

Menurutnya, selama ini masyarakat Buru tidak boleh hanya menjadi penonton ketika sumber daya alam yang berada di wilayah mereka dikelola.

“Saya mengapresiasi komitmen Koperasi PTB dibawa ketua Ruslan Arif Soamole, SH, yang ingin memperjuangkan agar masyarakat dapat bekerja dan menikmati manfaat dari pengelolaan Gunung Botak. Ini semangat yang harus kita dukung bersama, sepanjang seluruh prosesnya berjalan sesuai ketentuan hukum dan aturan yang berlaku,” ujar Taher.

MASYARAKAT HARUS MENJADI BAGIAN DARI PENGELOLAAN

Taher mengatakan, konsep koperasi memiliki semangat yang berbeda dengan pola usaha yang hanya menempatkan masyarakat sebagai pihak luar.

Jika PTB benar-benar menjalankan prinsip koperasi, maka masyarakat seharusnya ditempatkan sebagai bagian penting dari kegiatan ekonomi yang dibangun.

“Masyarakat jangan hanya melihat aktivitas pertambangan berjalan, sementara manfaat ekonominya hanya dirasakan oleh segelintir pihak. Kalau ini koperasi untuk rakyat, maka rakyat harus diberikan ruang untuk bekerja, menjadi anggota, dan mengambil bagian dalam manfaat ekonominya,” tegasnya.

Menurut Taher, keterlibatan masyarakat tidak harus dimaknai hanya sebagai kesempatan menjadi tenaga kerja.

Lebih jauh, masyarakat harus diberikan kesempatan untuk tumbuh bersama melalui keanggotaan koperasi, usaha pendukung, maupun aktivitas ekonomi lainnya yang dapat berkembang di sekitar pengelolaan tambang.

PTB DINILAI MEMBAWA SEMANGAT BARU

Sebagai tokoh pemuda, Taher melihat bahwa kesempatan kerja menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat Buru, terutama generasi muda.

Karena itu, rencana PTB untuk membuka ruang keterlibatan masyarakat dinilai sebagai langkah yang memiliki arti penting.

“Anak-anak muda Buru membutuhkan ruang untuk bekerja dan membangun masa depan di daerahnya sendiri. Jangan sampai kekayaan alam ada di depan mata, tetapi anak-anak Buru justru hanya menjadi penonton,” katanya.

Ia berharap keberadaan koperasi dapat menjadi instrumen ekonomi yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Taher juga mengapresiasi rencana PTB membuka pendaftaran anggota koperasi. Menurutnya, jika dilaksanakan secara transparan dan sesuai aturan, keanggotaan masyarakat dapat menjadi salah satu cara agar masyarakat memiliki keterikatan langsung dengan koperasi.

JANGAN ULANGI SEJARAH YANG SAMA

Taher mengingatkan bahwa pengalaman panjang aktivitas pertambangan di Gunung Botak harus menjadi pelajaran bagi semua pihak.

Kekayaan alam tidak boleh hanya melahirkan keuntungan bagi kelompok tertentu, sementara masyarakat dan daerah menanggung persoalan sosial maupun lingkungan.

Karena itu, menurutnya, apabila pengelolaan Gunung Botak ke depan dilakukan melalui Koperasi PTB, maka orientasi terhadap kesejahteraan masyarakat harus benar-benar diwujudkan, bukan sekadar menjadi slogan.

“Jangan lagi masyarakat hanya mendapatkan cerita tentang emas. Masyarakat harus mendapatkan manfaat nyata. Ada lapangan kerja, ada peluang usaha, ada peningkatan kesejahteraan, dan ada kepastian bahwa masyarakat dilibatkan,” ujarnya.

ADAT, MASYARAKAT, DAN ATURAN HARUS BERJALAN BERSAMA

Sebagai tokoh adat, Taher juga menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam di gunung botak wilayah Petuanan Kaiely harus tetap menghormati masyarakat adat dan tatanan adat yang berlaku.

Namun pada saat yang sama, seluruh proses pengelolaan pertambangan harus berjalan berdasarkan hukum dan perizinan yang berlaku serta memperhatikan aspek lingkungan.

“Kita mendukung usaha yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Tetapi dukungan itu harus berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap hukum, penghormatan terhadap adat, dan perlindungan lingkungan. Jangan dipisahkan,” tegasnya.

Ia berharap PTB dapat membuktikan komitmennya melalui tindakan nyata ketika seluruh proses pengelolaan nantinya berjalan.

Sebab, menurut Taher, ukuran keberhasilan sebuah koperasi bukan hanya seberapa besar kegiatan ekonominya, tetapi seberapa besar manfaat yang benar-benar kembali kepada anggota dan masyarakat.

APRESIASI UNTUK PTB

Taher menegaskan, dirinya memberikan apresiasi terhadap semangat yang disampaikan Koperasi PTB untuk menjadikan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan Gunung Botak.

Ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti sebagai pernyataan dalam forum, tetapi diterjemahkan menjadi kebijakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kalau PTB konsisten memperjuangkan masyarakat untuk bekerja, menjadi bagian dari koperasi, dan menikmati hasilnya, tentu ini harus kita apresiasi. Masyarakat Buru tidak boleh selamanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.”

Bagi Taher, Gunung Botak pada akhirnya bukan semata-mata tentang emas.

Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kekayaan alam tersebut mampu membuka masa depan bagi masyarakat Buru.

Dan jika koperasi benar-benar menjadi kendaraan ekonomi rakyat, maka masyarakat harus duduk di dalamnya sebagai pelaku, anggota, pekerja, sekaligus penerima manfaat.

“Koperasi untuk rakyat harus benar-benar kembali kepada rakyat,” pungkasnya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!