Probolinggo, Mediaistana.com
Pimpinan Cabang GP Ansor Kraksaan melalui Badan Siber Ansor (BSA) tancap gas memperkuat ekosistem digital organisasi hingga ke tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).
Langkah strategis itu dibahas dalam rapat koordinasi BSA Ansor Kraksaan di Nuansa Cafe Kraksaan. Fokusnya bukan hanya mengelola website, tetapi membangun sistem informasi yang terintegrasi dari PC hingga PAC, Jumat (11/9/2026).
Beberapa program prioritas disiapkan. Mulai dari optimalisasi website satu pintu ansorkraksaan.or.id, penguatan media sosial, produksi konten kreatif, dokumentasi kegiatan, hingga peningkatan kapasitas kader di bidang digital.
Website ansorkraksaan.or.id yang diluncurkan saat pelantikan PC Ansor Kraksaan akan dikembangkan menjadi pusat informasi organisasi. Ke depan, pengelolaannya tidak akan terpusat di PC saja. BSA akan mendampingi PAC agar bisa memproduksi dan mengelola informasi secara mandiri.
Ketua BSA Ansor Kraksaan, Sahabat Sundari Adi Wardhana alias Kang Nisun, menegaskan cakupan kerja BSA jauh lebih luas dari sekadar website.
BSA bukan hanya soal website. Ada media sosial, konten, dokumentasi, desain, video, publikasi, hingga branding organisasi, katanya.
Untuk menjangkau kebutuhan di akar rumput, BSA akan menggelar SAFARI DIGITAL ke sejumlah PAC. Tujuannya memetakan potensi dan memberikan pendampingan langsung.

Setiap PAC punya potensi dan kebutuhan berbeda. BSA akan hadir membantu agar potensi tersebut bisa berkembang, ujar Kang Nisun.
Senada, Sekretaris BSA Ansor Kraksaan Sahabat Zainul Hasan R. menekankan pentingnya SDM. Menurutnya, perangkat digital tidak akan berguna tanpa kader yang mampu mengelolanya.
Targetnya bukan sekadar aktif di media sosial, tetapi setiap PAC memiliki kader yang mampu mengelola informasi dan konten secara mandiri, katanya.
BSA juga akan mendorong terbentuknya jaringan kader digital di tiap PAC. Jaringan ini diharapkan jadi motor penggerak publikasi dan dokumentasi kegiatan di tingkat bawah.
Ketua PC GP Ansor Kraksaan, Sahabat Abd. Rahman, mendukung penuh langkah tersebut. Ia menilai Ansor harus hadir di dua ruang sekaligus: ruang nyata dan ruang digital.
Ansor harus hadir di ruang nyata dan ruang digital. Kegiatan di lapangan harus kuat, begitu juga narasi dan komunikasinya, tegas Sahabat Rahman.
Ia berharap BSA tidak berhenti sebagai corong publikasi. BSA harus menjadi rumah kreativitas, inovasi, literasi digital, dan kolaborasi kader GP Ansor Kraksaan.
Dengan penguatan website, media sosial, desain grafis, video, fotografi, dan pelatihan kader, BSA menargetkan pengelolaan informasi organisasi semakin terarah. Tujuannya satu: memperkuat narasi dan kiprah GP Ansor Kraksaan di masyarakat melalui platform digital.